Roadshow Kewirausahaan Kertanegara1Selama kurun waktu tahun 2014 ini, perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Purbalingga mengalami peningkatan cukup signifikan. Baik dalam hal pelaku usaha maupun produk yang dihasilkan. Bahkan diantara produk yang ada, telah mampu menembus pasar nasional

“Ini menjadi suatu tanda kebangkitan UMKM Purbalingga. Sekarang tinggal dibutuhkan gerakan seluruh elemen di Purbalingga untuk mengkonsumsi produk-produk UMKM,” ujar Bupati Sukento Rido Marhaendrianto saat kegiatan Road Show Kewirausahaan di Aula Kecamatan Kertanegara, Kamis (30/10).

Diungkapkan Bupati, Pemkab Purbalingga melalui SKPD terkait terus melakukan pembinaan kepada para pelaku UMKM. Seperti melakukan kegiatan road show kewirausahaan dengan  memunculkan berbagai produk UMKM yang berkembang di wilayah kecamatan. Menurut Bupati, dari beberapa kegiatan roadshow, banyak produk yang telah memenuhi standar pemasaran baik dari sisi kualitas produk  maupun kemasannya. Tapi masih banyak juga yang harus ditingkatkan.

“Memang biasanya permasalahan pelaku UMKM ya pada pemasaran dan permodalan. Ini akan terus kita fasilitasi,” katanya.

Gandeng Toko Modern.        

Guna memberikan solusi bagi permasalahan pemasaran, Bupati Sukento meminta Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) dan Kantor Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (KPMPT) untuk berkordinasi agar produk UMKM dapat masuk ke toko modern yang ada di Purbalingga. Bupati bahkan meminta KPMPT memasukan syarat kesanggupan menampung produk local bagipengurusan  izin mendirikan toko baru.

“Nanti saya mau menekan siapa saja yang meminta izin membuka toko, paling tidak harus sanggup menjual 10 persen produk local dari omset yang ada. Kalau ini bisa terealisasi, maka efeknya luar biasa bagi kesejahteraan UMKM,” jelasnya.

Menurut Bupati, perputaran hasil produk makanan di Purbalingga dalam setahun hampir  mencapai satu trilyun rupiah. Bila 10 persennya, adalah produk UMKM Purbalingga maka diperoleh angka Rp 100 miliar untuk penyerapan  produk lokal pelaku UMKM.

Jika konsep ini telah berjalan, lanjut Bupati, maka Pemkab Purbalingga akan mampu mengurangi subsidi beras miskin (raskin) yang mencapai Rp 84 miliar setahun dan setara dengan anggaran pembangunan infrastruktur di Purbalingga.

“Pengembangan produk UMKM juga untuk menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan Purbalingga EMAS. Apalagi 2017 nanti Bandara Wirasaba dapat beroperasi komersial dan pariwisata Purbalingga lebih berkembang,” tandasnya.