Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto mencanangkan Gerakan Nasional Bela Negara dalam rangka peringatan Hari Bela Negara. Secara nasional gerakan ini telah dilaksanakan di lapangan Simpang Monumen Nasional (Monas), 19 Desember lalu.

Bupati meminta seluruh elemen  masyarakat di Purbalingga untuk senantiasa  menggelorakan semangat bela negara dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya masing-masing. “Bela Negara bukan tanggungjawab TNI saja, tetapi harus dilakukan oleh seluruh komponen bangsa ini,” ujar Bupati sebagaimana sambutan tertulis Presiden RI Joko Widodo, dalam upacara pencanangan Gerakan Bela Negara Tingkat Kabupaten Purbalingga  di halaman Pendapa Dipokusumo, Senin (19/1).

Menurut Presiden Jokowi, lanjutnya, tindakan bela Negara tidak hanya dilakukan oleh militer saja tetapi juga warga negara melalui politik dan diplomasi. Karenanya, dia mengajak seluruh warga Negara Indonesia berperan serta dalam tindakan bela negara.

“Memberantas aksi pencurian ikan adalah tindakan bela negara. Karena ratusan juta ton ikan yang merugikan ratusan triliun dicuri. Mewujudkan kedaulatan pangan, berdiri di atas kaki sendiri. Profesi guru bidan dan tenaga kesehatan di daerah pelosok, perbatasan, dan pulau terluar sesungguhnya juga tindakan bela negara. Mereka menjaga Republik Indonesia tetap eksis,” ujarnya.

Bentuk lain yang dilakukan warga negara di tengah masyarakat sebagai tindakan bela negara adalah mencegah ancaman kemiskinan. Apalagi, dewasa ini, lanjutnya, ancaman terhadap kedaulatan bangsa dari luar tidak hanya bersifat fisik tetapi sudah mengarah pada ancaman multidimensi. Sementara ancaman dari dalam negeri berupa tindak pidana luar biasa korupsi.

“Upaya melawan korupsi di semua tingkatan merupakan bela negara,” tambahnya.

Kalau kesadaran tehadap bela negara terjadi pada seluruh elemen masyarakat, maka bangsa ini akan menjadi bangsa maju di semua bidang baik perikanan,  Pertanian, Perkebunan, pendidikan dan lainya.

“Mereka punya tanggung jawab untuk bela negara karena pengertian bela negara masa kini adalah ketika kita mampu profesional di bidang masing-masing,” ujarnya.

Pencanangan Gerakan Bela Negara didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2006 tentang Hari Bela Negara pada setiap  tanggal 19 Desember.  Peringatan hari bela negara tersebut  untuk mengenang berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada 19 Desember 1958 di Sumatera Barat.