Suasana silaturahmi Bupati Purbalingga bersama Toga Tomas Kabupaten Purbalingga di Ruang Pertemuan VVIP Pringgitan (1)

Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto merasa prihatin dengan kondisi moral serta perilaku masyarakat sekarang yang cenderung tidak religius.

Untuk itu dia meminta kepada para alim-ulama untuk memberikan masukan-masukan terkait dengan visi pemkab untuk mewujudkan Purbalingga yang semakin berkualitas, berakhlak mulia, beretika, serta memiliki jatidiri dan semangat nasionalme.

“Kami tidak anti kritik, apapun yang disampaikan oleh masyarakat akan kami tanggapi mulai dari permasalahan di bidang agama dan kemasyarakatan akan kami tindaklanjuti. Walaupun hanya lobang jalan, tanah longsor serta sekecil apapun  pengaduan dari masyarakat kami selalu cek kelokasi untuk mengetahui apa yang dibutuhkan,”tutur Sukento saat bersilaturahmi dengan para alim ulama dari kalangan NU, Muhamadiyah, LDDI, Al Ashar, PITI, dan Salafi, serta para tokoh masyarakat Kabupaten Purbalingga di Ruang VVIP Pringgitan Komplek Pendopo Dipokusumo Purbalingga Jumat petang (28/2).

Terkait dengan hal tersebut bupati menginginkan masyarakat tidak sungkan-sungkan untuk mengkritik langsung semua kebijakkan pemkab supaya bisa memuaskan semua aspirasi masyarakat.

Saat menyampaikan aspirasinya perwakilan dari Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Purbalingga yang juga Kadinbudparpora Kabupaten Purbalingga Akhmad Khotib mengungkapkan, pihaknya sangat prihatin dengan kondisi rumah tangga keluarga di Kabuapten Purbalingga yang semakin mengabaikan keadaan anak-anaknya karena kesibukan orangtuanya.

Senada dengan Khatib perwakilan dari LDII menyarankan kepada para tokoh masyarakat dan tokoh agama di Purbalingga untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan berakhlak mulia diperlukan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual. (-Key)