Bupati Berikan Rp 10 Juta Bagi Kepengurusan PD IPM Purbalingga

PURBALINGGA, INFO – Bupati Purbalingga, Tasdi memberikan modal senilai Rp 10 juta untuk keberlangsungan organisasi Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Purbalingga (PD IPM) Periode 2016 – 2019. Hal tersebut disampaikan Tasdi saat membuka Grand Opening Konferensi dan Pengukuhan PD IPM Purbalingga Periode 2016 -2019 di Pendopo Dipokusumo, Sabtu (23/9).

Dana sebesar Rp 10 Juta diharapkan dapat memberikan manfaat bagi keberlangsungan organisasi. Program-program yang diadakan oleh PD IPM Purbalingga juga lebih berkualitas sehingga mampu menghasilkan generasi-generasi muda yang berkompeten.

“Ini sesuai dengan tema yang diusung PD IPM Purbalingga Re-Integrasi Gerakan Ikatan, Mendorong Generasi Berkemajuan dan Berakhlak Mulia,” kata Tasdi.

Tasdi menerangkan Konferensi Pimpinan Daerah (Konpida) yang diselenggarakan harus dijadikan sebagai momentum untuk beradu pikiran, merumuskan juga mengevaluasi program kerja PD IPM Purbalingga. Selain itu juga sebagai ajang re organisasi sehingga memunculkan generasi-generasi yang diharapakan pendiri Muhammadiyah untuk melanjutkan estafet kepemimpinan.

“Nantinya akan ada bibit-bit muhammadiyah yang akan meneruskan estafet kepemimpinan baik untuk kalangan internal maupun eksternal muhammadiyah,” ungakp Tasdi.

PPD IPM Purbalingga harus menjadi garda terdepan, Tasdi menambahkan dalam rangka menghadapi tantangan-tangan yang selama ini mengancam generasi muda. Masalah-masalah global yang harus diselesaikan seperti terorisme dan radikalisme.

“Saya mohon para pelajar muhammadiyah berada di garda terdepan untuk menentang terorisme dan radikalisme,” jelasnya.

Selain radikalisme dan terorisme, ancaman narkoba pun kian merambah dan menyebar hampir di seluruh lapisan tidak hanya di kota-kota besar tetapi sudah mulai merambah masuk sampai ke desa. Tasdi mengimbuhkan berarti sudah ada unsur penyusupan secara diam-diam yang akan merusak generasi pemuda.

“Ini berbahaya, untung ada gerakan muhammadiyah yang menegakkan amar ma’ruf nahi munkar untuk melawan seperti ini, kalau tidak benteng-benteng ini akan jebol dimasuki racun-racun narkoba, radikalisme maupun terorisme,” tegas Tasdi.

Tasdi yakin PD IPM Purbalingga konsisten dalam rangka melaksanakan ibadah keagamaan, ajaran kemuhammadiyahan. Hal ini, lanjutnya akan menjadi benteng yang kokoh untuk membendung  gerakan-gerakan yang akan merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara terutama pemuda yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan.

“Saya yakin itu bisa dilakukan PD IPM Purbalingga untuk membentengi diri dari berbagai hal yang akan menghancurkan sendi-sendi bangsa,” pungkasnya. (PI-7)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *