Bupati Ajak SKPD Berhemat Untuk Peningkatan Inovasi Adipura Kencana

Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto, kembali mengingatkan para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terus berupaya melakukan penghematan dalam berbagai sector kegiatan. Penghematan anggaran yang lakukan SKPD nantinya dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan dan melakukan berbagai inovasi terhadap tugas pokok masing-masing SKPD.

“Ketika kita bertekad mendapat Adipura Kencana, tentu harus dibarengi dengan peningkatan inovasi terutama penambahan infrastruktur lingkungan hidup yang dipersyaratkan. Ketika anggarannya terbatas, kita masih dapat melakukan inovasi dengan melakukan efisiensi  biaya umum operasional kegiatan. Misalnya menghemat pemakaian listrik, pemakaian telephon, memanfaatkan IT dan lainnya,” ujar Bupati saat Rapat Koordinasi Persiapan Penilaian Adipura Tahap 1 tahun 2014, di Operation Room Graha Adiguna, Rabu (8/10).

Bupati bahkan mengajak seluruh pimpinan SKPD untuk berhemat 1 liter bahan bakar minyak (BBM) tiap satu mobil operasional SKPD. Jika ini dapat dilakukan, maka akan diperoleh jumlah yang cukup untuk melakukan inovasi.

“Kepenginnya kita penuhi semua kebutuhan untuk melakukan peningkatan infrastruktur hijau. Tapi mari kita buka dulu struktur pembiayaan kegiatan kita tahun lalu. Apakah kita sudah dapat melakukan efisiensi. Kalau belum maka itu yang harus kita lakukan terlebih dulu,” tandasnya.

Menurut Bupati, mimpi menjadi kota bersih yang mendapatkan Adipura Kencana harus kita wujudkan dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja iklas. “Meski Pak Sekda belum bisa memberikan anggaran sesuai yang dikehendaki satuan kerja. Api dengan uang sedikit kita bisa kembali meraih prestasi sebagai kota bersih dan indah,” tambahnya.

Dalam paparanya, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Ichda Masrianto menuturkan, untuk menggapai Adipura Kencana, harus ada inovasi menyangkut infrastruktur lingkungan hidup di Purbalingga. Sebagai kota peraih Adipura 6 kali berturut-turut, Purbalingga harus terus meningkatkan fasilitas lingkungan sesuai passinggrade program Adipura 2014 yakni 75 poin.

“Inovasi yang dapat dilakukan berupa pembuatan jalur khusus sepeda, penambahan pergola atau terowongan tanaman hijau, penggunaan lampu solarcell dan pemanfaatan gas methan di TPA,” katanya.

Selain menambah inovasi baru, berbagai kekiatan yang telah dilakukan harus terus dibudayakan menjadi sebuah kasadaran di tengah masyarakat. Pada penilaian Adipura 2013 lalu, Purbalingga berhasil menduduki peringkat 5 nasional dibawah Pati, Magelang, Jepara, dan Temanggung.

“Purbalingga mendapat poin 75,75 dengan passinggrade saat itu 75 poin. Untuk menjadi peraih Adipura Kencana, Purbalingga harus berada di peringkat 5 pada penilaian tahap pertama,” tambahnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *