Bupati : Harga Batu Klawing Tak Sebanding Kualitasnya

Jepang dan Batu Mulia Klawing3Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto mengaku kecewa dengan harga batu Sungai Klawing di pasaran. Bupati menilai, harga batu Klawing sangat rendah dibandingkan batu sejenis, yang berasal dari daerah lain.

“Saya memang jarang pakai batu akik. Tetapi ketika akhir-akhir ini saya memakai, banyak dikagumi oleh orang luar Purbalingga. Kalau sudah dikagumi, mestinya harganya tidak lagi dalam kisaran ratusan ribu rupiah,” ujar Bupati saat berbicara dalam acara temu usaha pelaku UMKM di Operation Room Graha Adiguna, Rabu (5/11).

Menurut Bupati, seiring dengan naiknya pamor batu Klawing, seharusnya diikuti harga jual yang lebih baik. Batu Klawing harganya tidak boleh berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu lagi. Tetapi, sudah harus masuk ke kisaran harga Rp 1 juta hingga Rp 50 juta.

“Yang juga harus diantisipasi, jangan sampai penambang galian C bukan lagi mengambil pasir dan batu, tetapi menambang batu Klawing kualitas tinggi kemudian dijual habis-habisan ke luar daerah dengan harga tinggi. Tentu ini akan merugikan Purbalingga,” tandas Bupati.

Untuk menyikapi kekhawatiran itu, Bupati berencana mengumpulkan seluruh perajin batu Klawing di Pendapa Dipokusumo. Dalam pertemuan itu akan dibahas standarisasi harga batu mulia Klawing yang layak, sehingga mampu mensejahterakan dan meningkatkan perekonomian di Purbalingga.

Bupati juga siap memfasilitasi perajin batu mulia di Kabupaten Purbalingga, agar batu Klawing bisa memiliki nilai jual yang tinggi dan bersaing di pasar batu mulai tanah air. Apalagi saat ini batu Klawing sudah menjadi primadona di pasar batu mulia tanah air.

Ditambahkan Bupati, pemberitaan di koran hari ini (Rabu kemarin-red) sangat menarik. Salah satu batu Klawing dari perajin Purbalingga mendapatkan pengakuan internasional, dengan menjuarai kontes batu mulia tingkat ASEAN, di Jakarta. “Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Purbalingga, karena mendapat pengakuan internasional,” tandasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Viatekno berkata:

    Jangan dijual terus pak lestarikan aja sebagai suatu produk unggulan ciri khas kota purbalingga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *