1011 Guru Madin dan 385 P3N Terima Honor

Bupati di Depan Guru Madin dan P3N 1Sebanyak 1.011 guru Madrasah Diniyah (Madin) dan 385 Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) menerima honor dari Pemkab Purbalingga, di Pendopo Dipokusumo, Jumat (19/12). Meski secara nominal tidak besar, para guru Madin dan P3N mengaku bersyukur atas perhatian Pemkab terhadap kesejahteraan mereka.

“Saya selama ini mengajar Madin dan TPQ, lebih dari 40-an tahun, insya Allah tidak berpikir sama sekali untuk mendapatkan honor atau bayaran apapun. Jadi, ini dapat honor, ya alhamdulillah. Rizki dari Allah,” ujar Mukaromah (57) warga Dusun Karangduren RT 02 RW 07 Desa Baleraksa Kecamatan Karangmoncol.

Ibu rumah tangga lulusan MTS Negeri Karanganyar ini mengaku memperoleh kebahagiaan dengan aktif di masyarakat. Tak hanya mengajar Madin, istri pensiunan Guru MI ini juga aktif di organisasi otonom NU Fatayat sejak muda dan kini menjadi tokoh Muslimat di desanya.

“Prinsip saya, bekerja menyalurkan ilmu dunia akhirat itu lebih bermanfaat dari sekedar mencari uang. Siapa yang menolong agama Allah, dia pasti akan ditolong Allah,” ujar ibu dari enam orang anak yang semuanya sarjana ini.

Tak hanya Mukaromah, Ahmad Abdul Kuswono (48), P3N yang berdomisili di Kelurahan Karangmanyar RT 02/02 Kecamatan Kalimanah juga sangat berterima kasih kepada Pemkab Purbalingga. Meski nominal sementara ini hanya Rp 70ribu/bulan yang dibagikan satu semester sekali, Kuswono tidak mempermasalahkannya.

“Karena ini sebenarnya tanggung jawab Kementerian Agama. Tapi disini Pemkab Purbalingga ternyata berempati. Ya kami sangat terima kasih,” ujar laki-laki yang dipercaya menjadi Koordinator P3N se-Kabupaten Purbalingga.

Terpisah, dalam sambutannya, Bupati Drs H Sukento Rido Marhaendrianto MM mengatakan sebenarnya pemberian honor senilai total Rp 586.320.000 dalam semester ini pekerjaan ‘sunnah’ dari Pemkab Purbalingga. Namun, pihaknya tetap menyalurkan dana ini sebagai apresiasi sekaligus motivasi kepada para guru madin dan P3N.

“Jangan dilihat nominalnya. Semoga bermanfaat,” katanya seraya mengingatkan semua yang hadir bersila di Pendopo Dipokusumo, agar terus-menerus berupaya mewujudkan masyarakat berakhlakul karimah.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *