PURBALINGGA – Komitmen Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH, MM terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan terus dibuktikan. Setelah dua tahun terakhir berhasil merehab sejumlah pasar tradisional, pada 2018 ini Pemkab bakal kembali merehab 6 pasar tradisional yang tersebar di sejumlah tempat. Dua diantaranya adalah Pasar Rakyat Desa Kertanegara Kecamatan Kertanegara dan Pasar Rakyat Desa Cipaku Kecamatan Mrebet.

“Tiap tahun kita akan terus merenovasi pasar tradisional di kabupaten Purbalingga. Salah satunya pasar tradisional Desa Kertanegara Kecamatan Kertanegara yang sudah mulai dilakukan pekerjaan rehab. Anggaranya Rp 1,362 miliar,” ujar Bupati Tasdi saat melakukan pemantauan proyek pembangunan tahun 2018 di Pasar Kertanegara, Minggu (20/5).

Pada kegiatan pemantauan proyek pembangunan itu, Bupati didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Drs. Widiyono, MSi, Kepala Bapelitbangda Yani Sutrisno UN, Ssos, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Priyo Satmoko, SH, MH, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Drs Sidik Purwanto dan sejumlah pejabat pemkab lainnya. Selain Pasar Kertanegara, Bupati juga menyambangi Pasar Cipaku Kecamatan Mrebet yang juga sudah dalam proses pekerjaan rehab.

Dikatakan Bupati konsep pembangunan pasar tradisional kedepan adalah melengkapi pasar tersebut dengan area parkir sehingga memudahkan masyarakat saat mengunjungi pasar tradisional. Disamping itu juga akan berpengaruh pada ketertiban dan kenyamanan pedagang dan masyarakat dalam bertransaksi.

“Nanti pasar ini (Kertanegara-red) kita mundurkan 10 meter untuk parkir. Termasuk pasar Cipaku juga demikian. Harapanya bisa untuk meningkatkan kesejahteraan para pedagang dan ekonomi kerakyatan,” katanya.

Kepala Dinperindag Purbalingga Drs. Sidik Purwanto menuturkan, untuk tahun 2018 ini, pihaknya akan melakukan pekerjaan rehabilitasi pasar tradisional sejumlah 6 unit. Keenam pasar tradisional yang akan direhab yakni Pasar Kertanegara, Pasar Kaligondang, Pasar Cipaku, Pasar Tobong Kutasari, Pasar Bukateja dan Pasar Segamas. Dua pasar terakhir yakni pasar bukateja merupakan pekerjaan lanjutan dengan anggaran Rp 4 miliar dan Pasar Segamas untuk pembangunan kios kerajinan senilai Rp 1,2 miliar.

“Total dana yang dibutuhkan untuk rehab 6 pasar mencapai Rp 15 miliar. Anggaranya dari Dana DAK, Dana Perbantuan dan APBD Purbalingga,” jelasnya.

Anggaran rehabilitasi pasar tradisional dari Dana DAK meliputi pembangunan los pasar Segamas Rp 1,2 miliar, rehab Pasar Kertanegara Rp 1,362 miliar, Rehab Pasar Kaligondang Rp 750 juta dan Rehab Pasar Cipaku Rp 1,3 miliar.

Sedangkan dari dana Tugas Pembantuan untuk rehabilitasi pasar Tobong Kutasari senilai Rp 6 miliar dan dana APBD Purbalingga Rp 4 miliar untuk pekerjaan lanjutan renovasi Pasar Bukateja.

Selain meninjau pasar tradisional, Bupati Tasdi juga meninjau pelaksanaan kegiatan pengaspalan jalan Letnan Yusuf Kembaran Kulon, kemudian mampir di lokasi Pusat jajan Serba Ada (Pujasera) Curgecang Kuliner Center (CKC) yang akan segera beroperasi pertengahan ramadhan nanti.

Dari CKC, pemantauan dilanjutkan menuju Rumah Sakit Ibu dan Anak Daerah (RSIAD) Panti Nugroho, PDAM Purbalingga dan lanjutan pembangunan gedung DPRD di jalan S Parman Purbalingga. Setelah itu dilanjutkan dengan pemantauan pekerjaan lanjutan pembangunan jembatan Tegalpingen – Pepedan, kantor Kecamatan Rembang, , penanganan Jembatan Kali Wotan Kertanegara, Pasar Kertanegara,  revitalisasi obyek wisata Goa Lawa Purbalingga (Golaga) dan rehab Pasar Cipaku Mrebet. (Hr/humas)