Berbincang dengan Kades2Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto akan  terus menghidupkan tradisi penyeberangan yang telah dilakukan masyarakat Desa Kedungbenda Kecamatan Kemangkon sejak berpuluh tahun silam. Salah satunya dengan membangun dermaga di samping Jembatan Linggamas.

Dermaga itu nantinya dapat dijadikan dermaga wisata yang akan melayani trip menuju kawasan wisata air Congot sebagai salah satu potensi wisata desa setempat. Wisata Congot yang dikenal sebagai tempat bertemunya aliran Sungai Klawing dan Sungai Serayu, sempat dicanangkan sebagai lokasi obyek wisata air oleh Bupati terdahulu Triyono Budi Sasongko. Namun, hingga saat ini kawasan itu tidak terlalu berkembang.

“Nanti kita bangun dermaga disini. Selain untuk wisata penyeberangan juga untuk mendukung trip menuju tempuran Congot. Sehingga wisatanya bisa  berkembang dan mata pencaharian warga tidak hilang. Mungkin bisa kita anggarkan tahun 2015 nanti,” ujar Bupati Sukento saat melakukan peninjauan di lokasi pembangunan Jembatan Linggamas di Desa Kedungbenda, Kemangkon, Selasa (7/10).

Kades Kedungbenda, Tosa sangat mendukung wacana pembangunan dermaga itu. Menurut Tosa, potensi wisata di desanya memang perlu didukung dan dikembangkan lebih baik lagi. “Potensi wisata desa kami bukan hanya Congot tapi masih ada beberapa lainya yang dapat dikunjungi wisatawan,” jelas Tosa.

Dijelaskan Tosa, Congot merupakan sebuah tempat dimana aliran dari Sungai Klawing dan Sungai Serayu bertemu sehingga menciptakan kontras warna yang cantik di antara kedua aliran sungai tersebut.Dengan landscape sekitar yang masih hijau kebiruan dari barisan perbukitan di sebelah Selatan menambah cantik pemandangan di area ini.

Selain Congot, terdapat Makam Panembahan Wlandang Japlak sebagai  makam yang dikeramatkan oleh warga desa khususnya yang berada di area Congot. Tak jauh dari area Congot juga terdapat Sebuah situs kuno yang merupakan peninggalan dari masa Hindu-Budha,berupa batu besar dengan panjang  sekitar  1 m dan diameter 30 cm. Situs itu lebih dikenal dengan Situs Lingga Yoni.

“Adanya dermaga, tentu akan memudahkan masyarakat  berwisata menggunakan perahu. Kita bisa berkeliling desa melintasi Sungai Klawing dengan di suguhi pemandangan alam yang masih benar-benar asri,selain itu kita juga bisa memancing di sepanjang aliran sungai,” tambahnya.

Tahap III

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Purbalingga Sigit Subroto menuturkan, pembangunan tahap III jembatan Linggamas segera dapat dikerjakan usai dilakukannya penandatanganan kontrak kerja. Sebelumnya, proyek pekerjaan tahap III ini telah dilelang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Purbalingga, dan dimenangkan oleh PT Daya Samudera Cipta Mandiri asal Kabupaten Banjarnegara.

“Besok (hari ini-red) dokumen SPK kita tandatangani dan setelah itu kontraktor dapat mulai bekerja,” jelasnya.

Pembangunan proyek Jembatan Linggamas tahap III senilai Rp 3,4 miliar akan dilaksanakan dalam waktu 60 hari kerja. Dengan asumsi tersebut, pada 10 Desember pengerjaan sudah dapat diselesaikan. Pembangunan hanya pada tahap pengecoran plat lantai, pemasangan lining dan guard rail sebagai pengaman jembatan. Untuk pengaspalan akan dilakukan pada tahap IV 2015 mendatang. Hal ini karena waktu pengerjaan yang dinilai sangat mepet. Sebab untuk pengaspalan harus menunggu sebulan agar lantai benar-benar keras.

Selain pekerjaan jembatan, juga akan dilakukan pekerjaan penyelesaian drainase dan pengaspalan jalan lingkungan menuju lokasi penyeberangan, pembangunan jalan setapak dan perapihan tepi bawah. “Rencananya, Kamis lusa juga akan dikunjungi Gubernur Jawa Tengah Bapak Ganjar Pranowo,” tambah Sigit.

Selain meninjau Jembatan Linggamas, Bupati juga melakukan pantauan pekerjaan pemeliharaan berkala jalan Kembangan – Karangcengis, dan sejumlah pekerjaan di sejumlah ruas jalan lainnya di wilayah Purbalingga, Kemangkon, Bukateja  dan Kalimanah.