Bupati Tinjau stan UMKM di Pameran UMKM di Segamas 1Bupati Sukento Rido Marhaendrianto akan siapkan dana pada APBD 2015 untuk mendukung perkembangan UMKM Purbalingga dengan pola bapak asuh. Bupati semakin optimis karena telah ada pemilik toko kue ternama di Purbalingga yang siap menyediakan outlet khusus UMKM Purbalingga.

 

“Pola konsinyasi itu sebenarnya memberatkan pelaku UMKM. Karenanya, dengan pola bapak asuh, pelaku UMKM tetap menitipkan barang ke toko-toko kue itu, tapi produk itu telah dibeli terlebih dulu oleh Pemkab. Jadi nanti, toko-toko kue itu yang membayar ke Pemkab kalau memang laku,” jelasnya di sela-sela mengunjungi stand UMKM di Pameran Pangan Lokal di Pasar Segamas, Selasa (28/10).

 

Sementara untuk barang-barang yang paling banyak diretur, sementara tidak akan difasilitasi pemasarannya. Sebaliknya, Pemkab akan mencari penyebab produk tidak diminati dan kemudian ditindaklanjuti dengan edukasi atau fasilitasi untuk meningkatkan kualitas produksinya.

 

“Kalau produknya sudah baik, akan kita coba lagi dipasarkan. Kalau bagus ya diteruskan, kalau enggak ya sekali lagi dicari permasalahannya untuk terus ditingkatkan,” jelasnya.

 

Bupati mengaku lega, dalam acara ini Budi Buntoro, pemilik Toko Kue Nikmat yang juga sahabat Bupati Sukento, mengaku siap membuka outlet khusus untuk makanan khas atau produk UMKM Purbalingga. Bupati berharap toko-toko kue dan toko oleh-oleh lainnya juga mengikuti jejak Buntoro.

 

“Tadi saya minta tolong Pak Budi Buntoro, alhamdulillah dia mau menyediakan outlet untuk UMKM kita. Ini kan snagat bagus peluangnya,” ujarnya sumringah.

 

Menurut Bupati permasalahan utama UMKM makanan di Purbalingga memang lebih pada pemasaran dan kemasan. Karenanya pihaknya melalui SKPD terkait akan berupaya keras menyelesaikan permasalahan ini sehingga ke depan, UMKM Purbalingga akan menjadi raja di kotanya sendiri.

 

“Kalau produknya sudah baik, packagingnya juga baik, pemasarananya luas, saya rasa para pelaku UMKM ini akan lebih sejahtera. Dan ke depan saya berharap, masyarakat Purbalingga lebih banyak yang menjadi enterpreneur dibanding menjadi pekerja,” harapnya.