Griya UMKM yang dibangun pemerintah dengan anggaran cukup besar jangan hanya dijadikan showroom atau ruang pamer. Namun lebih memiliki peran sebagai marketnya produk-produk asli Purbalingga. Sehingga yang dating ke Griya UMKM bukan hanya melihat dan ingin studi banding, namun lebih pada usaha bisnis dan membantu pelaku usaha memasarkan hasil produknya.
Bupati Purbalingga Drs Sukento Rido Marhendriyanto saat mengunjungi Griya UMKM Senin (13/1) mengatakan, Griya UMKM akan lebih bermakna bagi pelaku usaha bila mampu menjadi jembatan antara pelaku usaha dengan pangsa pasar. Sehingga keberadaan Griya UMKM yang berlokasi di komplek pasar Segamas ini dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha UMKM.
Dijelaskan Bupati Kento, keberadaan UMKM sangat dibutuhkan sebagai salah satu pilar perekonomian sekaligus yang memberikan kontribusai paling besar bagi Pendapatan Domestic Regional Bruto (PDRB).
Pemerintah juga akan terus memacu dan melindungi serta memberdayakan tumbuh-kembangnya UMKM, sehingga menjadi UMKM yang lebih mandiri dan berdaya saing.
Kepala Dinperindagkop Purbalingga Agus Winarno mengatakan, Griya UMKM ini rencananya akan berfungsi sebagai media peningkatan daya saing para pelaku UMKM, menjadi pusat pemasaran, dan klinik bisnis pelaku UMKM di Purbalingga.
Sejumlah ruang dibangun sebagai pelangkap Griya UMKM, diantaranya ruang pamer, ruang meeting, ruang pelatihan dan ruang untuk Purbalingga Cyber market (PCM). Disamping itu dilengkapi pula dengan ruang workshop batik dan sapu serta fasilitas kuliner. (umang).