Bupati akan Kunjungi Siswi SMP yang Harus Hidupi Tiga Adik dan Ibunya

PURBALINGGA, HUMAS – Bupati Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko, M.Si, Rabu (1/5) akan mengunjungi Indahsari di rumahnya di RT 1/RW 9 Dusun  Batur, Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Purbalingga. Indah merupakan siswi kelas 9 SMPN 4 Rembang dan harus berperan seperti orang tua. Ibu kandung Indah mengalami gangguan jiwa, sementara sang ayah sudah meninggal dunia akibat penyakit jantung, Desember 2012 lalu.

Bupati Heru Sudjatmoko yang dihubungi dalam perjalanan dari Semarang ke Purbalingga menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan media yang telah mengangkat kisah Indahsari dan sekaligus secara spontanitas memberikan bantuan materi. “Saya sampaikan terima kasih kepada rekan-rekan media, atas pemberitaan itu. Setelah mendapat informasi ini, saya akan segera mengunjunginya,” kata Bupati Heru, Selasa (30/4) malam.

Bupati Heru juga mengatakan, pihaknya telah memerintahkan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait untuk segera mengambil langkah-langkah penanganan. SKPD dimaksud meliputi, Dinsosnakertrans (Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi), BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, camat dan kepala desa setempat. ”Kepada kepala desa, tidak hanya di Desa Panusupan Rembang saja, saya meminta agar turun ke lapangan memantau warganya. Jika membutuhkan penanganan seperti Indah, agar segera dilaporkan kepada kami,” pinta Bupati Heru.

Bupati juga memastikan, pendidikan Indah dan dua adiknya yang masih SMP, Supriyani Astuti  (15) dan Juliah (13), keduanya masih duduk satu kelas di Klas 7 SMPN 4 Rembang, harus terus berlangsung. Begitu juga dengan adik ketiga yang masih berusia 5 tahun yang belum sekolah, dan nantinya harus sekolah. ”Indah dan dua adiknya harus dipastikan terus mendapat Bantuan  Siswa Miskin (BSM) sehingga dapat menyelesaikan pendidikan dasar,” kata Heru yang juga Cawagub Jateng dari PDIP.

Seperti diberitakan media, Indahsari (18) warga RT 1/RW 9 Dusun  Batur, Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Purbalingga, harus mengambil peran seperti layaknya seorang ibu. Indah harus mengasuh tiga adiknya, dan juga ibu kandungnya Tarmini (43) yang mengalami gangguan jiwa. Untuk kelangsungan hidup, Indah mendapat kiriman uang setiap bulan Rp 300 ribu dari kakaknya, Tanto Purnomo (23), yang hanya lulusan SD Panusupan 2 dan kini bekerja di bengkel di Samarinda, Kalimantan Timur. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Indah harus bekerja sebagai buruh membuat bulu mata palsu sepulang sekolah, Indah bersama keluarganya, sementara tinggal di rumah sederhana berukuran 5 X 6 meter, terbuat dari papan dan gedheg. Tanah yang ditempati merupakan bengkok desa yang baru dibayar sewanya Rp 1 juta dari harga sewa Rp 4 juta. (Humas/y)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *