silaturahmi dengan wartawan
Sejak dilantik menjadi Bupati Purbalingga (28/12/2013), Bupati Drs H Sukento Rido Marhaendrianto MM langsung melakukan penataan organisasi di lingkungan Pemkab. Khususnya mengisi sejumlah kekosongan jabatan yang dapat menghambat kinerja SKPD bersangkutan.

“Yang pertama saya lakukan adalah menata struktur organisasi. Kita sudah lakukan di akhir 2013 dan awal Januari lalu. Insyaalah sebentar lagi juga masih ada berikutnya,” kata Bupati saat menerima para wartawan liputan Purbalingga di Pringgitan Rumah Dinas Bupati, Rabu (8/1) malam.

Pertemuan silaturahmi diikuti puluhan wartawan liputan Purbalingga baik dari media cetak maupun elektronik. Mereka diterima Bupati, didampingi Kabag Humas Setda Drs Rusmo Purnomo dan Kabag Pembangunan Yani Sutrisno UN SSos.

Seperti diketahui, saat masih menjabat Wakil Bupati, pada Agustus 2013, Sukento sudah melantik 182 pejabat struktural. Kemudian pada tujuh hari menjabat Bupati tepatnya Jumat (3/1), langsung melantik 62 pejabat struktural eselon III, IV dan V.

Bupati berjanji, penataan organisasi akan segera dilakukan ketika terjadi kekosongan jabatan pada suatu SKPD, baik yang ditinggalkan karena pensiun, mutasi atau promosi. Hal itu, menjadi komitmen Bupati untuk menciptakan organisasi yang kuat dalam rangka mewujudkan Purbalingga Emas 2014.

Saat ini, sejumlah jabatan masih dibiarkan kosong dan mendesak untuk dilakukan pelantikan. Diantaranya posisi Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang sama-sama masih dijabat oleh pelaksana tugas. Awal tahun ini, jabatan Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) juga kosong karena Drs Muntako Nurhadi pensiun. Disamping sejumlah jabatan eselon lainnya.

Lelang Dimajukan

Selain menata organisasi, Sukento juga berkomitmen mendukung program Gubernur Ganjar Pranowo dalam bidang infrastruktur. Pada APBD 2014 yang ditetapkan akhir Desember lalu, Pemkab mengalokasikan anggaran Belanja Langsung mencapai Rp 486.980.124.000. Ditambah 21 program luncuran yang akan diupayakan dapat dikerjakan mendahului anggaran.

“Kita berusaha mensinergikan program provinsi dengan kabupaten. Misalnya jika provinsi membangun jalan provinsi, kita yang meningkatkan jalan kabupaten dan sebagainya,” ucap Sukento.

Untuk meningkatkan keberhasilan kegiatan infrastruktur di Purbalingga, akan diawali dengan memajukan pelaksanaan lelang. Rencananya, proses lelang akan dilksanakan mulai awal Februari. Dengan harapan, pelaksanaan pekerjaan dapat dilakukan lebih awal sehingga penyelesaian pekerjaan dapat tepat waktu.

“Itu menjadi salah satu program Purbalingga Emas yakni meningkatkan menejemen kegiatan insfrastruktur menjadi lebih baik. Kita sudah perintahkan kepada SKPD agar segera melakukan verifikasi DPA sehingga awal Februari nanti anggaran sudah bisa dicairkan,” jelasnya.

Upaya lain yang dilakukan Bupati, yaitu melakukan pendekan dengan rekanan yang menjadi mitra Pemkab. Menurut Bupati, Pemkab dan rekanan sama-sama memiliki kepentingan dalam membangun Purbalingga. Sehingga Bupati tak ingin, kedekatan yang akan dijalin diartikan macam-macam.

“Saya kepentingannya cuma dua yakni tepat mutu dan tepat waktu. Jangan berfikir yang lain,” tegasnya.

Kepada jajaran awak media, Bupati juga sempat meminta dukungan untuk turut memberikan pencerahan dan motifasi kepada masyarakat terhadap program-program yang dilakukan Pemkab. “Kita terus berusaha untuk meningkatkan kemakmuran bagi rakyat. Itu harus didukung oleh media. Karena kalau rakyatnya makmur, daya beli terhadap kebutuhan informasi juga akan meningkat pula,” katanya.

Saat itu, M Wachyono, mewakili para wartawan menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Sukento sebagai Bupati Purbalingga. Menurut Wachyono, dalam menjalankan fungsinya, pers akan selalu bermitra dengan Pemkab.

“Pers merupakan sarana menjembatani informasi, baik dari dan ke masyarakat. Pers juga menjadi kontrol pemerintah dalam menjalankan program untuk masyarakat,” katanya. (Hr)