Sungai Klawing dengan berbagai material yang ada, mulai dari pasir, batu, serta galian C, sebagai asset yang tak ternilai harganya.Selain galian C, material lainya berupa batu berharga yang ada di sungai tersebut, masyarkat diminta untuk menjaga bersama-sama  kelestarian dan keberadaan asset tersebut.

“Demi Purbalingga, mari jaga asset kita semua bersama-sama.  Jangan sampai  keberadaan  asset berharga di sungai tersebut, seperti batu Klawing dan material lainnya dinikmati oleh bukan orang Purbalingga. Kedepan untuk lebih mendukung keberadaan para perajin batu Kalwing di Purbalingga, saya berharap mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama  akan diterbitkan perda yang mengatur hal tersebut,”tutur Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto di Pendapa Dipokusumo, Senin (1/12).

Sukento yang juga kolektor batu akik Klawing, mempunyai harapan agar Purbalingga dapat menjadi pusat penjualan batu seperti di kawasan antara Bangkok dan Pataya di Thailand. Selain itu dia juga meminta semua warga  yang lahir dan ber KTP Purbalingga, diwajibkan untuk  menggunakan kerajinan batu Sungai Klawing.

“Bagi yang cinta Purbalingga, serta untuk semua warga yang mempunyai KTP Purbalingga.  Apalagi  yang lahir di sini, wajib memakai batu Klawing,”pintanya.

Bupati menambahkan, bahwa dalam waktu dekat pameran batu Klawing direncanakan akan dilaksankan pameran di Jakarta, menyusul juga  pameran serupa di Purbalingga. Bupati juga berharap, agar material Sungai Klawing berupa galian c jangan sampai dinikmati kabupaten tetangga yang berakibat pada rusaknya infrastruktur di Purbalingga.

“Untuk itu, mari jaga bersama seluruh asset sungai Klawing dan sungai lainya yang ada di Purbalingga. Jangan sampai galian c dinikmati oleh kabupaten tetangga. Sehingga infrastruktur seperti  jalan menjadi hancur serta membuat kacau dan amburadul APBD kita,”ujarnya.