PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, SE, B.Econ, MM menyerahkan bantuan kepada Sunarjo (74) warga RT 4/6 Dukuh Kaliurip, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Senin (23/9) sore. Sunarjo mengalami musibah karena rumahnya ludes terbakar pada Sabtu (21/9) malam.  Bantuan berupa uang tunai, peralatanan rumah tangga dan bahan bangunan.

Kepada Sunarjo, Bupati Tiwi mengatakan, pihaknya secara pribadi mengaku pihatin atas musibah yang menimpa keluarga Sunarjo. Bupati Tiwi berharap agar Sunarjo beserta keluarganya tetap tabah menghadapi cobaan. “Kebakaran itu musibah, yang penting Pak Sunarjo bersama keluarga diberikan kesehatan. Soal rejeki bisa dicari kembali,” pesan Tiwi kepada Sunarjo.

Sunarjo mengaku berterima kasih atas perhatian Bupati yang peduli terhadap warganya. “Kulo maturnuwun sanget Ibu Bupati. Sanajan griyo kulo kobongan, namun sampun dibantu bupati kalih pemerintahanipun. Warga mriki juga sami mbantu ndandosi gubug kulo (Saya berterima kasih sekali kepada Ibu Bhupati Purbalingga dan Pemkab Purbalingga. Warga di sekitar sini juga banyak membantu memperbaiki rumah,” tutur Sunarjo.

Usai melihat pembangunan kembali rumah Sunarjo di lokasi kebakaran, Bupati Tiwi juga mengengok istri Sunarjo yang sempat mengalami luka pada kaki karena menyelamatkan barang-barang di rumahnya saat terbakar. Sunarjo bersama istrinya sementara ditampung di rumah salah satu anaknya yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah korban.

Bupati Tiwi juga mengapreasisasi Kepala Desa Serang, Sugito yang bersama warganya langsung mengambil langkah-langkah untuk perbaikan rumah. “Saya sangat apresiasi ternyata di Desa Serang ada model arisan rumah. Warga saling bahu membahu untuk memperbaiki rumah yang rusak, atau membangun rumah baru. Ini rumah Sunarjo yang terbakar hari Sabtu malam, sudah hampir selesai direhab dan dalam dua hari kedepan sudah bisa ditempati lagi,” kata Tiwi.

Seperti diberitakan sebelumnya, rumah milik Sunarjo warga Desa Serang, Kecamatan Karangreja, ludes terbakar.  Kebakaran diduga disebabkan tungku yang tidak dipadamkan. Sesaat sebelum kejadian, korban pergi ke masjid untuk salat Maghrib, namun lupa mematikan tungku saat masak air. Akibat kebakaran itu Sunarjo mengalami kerugian sekitar Rp 100 juta.  (y-Humas Protokol Setda Pbg)