Sejumlah 379 orang mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN), Pos  Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di Kabupaten Purbalingga. Dari jumlah tersebut, mereka akan ditempatkan di empat kecamatan dan 40 desa. Untuk  wilayah Kecamatan Rembang 112 mahasiswa, Karanganyar 55 mahasiswa, Kertanegara 113 mahasiswa dan Karangmoncol 103 mahasiswa.

“Waktu  pelaksanaannya, selama 36 hari yang dimulai dari  tanggal 20 Januari hingga 24 Pebruari 2015. Sebelum mereka diterjunkan untuk KKN di desa-desa, sudah diberikan pembekalan berupa arah pembangunan daerah, serta gambaran umum Kabupaten Purbalingga dari Bappeda, Dinkes dan Bapermasdes,”terang Koordinator Tim Pembina KKN Posdaya Unsoed Kabupaten Purbalingga, Setiyadi di Pendapa Dipokusumo Selasa (20/1), saat acara Penerimaan Mahasiswa KKN Posdaya Unsoed Tahun 2015 Setiyadi, yang dihadiri Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto, Wakil Rektor I Unsoed Masyedi, Dekan Fapet, Sekretaris LPPM Unsoed, Kepala Badan/Dinas/Kantor serta diikuti mahasiswa peserta KKN.

Setyadi yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Purbalingga menambahkan, bahwa KKN oleh beberapa perguruan tinggi saat ini menjadi kukerta, selain itu Dirjen Dikti juga sudah mewajibkan setiap perguruan tinggi (PT) untuk melaksanakan kegiatn tersebut sebagai intrakurikuler yang memadukan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Beberapa PT,  KKN adalah bentuk kegiatan pengabdian mahasiswa terjun langsung di dalam masyarakat. Dimana dalam hal tersebut, mahasiswa langsung berhubungan dengan masyarakat dan menerapkan berbagai ilmu serta pengalamanya untuk membangun serta mengabdi ke dalam masyarakat,”ujarnya.

Wakil Rektor I Unsoed Purwokerto Masyedi mengatakan, KKN merupakan kegiatan intrakurikuler yang wajib diikuti mahasiswa bagi mahasiswa S1 di Unsoed. Selain itu, mahasiswa bersama masyarakat agar saat KKN dapat memanfaatkan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia ( SDM) setempat. Sehingga dengan pelaksanaan KKN ini diharapkan  ada beberapa tujuan yang akan dicapai bersama.

“Paling tidak bagi mahasiswa sendiri bisa meningkatkan empati  terhadap masyarakat, selanjutnya dapat melatih menjadi motivator, dinamisator, inovator, maupun fasilitator. Sedangkan manfaatnya bagi masyarakat dan pemkab, dengan adanya kegiatan KKN bisa meningkatkan kualitas SDM, menumbuhkan  kesadaran masyarakat mandiri maupun menggali potensi swadaya masyaraka,”pintanyat.

Sedangka bagi perguruan tinggi, tambah Masyedi, hal tersebut  untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan meningkatkan hubungan kerjasasama dengan pemerintah daerah. Untuk periode ini Unsoed menerjunkan 1097 mahasiswa yang berasal dari 12 fakultas.

“Khusus untuk Purbalingga jenis KKN yang dilaksanakan adalah KKN Tematik Posdaya, para mahasiswa yang akan diterjunkan ke desa di empat kecamatan, didampingi dosen pembimbing lapangansebanyak 12 orang. Dan mahasiswa sudah dibekali baik berupa materi isi maupun materi proses,”tandasnya.

Dalam sambutannya bupati Purbalingga, terima kasih atas kepercayaan Unsoed  Purwokerto yang menjadikan Purbalingga sebagai lokasi KKN Posdaya. Harapanya kerjasama tersebut dapat memberikan keuntungan pada dua belah pihak.

“Terimaksih atas kerjasama yang terjalin selama ini, mudah mudahan pelaksanaan KKN ini bisa menguntungkan baik para mahasiswa,  universitas,  maupun pemkab Purbalingga dan masyarakatnya,”harapnya.

Selain itu Sukento juga berpesan  agar mahasiswa ketika pertama akan terjun kedesa yang menjadi sasaran pembangunan Pemkab Purbalingga, dapat mengedukasi kepada masyarakat tentang semua potensi yang ada di Purbalingga.

“Di desa inilah kalian akan mengetahui yang menjadi kebijakan serta  sasaran tentang arah pembangunan pemda Purbalingga. Selain itu di pedesaan  masih banyak masyarakat yang miskin serta  pendidikannya  terbatas, sehingga masyarakat perlu diedukasi tentang arah kebijakan pemkab dan wawasan kebangsaan. Untuk itu, mahasiswa agar melaporkan kepada saya melaui dosen tentang  semua potensi SDA dan SDM yang ada di Purbalingga,”pintanya.