Padat Tenaga Kerja, Pasar Bobotsari Optimis Cepat Selesai

PAsar BBSPembangunan Pasar Bobotsari yang dianggarakan sebesar Rp43,3 miliar yang dananya berasal dari APBD Kabupaten Rp12,3 miliar dan APBD Provinsi Jawa Tengah Rp6 miliar serta APBN Rp25 miliar ditargetkan  harus selesai 13 Desember mendatang, pengerjaan dilakukan siang malam hari, bahkan kontraktor mempekerjakan kurang lebih 200 orang tenaga kerja yang berasal dari Purbalingga dan Semarang.

Sampai saat ini, beberapa tahapan pengerjaan masih berjalan mulai dari penggalian untuk tiang cor, pemasangan besi kolom dan pengecoran tiang beton sisi depan pasar sedang dilakukan dan untuk bangunan sisi belakang tinggal pemasangan rangka untuk atap pasar.

“Sampai saat ini tidak ada masalah/kendala yang berarti, sehingga kami optimis akan dapat menyelesaikan pembangunan Pasar Bobotsari tepat pada waktunya,”jelas penanggung jawab proyek pelaksana PT Kharisma Semarang Subroto di lokasi pembangunan Pasar Bobotsari bersama Kepala Dinas Peridustrian Perdagangan Dan Koperasi (Dinperindagkop) Kabupaten Purbalingga Agus Winarno Rabu sore (3/8).

Menurut Subroto, pihaknya juga mempekerjakan tenaga kerja sebanyak kurang lebih 200 orang yang berasal dari Purbalingga dan Semarang, pengerjaannya juga dengan sistem grup,  bahkan dikerjakan lembur hingga malam hari.

Kepala Dinperindagkop Kabupaten Purbalingga Agus Winarno menjelaskan, bahwa upaya pihak kontraktor tersebut dengan mempekerjakan siang malam sebagai dalam rangka percepatan pembangunan Pasar Bobotsari. Selain itu, dengan padat tenaga kerja serta pengerjaan secara simultan dan terbagi dalam beberapa grup, seperti pengerjaan penggalian, pemasangan beton pengecoran dan pekerjaan lainnya, pihaknya optimis pengerjaan proyek pasar tersebut akan cepat selesai.

“Yang jelas dengan pengerjaan secara simultan yang terbagi dalam beberapa grup, seperti pengerjaan galian tersendiri, pengerjaan beton tersendiri, pengecoran juga tersendiri  sehingga penyelesainnya akan lebih cepat dan saya optimis Desember sudah rampung,”jelasnya.

Selain itu, tambah Agus Winarno, kontrak yang sudah ditandatangani antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dengan kotraktor 17 Juni lalu dan harus selesai 13 Desember 2016. Dari awal pengerjaan Berbagi upaya telah dilakukan oleh kontarktor, bahkan pengerjaan dilakukan sampai jam 10 malam serta menambah pekerja. Pentahapan dari hasil kerja juga ada, sehingga dengan melihat progresnya dapat terlihat  sejauh mana progresnya dan apabila tidak sesuai dengan pentahapannya, kami (Dinperindagkop) akan dorong agar ada akslerasi/percepatan tahapan pengerjaannya.

“Kalau tidak sesuai dengan pentahapannya maka kami dorong untuk ada akslerasi/percepatannya  tahahapannya pengerjaanya, seperti  menambah tenaga kerja atau menambah mesinnya dan atau  menggunakan metodologi atau sistem kerja yang maju supaya bisa lebih cepat selesai,”ujarnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *