Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto kembali menyatakan komitmennya untuk membangun pasar bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Selain dalam bentuk fisik berupa outlet produk UMKM di toko modern dan sejumlah pusat keramaian, juga aliansi pemasaran bersama steakholder terkait.

“Tahun depan sudah akan ada MEA (Masyarakat Ekonomi Asean-red). Bukan hanya barang-barang luar negeri yang akan datang, namun juga orangnya bisa membuat usaha di Purbalingga. Kalau tidak dibangun pasarnya sejak sekarang, maka barang-barang kita tidak akan kalah bersaing,” ujar Sukento saat membuka Temu Pelaku UMKM di Operation Room Graha Adiguna, komplek Pendapa Dipokusumo, Rabu (5/11).

Menurut Bupati, membangun pasar bagi produk UMKM dapat dilakukan dengan membangun  aliansi pemasaran yang strategis bersama dengan steakholder terkait seperti PKK, BKBPP, Dinas Pendidikan, kalangan ulama dan jaringan yang dibuat oleh pelaku UMKM sendiri.

Aliansi pemasaran, lanjut Bupati, dapat melalui BKBPP karena disana ada fungsi pemberdayaan perempuan. Juga melalui dinas pendidikan agar anak-anak kita sejak dini cinta produk Purbalingga. “PKK juga harus berkomitmen menjadi pemasar bagi produk UMKM. Kalau ke desa-desa promosikan produk-produk UMKM kita,” kata Bupati yang kemudian disanggupi oleh Hj Erna Sukento yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Purbalingga.

Komitmen ini terus didengungkan bupati, agar pengusaha UMKM Purbalingga bangkit  dan ada kesadaran masyarakat untuk menggunakan produk lokal Purbalingga. “Saya juga ingin mengumpulkan para ulama untuk ikut serta mempromosikan produksi Purbalingga,” tandasnya.

Sebelumnya, Bupati juga sudah menyampaikan komitmenya kepada para pengusaha toko  makanan agar dapat menampung produk yang dihasilkan UMKM. Bahkan Bupati memberikan satu syarat tambahan bagi perizinan toko modern agar mau menampung produk UMKM minimal 10 persen dari omset toko yang akan dibangun.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Purbalingga Agus Winarno menuturkan, selama ini pihaknya telah memberikan fasilitasi pemasaran produk UMKM baik melalui kegiatan pameran, pembukaan outlet di obyek wisata dan menjalin kerjasama dengan sejumlah toko modern di Jakarta dan Cilacap. Termasuk membangun pasar khusus produk UMKM yakni dengan melaksanakan Gelar Produk Minggu Pagi (GPMP) di komplek Stadion Gelora Goentoer Darjono setiap Minggu pagi.

“Sayangnya para pelaku usaha ada yang tidak sabar dalam membangun pangsa pasar, terutama di outlet obyek wisata. Sehingga saat produknya belum ramai dibeli sudah keburu ditarik,” katanya.

Acara Temu Usaha UMKM menghadirkan dua narasumber dari PT GS1 Indonesia, Edy Suliyono yang memaparkan seputar fungsi Barcode bagi produk UMKM. Narasumber lainnya, Ediyanto dari PT MAS Surakarta, menyampaikan pentingnya jaringan pemasaran, kemitraan dan promosi khususnya untuk produk kerajinan.  PT MAS yang bergerak dibidang ekspor kerajinan, diharapkan dapat menjadi mitra dan menampung hasil kerajinan Purbalingga menjadi salah satu produk yang dapat diekspor ke luar negeri.