PKPBupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto meminta para kepala desa untuk memperbanyak doa agar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) kabupaten Purbalingga tahun 2015 dapat ditetapkan tepat waktu  oleh DPRD. Pasalnya kalau APBD terlambat ditetapkan apalagi sampai tidak ditetapkan oleh DPRD, maka masyarakat akan mengalami banyak kerugian.

“Kalau tidak digedog oleh dewan (RAPBD-red), maka desa akan rugi. Kembali hanya akan menerima ADD Rp 48 miliar per tahun, tidak jadi Rp 120 miliar. Sementara proyek-proyek seperti padat karya pangan dan lainnya tidak lagi dialokasikan oleh APBD,” ujar Bupati Sukento usai meresmikan kegiatan Padat Karya Pangan (PKP) se kabupaten Purbalingga, dipusatkan di desa Kedungwuluh Kecamatan Kalimanah, Senin (1/12).

Hal itu disampaikan Bupati menyusul kekhawatiran adanya pihak-pihak yang menginginkan RAPBD Purbalingga 2015 tidak ditetapkan oleh DPRD. Sehingga, lanjut Bupati, masyarakat melalui para kepala desa mengetahui dan ikut melakukan lobi kepada para wakil rakyat agar APBD dapat ditetapkan tepat waktu.

Sebelumnya, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPPKP), Lily Purwati menuturkan, pada 2015 kegiatan PKP tidak lagi dilaksanakan oleh BPPKP. Karena anggaran untuk kegiatan PKP telah dialihkan untuk menambah ADD pemerintah desa.

“Kedepan, kami hanya akan memfasilitasi pengembangan lumbung melalui pengisian gabah di kelompok lumbung yang sudah dibangun. Dananya dialokasikan melalui dana DAK, APBD I dan APBD II,” jelas Lily.

Pada 2014 ini, lanjut Lily, Pemkab Purbalingga melaksanakan kegiatan fasilitasi padat karya pangan dan pengadaan sarana dan prasarana lumbung dengan anggaran mencapai Rp 1,415 miliar. Terdiri dari anggaran untuk PKP Rp 771,2 juta dan pembangunan lumbung pangan masyarakat desa (LPMD) Rp 644,7 juta.

Kegiatan PKP dilaksanakan di 20 desa yang dimanfaatkan untuk kegiatan rabat jalan, pengerasan jalan, irigasi dan talud. Sedangkan kegiatan LPMD dilaksanakan oleh empat kelompok LPMD yakni LPMD Meratani di desa Sumilir kecamatan Kemangkon, Sri Handayani desa Karangsari kecamatan Kalimanah, Sri Rejeki desa Cilapar, Kaligondang dan LPMD Maju Makmur kecamatan Kalimanah.

“Hasil kegiatan secara simbolis diresmikan oleh Bapak Bupati berupa pengerasan jalan usaha tani di desa Karangsari, Kalimanah sepanjang 373,3 meter x 2,6 meter. Kemudian LPMD Sri Rejeki desa Karansari, Kalimanah,” jelasnya.

Program PKP merupakan kegiatan pembangunan sarana prasarana fisik pedesaan yang dilaksanakan oleh masyarakat dengan kompensasi bahan pangan beras sebagai upah kerja.Tujuannya, untuk meningkatkan ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat melaui partisipasi dan keterlibatan secara  aktif dalam pembangunan.