Kemasan produk yang seadanya menjadi permasalahan paling banyak dijumpai dalam setiap penyelenggaraan Roadshow Kewirausahaan yang dilakukan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Purbalingga. Kegiatan yang sudah digelar tiga kali, menghadirkan bazaar produk UMKM yang berkembang di wilayah itu.

Meski potensi produk mereka cukup bervariasi, namun banyak diantara pelaku UMKM yang membranding produknya dengan kemasan plastik biasa, bahkan ada yang tanpa dilengkapi informasi merek dagang.

Hal ini juga diakui sejumlah pelaku usaha saat melakukan diskusi dengan Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto.

“Kalau kita membeli produk di toko pasti yang dilihat dulu kemasanya, menarik atau tidak. Kebanyakan produk pelaku UMKM masih dengan kemasan seadanya. Kami mohon dinas terkait dapat memberikan pendampingan soal packaging atau kemasan produk ini,” ungkap Prapti Yari, salah seorang pelaku UMKM Hira Rajut asal Kalikajar Kecamatan Kaligondang, saat diadakan Roadshow Kewirausahaan di Aula Kecamatan Pngadegan, Kamis (16/10).

Diakui Prapti, produk yang dihasilkan dirinya berupa aneka souvenir kerajinan rajutan juga belum memiliki kemasan yang bagus.

Hal serupa juga disampaikan Hasim Ashari, dimana kemasan produk lokal masih menggunakan plastik telanjang. Sedangkan produk yang menyasar anak-anak sekarang menggunakan kemasan dari aluminium foil yang lebih menarik meski terkadang isinya biasa-biasa saja.

Kepala Bidang UMKM Dinperindagkop, Gatot Budi Raharjo ditemui saat memberikan motivasi kepada pelaku usaha menuturkan, kemasan produk atau branding merek merupakan ujung tombak pemasaran suatu produk. Sehingga dalam setiap kesempatan pihaknya selalu memberikan pembinaan kepada pelaku UMKM bagaimana membuat kemasan yang menarik guna mendukung penjualan produk yang dihasilkan.

Menurut Dia, pada 2015 nanti Dinperindagkop telah mengagendakan kegiatan vasilitasi packaging bagi pelaku UMKM. “Bentuknya bisa berupa pelatihan, bantuan alat dan lainnya yang akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.  Apa yang dibutuhkan kita coba vasilitasi,” katanya.

Sementara, Kepala Dinperindagkop Agus Winarno menekankan selain kemasan, pemasaran produk juga berkait dengan persepsi masyarakat. Sehingga produsen perlu menyesuaikan dengan apa yang disukai masyarakat. Menurut Agus, pasar potensial yang bisa disasar diantaranya generasi muda, wanita, dan pengguna internet.

“Jika sudah berani memasang produk di pemasaran internet, tentu akan membuka peluang pemasaran global,” katanya.

Sedangkan Bupati Sukento kembali mengingatkan agar kesulitan permodalan yang banyak dialami UMKM, tidak memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh bank kloyong yang banyak beroperasi di pedesaan. Para pelaku usaha, lanjut Bupati, dapat memanfaatkan layanan kredit perbankan, utamanya bank yang dikelola pemkab atau pemkab memiliki saham di bank tersebut.

“Tolong yang kesulitan permodalan, dapat menghubungi RT setempat, karena selama ini RT juga diberikan dana RT yang salah satunya dapat digunakan untuk keperluan penambahan modal usaha,” jelasnya.

Kegiatan Roadshow Kewirausahaan di Kecamatan Pengadegan merupakan kegiatan kali ketiga yang diikuti para pelaku UMKM dari tiga wilayah kecamatan yakni Kecamatan Rembang, Kaligondang dan Pengadegan.