38 KK Mendapatkan Bantuan Dari Gubernur Jateng

BantuanSebanyak 38 Kepala Keluarga (KK)  tertimpa berbagai musibah yang terjadi pada tanggal 1 Pebruari dan 29 Maret 2014 di wilayah Kabupaten Purbalingga mendapatkan bantuan dari Gubernur Jawa Tengah. Bantuan  tersebut, diberikan untuk korban bencana yang mengalami kerusakan, seperti rumah roboh dan rusak berat, sedangkan korban bencana yang mengalami kerusakan tingkat sedang sudah dibantu dengan dana APBD Kabupaten Purbalingga. Penyerahan bantuan secara simbolis diserahkan oleh Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaedrianto,didampingi Asisten Perekonomian Pembangunan Dan Kesejahteraan Sekda Kabupaten Purbalingga Susilo Utomo, Kepala Pelakasana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga Priyo Satmoko, kepada para korban bencana ,di Gedung Graha Adi Guna Senin (13/10).

Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto, usai menyerahkan bantuan akibat bencana mengatakan, pemerintah dalam hal ini, baik yang ada di propinsi maupun kabupaten, tentunya tidak bisa  mengkover seluruh bencana yang terjadi di masyarakat.

“Sedangkan bantuan seperti yang berasal dari propinsi diharapkan bisa meringankan beban penderitaan warga yang tertimpa bencana.Mudah-mudahan bantuan yang relatif sedikit ini minimal dapat mengurangi beban derita warga yang kesusahan karena tertimpa musibah,”harapnya.

Bupati Kento mengajak, agar masyarakat tidak henti-hentinya untuk terus memanjatkan doa, karena dengan doa bencana yang datang bisa dihindari. Menurutnya kejadian musibah ada beberapa golongan, musibah yang pertama adalah musibah yang bisa dihindari, caranya menghindari musibah itu dengan kekuatan doa.

“Sedangkan ukuran kekuatan doa itu seperti apa, tergantung doa dari pada seluruh masyarakat. Musibah yang kedua, musibah bisa datang, dan juga bisa pergi itu tergantung doa kita juga. Di kala kita tidak berdoa, musibah akan datang menghampiri, kalau doanya kuat musibah akan pergi, dikala doa kita lemah musibah akan menghampiri, makanya dianjurkan untuk berdoa terus menerus,”pintanya.

Untuk itu, sambung Kento masyarakat diminta untuk terus berdoa setiap saat, minimal setelah beribadah/sholat, baik berdoa untuk seluruh masyarakat di Kabupaten Purbalingga, maupun bagi keluarga, serta dirinya sendiri.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga, Priyo Satmoko dalam sambutannya mengatakan, bahwa penerima bantuan dari Gubernur Jawa Tengah, merupakan, korban bencana yang terjadi pada tanggal 1 Pebruari dan 29 Maret , serta merupakan korban bencana yang mengalami kerusakan, seperti rumah roboh, dan rusak berat akibat angin kencang, banjir, dan tanah longsor.

“Jumlah penerima bantuan sebanyak 38 orang, berasal dari delapan desa yang ada di lima kecamatan. Sedangkan jumlah bantuan yang diterima Rp 157.000.000,-, masing-masing untuk korban rumah roboh sebanyak  lima orang, dan masing-masing menerima Rp 5.000.000,-. Dan untuk korban rumah rusak berat sejumlah 33 orang masing-masing menerima bantuan Rp 4.000.000,-,”jelasnya.

Menurut Priyo, jumlah korban yang mengalami kerusakan di Desa Sirau Kecamatan Karangmoncol  sebanyak empat KK, dengan rincian satu rumah roboh, dan tiga rumah mengalami rusak berat. Desa Tetel Kecamatan Pengadegan satu KK  rumahnya roboh, Desa Kramat Kecamatan Karangmoncol satu KK rumahnya mengalami rusak berat. Desa Karangjambu satu KK rumahnya rusak berat, serta di Desa Jingkang Kecamatan Karangjambu empat KK rumahnya mengalami rusak berat. Sedangkan di Desa Meri, Kecamatan Kutasari, rumah yang tertimpa musibah sebanyak 22 KK dengan sebanyak 19 rumah rusak berat, serta tiga rumah roboh. Desa Sumingkir, Kecamatan Kutasari, sebanyak empat KK rumahnya mengalami rusak berat, serta di Desa Galuh, Kecamatan Bojongsari hanya satu KK yang rumahnya mengalami rusak berat.

Rusak Ringan Mendapatkan Bantuan Dari APBD Kabupaten

 Priyo menuturkan, bahwa kejadian bencana yang menagkibatkan kerusakan ringan pada bangunan rumah warga dibantu melalui APBD Kabupaten. Seperti pada tanggal 1 Pebruari 2014 lalu terjadi angin kencang di beberapa desa yaitu, Desa Tetel Kecamatan Pengadegan, banjir di Desa Kramat Kecamatan Karangmoncol, Desa Karangjambu.Dan kejadian  bencana tanah longsor terjadi di Desa Sirau Kecamatan Karangmoncol, Desa Jingkang Kecamatan Karangjambu, serta jumlah terdampak dari bencana tersebut sejumlah 76 bangunan rumah mengalami kerusakan.

“Taksiran kerugian akibat bencana tersebut, sebesar Rp 2.623.500.000,-, dan korban yang mengalami kerusakan tingkat sedang sebanyak 21 orang, serta sudah dibantu menggunakan APBD Purbalingga, yang penyerahannya melalui Bagian Kesra Setda Kabupaten Purbalingga,”tuturnya.

Priyo menambahkan, bahwa pada tanggal 29 Maret 2014 lalu, terjadi angin puting beliung di Desa Meri, dan Desa Sumingkir Kecamatan Kutasari, Desa Galuh serta Desa Banjaran Kecamatan Bojongsari. Jumlah terdampak sebanyak 274 bangunan rumah rusak. Taksiran kerugian bencana sebesar Rp 659.845.000,- dua korban rumah roboh, serta 87 korban rumah rusak sedang, sudah dibantu menggunakan APBD yang diserahkan melalui Bagian Kesra Setda Kabupaten Purbalingga.

“Jumlah kejadian bencana dan kebakaran sampai dengan bulan Oktober 2014 sebanyak 52 kejadian, yang teresbar di 17 desa Kecamatan, dengan rincian, angin puting beliung hingga akhir Oktober 15 kejadian. Kebakaran 25 kejadian, banjir satu kejadian, sedangkan untuk gempa tidak ada kejadian,”pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *