PURBALINGGA_Bupati Purbalingga minta kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada di Purbalingga masing-masing membina satu paguyuban  UMKM. Bantuan dan perhatian serta dana Coorporate Social Responsibility (CSR) baik dari BUMD maupun BUMN dapat dialokasikan dalam rangka memberikan sentuhan bantuan bagi paguyuban UMKM yang ada di Kabupaten Purbalingga. Hal ini ditegaskan Bupati Dyah Hayuning Pratiwi usai mengukuhkan 13 paguyuban UMKM di pendopo Dipokusumo, Kamis sore (5/12).

Dikatakan Bupati Tiwi, dukungan ini searah dengan kebijakan pemerintah, karena saat ini pemerintah baik pusat maupun daerah sedang mendorong sektor UMKM agar lebih menggeliat, karena UMKM merupakan sektor penyandang perekonomian nasional maupun daerah. Terbukti disaat krisis moneter melanda Indonesia, hanya sektor UMKM yang mampu bertahan.

Sampai saat ini sektor UMKM terus berkembang, baik variasi usaha maupun pelakunya. Dari data terakhir jumlah pelaku UMKM Purbalingga mencapai 95.000 pelaku dan mampu menyerap tenaga kerja hampir 300.000 orang, atau sepertiga dari jumlah penduduk Kabupaten Purbalingga.

“Selama ini pemerintah mencoba untuk memberikan fasilitasi kepada sektor UMKM, salah satunya kita sudah memiliki Peraturan Daerah No 11 Tahun 2018 terkait dengan Bela-Beli Purbalingga dan ini sudah menjadi sebuah gerakan. Dan tahun ini pemerintah juga terkait dengan pemasaran sudah bekerjasama dengan Buka Lapak agar produk-produk lokal Purbalingga ini bisa dipasarkan secara online di e-commerce Buka Lapak,” tutur Bupati Tiwi.

Sementara panitia penyelenggara Agus Winarno mengatakan, pengukuhan komunitas forum UMKM di Purbalingga dihadiri oleh 400 orang yang terbagi dalam 13 paguyuban sesuai dengan bidang usahanya. Pengukuhan paguyuban ini dimaksudkan sebagai pengakuan dari pemerintah agar adanya kelompok-kelompok aktifitas ekonomi mikro, menengah dan ekonomi kecil yang ada di Purbalingga sebagai komponen dari masyarakat madani yang tentu akan berperan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Kabupaten Purbalingga.

Ketigabelas paguyuban yang dikukuhkan adalah Paguyuban Batik Purbalingga, Perwira Craft, Forum Ecoprint, Asosiasi Fashion Desainer Purbalingga (Afdega), Ruang Kopi Purbalingga, Komunitas Petani Kopi Purbalingga (Kompak Bangga), Seniman Sablon Purbalingga (SSP), Urban Street Culture (USC), Paguyuban Pengrajin Aksesoris (Paras), Forum Pengrajin Rajut, Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (Harpi), Muslimah Enterpreneur (ME), dan Paguyuban Bubur Sumsum “Numani”.Dalam acara pengukuhan juga diserahkan hadiah Lomba Makanan Inovasi yang diraih oleh Lie Harmenis dengan produknya “Enten-enten Soft Cake”, juara II Ratih Purwasih dengan “Krikerang”, juara III Mursini dengan “Roll Mr X”.  Sedangkan lomba stand terbaik Hari Batik Purbalingga juara I diraih oleh sentra batik Limbasari, juara kedua Karangtalun dan juara ketiga Gambarsari.(u_humpro)