Dari Masa ke Masa

croop

H. TASDI, SH, MM

(Bupati Purbalingga Periode 2016 – 2021)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

 

  1. A.     IDENTITAS DIRI
    1. Nama Lengkap             :    H. TASDI, SH., MM.
    2. Tempat, tanggal lahir    :    Purbalingga, 11 April 1968
    3. Agama                          :    Islam
    4. Status                            :    Menikah
    5. Jenis Kelamin               :    Laki-laki
    6. Pekerjaan                     :    Bupati Purbalingga
    7. Alamat Rumah             :    Purwosari RT 02 RW 02 Desa Karangreja

Kec. Karangreja Kab. Purbalingga

  1. Alamat Rumah Dinas   :    Jl. Alun-alun Utara No. 1  Purbalingga

Telp. (0281) 891001

  1. Nomor HP                    :    081328745777

 

  1. B.     DATA KELUARGA

Nama

Tanggal Lahir

Anggota Keluarga

Erni Widyawati, S.Sos 9 Juli 1974 Istri
Sena Akbar Kartika D. 8 Desember 1996 Anak
Mega Putri Yustiantika D. 14 Maret 2001 Anak

 

  1. C.     RIWAYAT PENDIDIKAN
    1. SD N 1 Tlahab Lor (Lulus 1982)
    2. SMP N 1 Karangreja (Lulus 1985)
    3. SMA N 1 Bobotsari (Lulus 1988)
    4. Strata Satu (S1) Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto (Lulus 2003)
    5. Strata Dua (S2) Program Studi Magister Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Adi Unggul Birawa Surakarta (Lulus 2009)

 

  1. D.     PENGALAMAN ORGANISASI
    1. Ketua PAC PDI Perjuangan Kec. Karangreja periode 1997 – 2000
    2. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kab. Purbalingga periode 2000 – 2005
    3. Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Purbalingga periode 2005 – 2010
    4. Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Purbalingga periode 2010 – 2015
    5. Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Purbalingga periode 2015 – 2020
    6. Wakil Ketua KNPI Prov. Jawa Tengah periode 2009 – 2013
    7. Wakil Ketua IDEKA (Ikatan Dewan Kabupaten) Jawa Tengah periode 2004 – 2009
    8. Wadil Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kabupaten Purbalingga
    9. Ketua PERSAP Purbalingga periode 2006 – 2011
    10. Ketua Pengcab PSSI Purbalingga periode 2006 – 2011
    11. Ketua Persibangga Purbalingga periode 2011 – 2016
    12. Ketua Pengcab PSSI Purbalingga periode 2011 – 2016
    13. Komisi Disiplin PSSI Prov. Jawa Tengah periode 2006 – 2010
    14. Ketua Komda Lansia Kabupaten Purbalingga periode 2010 – 2015
    15. Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Purbalingga periode 2010 – 2015
    16. Ketua RANHAM Kabupaten Purbalingga periode 2010 – 2015
    17. Ketua Forum Demokrasi Indonesia periode 2010 – 2015
    18. Pembina IPHI Kecamatan Karangreja periode 2010 – 2015
    19. Pembina Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Purbalingga periode 2010 – 2015
    20. Pembina Paguyuban Pengusaha Rambut Purbalingga periode 2010 – 2015
    21. Pembina Pemuda Pancasila Kabupaten Purbalingga periode 2010 – 2015
    22. Pembina Taruna Merah Putih Purbalingga periode 2010 – 2015
    23. Pembina Taruna Merah Putih Purbalingga periode 2015 – 2020
    24. Pembina Baitul Muslimin Cabang Purbalingga periode 2010 – 2015
    25. Pembina Baitul Muslimin Cabang Purbalingga periode 2015 – 2020
    26. Pembina Kelompok Tani Wira Madya Utama periode 2010 – 2015
    27. Pembina Arisan Tukang Becak Purbalingga (Artabangga) periode 2010 – 2015
    28. Pembina Paguyuban PKL Purbalingga periode 2010 – 2015
    29. Pembina Organisasi Sopir dan Awak Angkutan Kota (OSAKA) Purbalingga periode 2010 – 2015
    30. Pembina Organisasi Sopir dan Awak Angkutan Kota (OSAKA) Purbalingga periode 2015 – 2020

 

  1. E.     PENGALAMAN KERJA
    1. Direktur / Pemilik PLTD Karangreja 1990 – 1993
    2. Wirausaha Niaga 1993 – 1999
    3. Anggota DPRD Kab. Purbalingga periode 1999 – 2004
    4. Ketua DPRD Kab. Purbalingga periode 2004 – 2009
    5. Ketua DPRD Kab. Purbalingga periode 2009 – 2014
    6. Wakil Bupati Purbalingga periode 2010 – 2015 (Pengganti dari 16 Mei 2014 sampai dengan 27 Juli 2015)
    7. Bupati Purbalingga periode 2016 – 2021

 

 

  1. F.     KURSUS / KEPELATIHAN YANG DIIKUTI
    1. Forum Konsolidasi Pimpinan Pemerintahan Daerah Bupati, Walikota dan Ketua DPRD Kabupaten / Kota Angkatan ke-II Tahun 2008 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas RI) Tahun 2008.
    2. Penataran Calon Fasilitator Permainan Simulasi P-4 yang diselenggarakan oleh BP-7 Kabupaten Purbalingga (1993).
    3. Orientasi Anggota Legislatif PDI Perjuangan Kabupaten Purbalingga yang diselenggarakan oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purbalingga (1999).
    4. Orientasi Anggota DPRD Se Eks Karesidenan Banyumas di Queen Garden Hotel Baturaden yang diselenggarakan Universitas Jenderal Soedirman (2000).
    5. Forum Diskusi Kepemimpinan Interaktif bagi Anggota Komite Pemantau Pemberdayaan Masyarakat (FDKI-KPPM) Program Pembangunan Prasarana Pendukung Desa Tertinggal (P3DT) Pola Swakelola Propinsi Jawa Tengah (2000).
    6. Lokakarya Penyusunann Rencana Strategis (Renstra) Bagi Daerah Kabupaten dan Daerah Kota di Jawa Tengah (2001).
    7. Diklat Kader PDI Perjuangan yang diselenggarakan oleh DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah (2001).
    8. Dialog Tematik Peningkatan Kapasitas Legislatif dan Eksekutif Terhadap Anggaran Kinerja yang diselenggarakan oleh Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto (2002).
    9. Diklat Kader PDI Perjuangan yang diselenggarakan oleh DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah (2003).
    10. Sosialisasi Kebijakan Prototype Regional tentang Perijinan di Wilayah Barlingmascakeb (2004).
    11. Orientasi Pelaksanaan Tugas Anggota DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota Hasil Pemilu Tahun 2004 yang dilaksanakan oleh Departemen Dalam Negeri di Jakarta (2004).
    12. Sosialisasi Paket UU Keuangan Daerah dan Seminar Pengawasan Pengelolaan Keuangan Daerah (2004).
    13. Pelatihan Kebijakan Publik Menuju Good Governance yang diselenggarakan oleh Program Pascasarja Ilmu Administrasi Publik Unsoed Purwokerto (2004).
    14. Lokakarya Nasional Anggota ADKASI “Pengelolaan Keuangan DPRD yang Transparan dan Akuntabel Berdasarkan PP. No. 24 Tahun 2004. (2004).
    15. Diskusi Penganggaran yang Akuntabel : Mewujudkan Good Provincial and Local Governance” yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Otomi Daerah da Kebijakan Publik (Puskodak) FISIP UNDIP (2005).
    16. Workshop Nasional Pemilihan Kepala Desa Secara Langsung yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Pemerintahan Indonesia (2005).
    17. Lokakarya Perumusan Sistem Perencanaan Pembangunan Partisipatif di Wilayah Barlingmascakeb (2005).
    18. ESQ Leadership Training di Gedung BPD Purwokerto (2005).
    19. Dialog Tematik “Penyelenggaraan Otonomi Daerah dan Keuangan Daerah Berdasarkan UU No. 32 Tahun 2004 dan UU No. 33 Tahun 2004” (2005).
    20. Workshop Legislatif – Eksekutif Kabupaten Purbalingga : Implementasi Tugas, Hak dan Wewenang DPRD Menurut UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (2005).
    21. Workshop Jadwal Pilkada dan Calon Independen Jelang Pengesahan Revisi Terbatas UU No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan KPU yang Mengatur Calon Perseorangan, yang diselenggarakan oleh  International Network For Regional Development (INN-RED) Tahun 2008

 

  1. G.    PENGHARGAAN
    1. Penghargaan dari Yayasan Andhika Jakarta sebagai Top Leader Of The Year (2005).
    2. Penghargaan dari Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Jawa Tengah sebagai Petugas TPHD / TKHD Utusan Kabupaten Purbalingga yang Menyertai Jamaah Haji Kloter Tahun 1426 H / 2006 M.
    3. Penghargaan dari Pelayanan Haji dan Umroh Al Amin Group sebagai Jamaah Haji Tahun 1426 H / 2006 M.
    4. Penghargaan dari Banyumas TV sebagai Nara Sumber pada Acara SOROTT (Seputar Obrolan Rakyat Obyek Topik Terkini) 2011.
    5. Ketua DPC PDI Perjuangan Pelopor tahun 2010.
    6. Penghargaan dari Mandat Award 2013 sebagai Nominator Wakil Rakyat Aspiratif (2013).
    7. Penghargaan Lencana Pancawarsa II dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (2014).
    8. Nominator Penghargaan dari Berlian Organizer sebagai 21 Tokoh Berpengaruh di Jawa Tengah Tahun 2015.

 

  1. H.     NARASUMBER
    1. Seminar Peran DPRD dalam Program PNPM Mandiri Perdesaan tingkat Kabupaten Purbalingga di Taman Wisata Air Purbasari Desa Purbayasa Kecamatan Padamara Tahun 2008.
    2. Seminar Peran DPRD dalam Program PNPM Mandiri Perdesaan tingkat Provinsi Jawa Tengah di Hotel Patra Jasa Semarang Tahun 2008.
    3. Seminar Peran DPRD dalam Program PNPM Mandiri Perdesaan tingkat Nasional di Hotel Borobudur Jakarta Tahun 2008.
    4. Seminar Strategi KTA-nisasi PDI Perjuangan tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2008 di Semarang Tahun 2007.
    5. Seminar Strategi KTA-nisasi PDI Perjuangan tingkat Nasional tahun 2009 di Jakarta Tahun 2008.
    6. SOROTT (Seputar Obrolan Rakyat Obyek Topik Terkini) di Banyumas TV Tahun 2011.
    7. Panitia Nasional Kongres PSSI di Solo Tahun 2011.

 

  1. I.       PENGALAMAN KE LUAR NEGERI
    1. Tahun 2005  Ke Arab Saudi : Tujuan menunaikan ibadah haji / Amirul Haj / TKHD /TPHD Tahun 2005   Kabupaten Purbalingga.
    2. Tahun 2007 Ke China, Hongkong, Macau : Tujuan Studi Ketenaga kerjaan bersama Gubernur Jawa Tengah.
    3. Tahun 2008 ke Singapura, Malaysia, Vietnam, Kamboja, Thailand : Tujuan Studi Nasionalisme dalam rangka LEMHANNAS.
    4. Tahun 2009  ke Singapura, Malaysia, Korea Selatan : Tujuan Studi Kamar Dagang dan Industri ( KADIN ).
    5. Tahun 2011 ke Singapura, Malaysia, Perancis, German, Luxemburg, Swiss, Italia : Tujuan  Studi Keolah ragaan Sepak Bola sebagai Delegasi PSSI
    6. Tahun 2011  ke China, Hongkong : Mendapat Undangan dari Toyota Motor.

index

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Tempat / Tgl Lahir   :  Purbalingga, 17 Maret 1955.

Agama                      :  Islam

Alamat                     :  JL. Jend. Sudirman No. 131, Purbalingga.

Istri                           :  Hj. Erna Triyulianti

Anak                        :  1. Ratih Dian Anggraini.

   2. Nurmilasari Devi Asty.

   3. Hayyu Kusumaning Tyas

 RIWAYAT PENDIDIKAN

1. SD N SINDURAJA                    LULUS TAHUN  : 1967

2. SMP N 2 PURBALINGGA       LULUS TAHUN  : 1970

3. SMA 2 IKIP YOGYAKARTA  LULUS TAHUN  : 1974

RIWAYAT PEKERJAAN

  • Karyawan Bank Dagang Negara
  • Manager Area Bank Mandiri
  • Wabup Purbalingga (2010)
  • Bupati Purbalingga (2013)

 

Bupati Heru Sudjatmoko

Politisi Santun dan Kalem

PURBALINGGA – Tepat kiranya ketika DPP DPI Perjuangan memilih Drs H Heru Sudjatmoko, M.Si menjadi calon wakil Gubernur Jateng 2013 – 2018 berpasangan dengan Ganjar Pranowo, SH. Heru yang kini menjabat Bupati Purbalingga periode 2010 – 2015 dikenal sebagai politisi yang santun dan kalem. Pengalaman birokrasinya yang dipadu dengan pengalaman politiknya ibaratnya sumbu bertemu dengan tutup.

“Sungguh saya nggak mengira sedikitpun. Ini suatu kehormatan yang luar biasa,”  ujar Heru Sudjatmoko melalui sambungan telepon, Selasa malam (5/3). Saat ditelepon, Heru sudah berada di Semarang, untuk siap-siap mengikuti acara deklarasi  Cagub – Cawagub PDIP.

Dengan sikapnya yang merendah, Heru berujar semestinya banyak yang lebih pantas darinya untuk diposisikan sebagai Cawagub Jateng. “Saya akan berusaha istiqomah. Selanjutnya siap mengikuti proses yang sedang berjalan. Juga saya mohon dukungan semua kalangan,” ujar Heru Sudjatmoko.

Sebelumnya dalam suatu kesempatan, Heru Sudjatmoko mengungkapkan prinsipnya dalam berpolitik. Dalam melangkah, Heru berpikir matang dan tenang. Ibarat hendak berperang, Heru sudah bisa membaca strategi musuh yang akan dihadapi. Sama halnya ketika hendak mencalonkan diri sebagai Bupati tahun 2005, Heru mempertimbangkan masak-masak. Ketika itu, yang akan dihadapi adalah Bupati incumbent Triyono Budi Sasongko  yang notabene sedang naik daun. Ketika ada peluang Heru justru digandeng Triyono sebagai calon wakil bupati, Heru pun menyatakan siap.

“Ibaratnya, jika hendak menyeberangi sungai yang deras, kita perlahan dari tepi dahulu. Ketika ada kesempatan baru kita menyeberang,” kata Heru dalam suatu kesempatan. (pt)

Biografi Singkat Drs H. Heru Sujatmoko, M.Si

            Drs H Heru Sudjatmoko, M.Si dilahirkan di Purbalingga, 13 Juni 1951. Sebelum menjabat Bupati Purbalingga periode 2010  – 2015, Heru menjadi wakil Bupati Purbalingga periode 2005 – 2010 mendampingi Bupati Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si. Sebelumnya, Heru Sudjatmoko bertugas sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus.

Heru Sudjatmoko mengawali karirnya sebagai PNS di Bagian Pemerintahan Pemda Purbalingga tahun 1974, sebagai staf selama dua tahun. Kemudian sebagai Mantri Polisi Pamong Praja di Kecamatan Kejobong, juga selama dua tahun (1976-1978). Pada pertengahan 1978 mendapat kesempatan  tugas belajar di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta, sampai tahun Maret 1981.

Sekembali dari tugas belajar IIP, dipercaya mengemban jabatan sebagai Kasubbag Anggaran Pemda Purbalingga, sampai April 1982. Kemudian selama beberapa bulan sebagai Penjabat (Pj) Kabag Kesra Pemda Purbalingga. Setelah itu menjadi Camat Bobotsari (1982-1987), Camat Purbalingga (1987-1988), Kabag Kesra (1988-1991), Kepala BP-7 (1991-1998), merangkap YMT Ketua Bappeda selama lima bulan. Kemudian, terhitung sejak 14 Oktober 1998 sampai 6 Januari 1999 sebagai YMT Sekda Kudus. Sejak 6 Januari 1999, secara definitif sebagai Sekda Kudus hingga bulan Juni 2005. Jabatan Sekda dilepasnya karena warga Purbalingga mengharapkan Heru Sudjatmoko mengabdi untuk wilayah kelahirannya.

Riwayat pendidikan yang ditempuh dimulai sejak sekolah dasar di SDN di Kedunglegok, Kemangkon, lulus 1964, kemudian melanjutkan ke SMPN 2 Purbalingga, lulus 1967, SMAN 1 Purbalingga, lulus 1970, APDN, di Semarang, lulus 1974, IIP Jakarta, lulus 1981. Pendidikan S-2 ditempuh di Program Pascasarjana Magister Adminitrasi Publik Undip, Semarang, lulus tahun 2003.

Suami dari Ny Sudarli ini memiliki tiga orang anak masing-masing Priyotomo S.Sos MM, Setyaning Puruhita SH, MM, dan Cahyaning Ratri.

Ketika kembali ke Purbalingga dan mencalonkan diri sebagai wakil Bupati tahun 2005 silam, Heru Sudjatmoko menyatakan senang dan bahagianya, jika bisa mengabdi untuk masyarakat dan daerahnya sendiri. Karena itu, tidak perlu menghitung-hitung lagi secara ekonomi antara penghasilan sebagai Sekda Kudus dengan penghasilan Wabup, ketika ada kesempatan bisa pulang dan mengabdikan untuk kemajuan daerahnya. Antara lain itu, yang memotivasi Drs H Heru Sudjatmoko MSi, ingin kembali ke Purbalingga, setelah hampir tujuh tahun menjabat Sekda Kudus.

Keinginan kembalinya Heru Sudjatmoko, karena dinantikan kepulangannya ke Purbalingga untuk posisi wakil bupati Purbalingga untuk periode 2005-2010 mendampingi Drs Triyono Budi Sasongko, M.Si. “Tapi yang paling prinsip, karena saya dididik menjadi orang yang punya jiwa kebangsaan. Sebagai orang yang bekerja di pemerintahan, harus bersedia mengabdikan dirinya di manapun. Namun secara naluri, karena dilahirkan dan dibesarkan di Purbalingga, menjadi PNS di Purbalingga selama 24 tahun. Ketika ada ajakan untuk dicalonkan sebagai balon wabup, saya tergerak untuk kembali ke Purbalingga” ungkap Heru Sujatmoko mengenang saat pencalonannya.

Setelah masa jabatan wakil bupati habis pada tahun 2010, Heru digadang-gadang menggantikan posisi Triyono Budi Sasongko yang tidak bisa mencalonkan lagi sebagai bupati karena sudah dua periode. Heru akhirnya terpilih sebagai bupati Purbalingga periode 2010 – 2015 berpasangan dengan Sukento Ridho Marhaendrianto. (Prayitno)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Drs H.HERU SUDJATMOKO, M.S.i

Nama           : Drs. H. Sudjatmoko, M.Si
Tempat         : Purbalingga, 13 Juni 1951
Pekerjaan     : Bupati Purbalingga (2010 – 2015)
Alamat         : 1. Jl. Onje No. 1 B Purbalingga
( Rumah Dinas Bupati Purbalingga )
2. Jl. Pasukan Pelajar Imam No. 3 Purbalingga Wetan

Riwayat Pendidikan :
a. SDN di Kedunglegok, Kemangkon, Purbalingga Lulus tahun 1964
b. SMPN 2 Purbalingga Lulus tahun 1967
c. SMAN 1 Purbalingga Lulus tahun 1970
d. APDN (Akademi Pemerintahan Dalam Negeri) di Semarang Lulus tahun 1974
e. IIP (Institut Ilmu Pemerintahan) Depdagri di Jakarta Lulus tahun 1981
f. UNDIP Semarang – Magester Adm. Publik / Manajemen Pemerintahan Lulus tahun 2003

Riwayat Pekerjaan :
a. Staf Bagian Pemerintahan Pemda Kab. Purbalingga 1974 – 1976
b. Mantri Polisi Kecamatan Kejobong Kab. Purbalingga 1976 – 1978
c. Tugas Belajar IIP ( Intitut Ilmu Pemerintahan ) di Jakarta 1978 – 1981
d. Pejabat Kabag Kesra Setda Kab. Purbalingga 1981 – 1982
e. Camat Bobotsari, Kab. Purbalingga 1982 – 1987
f. Camat Purbalingga, Kab. Purbalingga 1987 – 1988
g. Kepala Bagian Kesra Pemda Purbalingga 1988 – 1991
h. Kepala BP-7 Kab. Purbalingga 1991 – 1998
i. Pj. Kepala BAPEDDA Kab. Purbalingga 1998
j. Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga 1998 – 2005
k. Wakil Bupati Purbalingga 2005 – 2010
l. Bupati Purbalingga 2010 – 2015

catatan :
Pensiun sebagai PNS : 1 Juli 2007 , dengan pangkat terakhir : Pembina Utama(IV/e)

Keluarga :
a. Ayah : WALIM DARMOSUPONO (Pensiunan Kepala SD/Guru) ( Meninggal dunia tahun 2008 )
b. Ibu : SUMARNI ( Meninggal dunia tahun 2004 )
c. Istri : SUDARLI, Kelahiran Purbalingga 1956

Anak-anak :
1. Priyotomo, S.Sos, MM : PNS Bappeda Purbalingga
2. Setyaning Puruhita, SH : Sekarang sdg menyelesaikan Tesis Pasca Sarjana di UGM,
Yogyakarta
3. Cahyaning Ratri, SE : Sekarang sedang melanjutkan S2 di Australia

 

 

 

 

1. Kyai Tepusrumput
Menurut babad Purbalingga, yang ditulis dalam buku sejarah lahirnya Kabupaten Purbalingga, yang merupakan hasil kajian sejarah antara pemerintah kabupaten Purbalingga dengan LPM Universitas Gajah Mada, di jelaskan bahwa cikal bakal Purbalingga berawal dari kisah seorang tokoh yang bernama Kyai Tepusrumput. Pada suatu saat, ketika Kyai Tepusrumput sedang bertapa di bawah pohon Jatiwangi, Ia di datangi oleh seorang laki-laki tua bernama Kyai Kantaraga. Kyai Kantaraga memerintahkan agar Ia bertapa di bawah pohon Pule selama 40 hari.
Setelah perintah itu dilaksanakan, yaitu bertapa selama 40 hari, Ia mendapatkan sebentuk cincin emas, yang ternyata bernama Socaludira. Cincin itu, ternyasta adalah milik Sultan Pajang yang hilang.
Karena mengetahui bahwa cincin Socaludira adalah milik Sultan Pajang maka Ia mengembalikannya. Saking girangnya Sultan Pajang menemukan kembali cincin kesayangannya itu, maka Sultan Pajang memberikan hadiah kepada Kyai Tepusrumput seorang putri triman yang sedang hamil 4 bulan.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya putri triman itu melahirkan jabang bayi laki-laki, yang kemudian Ia serahkan kembali kepada Sultan Pajang. Akan tetapi, oleh Sultan Pajang bayi tersebut diserahkan kembali kepada kyai Tepusrumput, yang kemudian bergelar Kyai Ageng Ore-ore
Setelah tumbuh dewasa, anak dari putri triman atau anak tiri dari Kyai Tepusrumput menggantikan kedudukan Kyai Tepusrumput dengan gelar Kyai Adipati Anyakrapati atau Adipati Onje II.
2. Adipati Onje II
Adipati Anyakrapati atau Adipati Onje II memperistri dua orang yang berasal dari Cipaku dan Pasir Luhur. Dari istri yang berasal dari Cipaku, Ia di karuniai 2 orang putra, yakni; Raden Cakra Kusuma dan Raden Mangunjaya. Selanjutnya dengan istri keduanya yang berasal dari Pasir Luhur, Adipati Anyakrapati atau Adipati Onje II di karuniai 2 putera yang semunya adalah perempuan.
Karena selalu terjadi percekcokan dalam keluarga akhirnya Adipati Onje membunuh kedua istrinya. Selanjutnya Ia kawin dengan anak perempuan Adipati Arenan yang bernama Nyai Pingen.
Dari perkawinan tersebut, Adipati Onje II, dikaruniai seorang putra bernama Kyai Arsa Kusuma yang kemudian berganti nama menjadi Kyai Arsantaka.
3. Kyai Arsantaka
Setelah dewasa, Kyai Arsantaka kawin dengan 2 orang putri. Istri pertama bernama Nyai Merden dan istri kedua bernama Nyai Kedung Lumbu. Dari istri pertama, Kyai Arsantaka di karuniai 5 orang putera, yakni; pertama Nyai Arsamenggala, kedua Kyai Dipayuda, ketiga Kyai Arsayuda, yang kemudian menjadi menantu Tumenggung Yudanegara II. Putera keempat bernama Mas Ranamenggala dan kelima adalah Nyai Pancaprana. Dengan istri kedua, Kyai Arsantaka di karuniai 1 putera yaitu Mas Candrawijaya, yang di kemudian hari menjadi Patih Purbalingga.
Dari babad inilah maka selanjutnya masyarakat Purbalingga meyakini bahwa Kyai Arsantaka merupakan leluhur para penguasa di Kabupaten Purbalingga.
Kabupaten Purbalingga, menurut Babad Purbalingga, di awali ketika Kyai Arsayuda, Putera ke-3 Kyai Arsantaka dari istri pertamanya yaitu Nyai Merden, di jadikan menantu Tumenggung Yudanegara II, yang kemudian diangkat sebagai Bupati Banyumas, selanjutnya diangkat menjadi Bupati Purbalingga dengan gelar Ngabehi Dipayuda III.
1. R. Tumenggung Dipayuda III
R. Tumenggung Dipayuda adalah putra ke-3 dari Kyai Arsakusuma yang berganti nama menjadi Kyai Arsantaka dengan istri yang bernama Nyai Merden. Banyak babad atau cerita tentang berdirinya sebuah pusat kekuasaan kabupaten Purbalingga, dimana Kyai Arsantaka disebut-sebut sebagai cikal bakal berdirinya kabupaten Purbalingga. Dari perkawinannya dengan Nyai Merden, Kyai Arsantaka dikaruniai 5 orang putera, yakni: Nyai Arsamenggala, Kyai Dipayuda I, Kyai Arsayuda, Mas Ranamenggala dan terakhir adalah Nyai Pancaprana.
Sebelum menjadi Bupati Purbalingga, Kyai Arsayuda adalah menantu dari Tumenggung Yudanegara II ( 1728-1759) yang kemudian diangkat sebagai Bupati Banyumas, selanjutnya diangkat sebagai Bupati Purbalingga bergelar Ngabehi Dipayuda III.
Pada masa kekuasaan R. Tumenggung Dipayuda III, pemerintahannya dianggap monumental karena desa Purbalingga di jadikan sebagai Ibukota kabupaten yang sebelumnya berada di Karang lewas.
2. R. Tumenggung Dipakusuma I]]
R. Tumenggung Dipakusuma adalah putra dari Ngabehi Dipayuda III dengan istri ke-3 yang bernama Nyai Tegal Pingen (putri dari Kyai Singayuda dan cucu dari Pangeran Mahdum Wali Prakosa, Pekiringan). Dari perkawinan tersebut, R. Ngabehi Dipayuda III dikaruniai 5 orang putra, yakni; pertama Raden Tumenggung Dipakusuma I yang kemudian menjadi Bupati Purbalingga menggantikan Ngabehi Dipayuda III, kedua Raden Dipawikrama yang kemudian menjadi Ngabehi Dayuh Luhur, ketiga R. Kertasana yang kemudian diangkat menjadi Patih purbalingga, keempat R. Nganten Mertakusuma dan kelima Kyai Kertadikrama yang kemudian diangkat menjadi Demang Purbalingga.
3. R. Tumenggung Bratasoedira (24 Juni 1830)
R. Tumenggung Bratasoedira adalah putra dari R. Tumenggung Dipakusuma I dengan Raden Ayu Angger, puteri Pangeran Aria Prabu Amijaya yang berarti cucu dari Mangkunegara I. Dengan perkawanan tersebut, R. Tumenggung Dipakusuma I dikaruniai 4 putra, yakni; pertama Raden Mas Tumenggung Bratasoedira ( Raden Mas Danukusuma), Kedua Raden Mas Bratakusuma, ketiga Raden Mas Tumenggung Dipakusuma II ( Raden Mas Taruna Kusuma I), dan keempat adalah Raden Ayu Suryaningrat.
4. R. Tumenggung Taruna Kusuma I (1 Agustus 1830)
R. Tumenggung Taruna Kusuma adalah adik dari R. Tumenggung Bratasoedira, yang berarti adalah putra ke-3 dari R. Tumenggung Dipakusuma I dengan istrinya Raden Ayu Angger ( cucu dari Amangkurat I).
5. R. Tumenggung Dipa Kusuma II (22 Agustus 1831)
R. Tumenggung Dipa Kusuma II adalah putra dari Raden Mas Tumenggung Bratasudira (Bupati Purbalingga ke-3) yang kawin dengan Mbok Mas Widata dari Kawong. Dari perkawinan tersebut di karuniai 4 putra, yakni; pertama Raden Ayu Mangkusudira, kedua Raden Anglingkusuma, ketiga Raden Mas Tumenggung Dipa Kusuma II, keempat Raden Dipasudira.
6. R. Adipati Dipa Kusuma III (7 Agustus 1846)
R. Adipati Dipa Kusuma III adalah putera pertama dari R. Tumenggung Dipa Kusuma II dengan istri keduanya yaitu Raden Ayu Karangsari, puteri dari Raden Tumenggung Citrasuma, Bupati Jepara.
7. R. Tumenggung Dipa Kusuma IV (4 Sept 1869)
R. Tumenggung Dipa Kusuma IV adalah putra dari Raden Tumenggung Dipa Kusuma II dengan istri ke-3 nya yang bernama Raden Ayu Brobot. Dengan istri ke-3 nya, Dipa Kusuma II di karuniai 5 putra, yakni; pertama Raden Ayu Adipati Suranegara, menjadi bupati Pemalang, kemudian yang kedua R. Dipaningrat, ketiga Raden Dipaatmadja yang kemudian menjadi patih Banyumas selanjutnya menjadi Bupati Purbalingga dengan gelar Raden Tumenggung Dipa Kusuma IV. Kemudian keempat adalah Raden ayu Dipasudira dan kelima Raden Ayu Mangku Atmadja.
8. R. Tumenggung Dipa Kusuma V (14 Februari 1868)
R. Tumenggung Dipa Kusuma V adalah putra dari R. Tumenggung Dipa Kusuma IV dengan istrinya yang bernama Raden Ayu dipa Atmadja. Dari perkawinan tersebut di karuniai 8 putra, yakni; Raden Ayu Tumenggung Cakraseputra, menjadi Bupati Purwokerto, kedua Raden Tumenggung Dipa Kusuma V ( Kanjeng Candi Wulan), ketiga Raden Adipati Dipa Kusuma VI, keempat Raden Ayu Wiryaseputra, kelima Raden Sumadarmaja, keenam Raden Ayu Adipati Cakranegara, ketujuh Raden Ayu Taruna Kusuma IV, dan kedelapan Raden Ayu taruna Atmadja.

9. R. Brotodimedjo (20 Nopember 1893-13 Sept 1899)
Raden Brotodimedjo adalah Ymt Bupati Purbalingga. Ia adalah mantan patih Purbalingga.
10.R. Tumenggung Adipati Dipa Kusuma VI (13 Sept 1899)
R. Tumenggung Dipa Kusuma VI adalah adik dari Dipa Kusuma V, yang berarti putra ketiga dari R. Adipati Dipa Kusuma dengan istri yang bernama Raden ayu Dipa Atmadja.
11. K.R.A.A. Soegondo (29 Oktober 1925)
K.R.A.A Soegondo adalah putra dari Raden Tumenggung Dipa Kusuma IV, yang sekaligus menjadi menantu dari Paku Buwono X di Surakarta.
Selanjutnya setelah kekuasaan K.R.A.A. Soegondo berakhir, terjadi kevakuman. Baru kemudian, setelah Indonesia merdeka bupati Purbalingga diangkat oleh DPRD, berturut-turut dapat disebutkan sebagai berikut:
12. Mas Soeyoto (1946-1947)
13. R. Mas Kartono (1947-1950)
14. R. Oetoyo Koesoemo (1950-1954)
15. R. Hadisoekmo (1954-1960)
16. R. Mohammad Soedjadi (1960-1967)
17. R. Bambang Moerdharmo, SH (1967-1973)
18. Letkol PSK Goentoer Daryono (1973-1979)
19. Drs. Soetarno (1979-1984)
20. Drs. Soekirman (1984-1989)
21. Drs. Soelarno (1989-1999)
22. Drs. H. Triyono Budi Sasongko, M.Si + Drs. Sotarto Rahmat (2000-2005)
23. Drs. H. Triyono Budi Sasongko, M.Si + Drs. Heru Sudjotmoko,M.Si (2005-2010)
24. Drs. Heru Sudjatmoko, M.Si+ Drs. Sukento Ridho Marhaendriyanto,M.Si (2010-2013)
25. Drs. Sukento Ridho Marhaendriyanto,M.Si (2013 – 2015)