Bupati Lepas Awi Ke SMART Ekselensia Indonesia

PURBALINGGA – Nur Islami Dwi Nugroho (12) atau yang akrab disapa Awi, Sabtu (2/6) memohon restu sekaligus pelepasan dari Bupati Purbalingga H Tasdi SH MM untuk menjalani pendidikan ke SMART Ekselensia Indonesia Bogor. Program pendidikan ini merupakan prakarsa dari Yayasan Dompet Dhuafa Pendidikan untuk menyekolahkan secara gratis di sekolah bergengsi yang bertempat di Bogor.

Awi merupakan putra kedua pasangan Listiyo Nugroho dan Nur Faedah ini sebelumnya menamatkan sekolah di MI Muhammadiyah Sumilir, Kec Kemangkon. “Awi merupakan satu dari 40 peserta yang lolos dari ribuan peserta dari Seluruh Indonesia untuk bisa melanjutkan sekolah ke SMART Ekselensia Indonesia,” kata Manager Dompet Dhuafa Area Barlingmascakeb, Titi Ngudiati.

Siswa yang bertempat tinggal di Desa Sumilir RT 06 RW 02, Kemangkon ini merupakan siswa pernalu tapi berkemauan keras. Faktor ekonomi tidak menyurutkan Awi memiliki cita-cita tinggi. Ayahnya saat ini bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara ibunya, Nurfaidah hanyalah bu rumah tangga biasa. Mereka tinggal menumpang di kakek dan nenek Awi. Total ada tujuh anggota keluarga yang tingal satu atap.

Awi hampir kehilangan harapan ketika mengetahui hanya 40 siswa yang ditcrima dari selruh Indonesia. Sudah siap mencari sekolah lain (yang Cuma-Cuma) dikota lain. Di ujung harap, Awi menerima kabar bahawa dirinya diterima. Dari Jawa Tengah, selain Awi adajuga Hamdan Qo’du Ilal Hakim dari Cilacap yang berhasil menembus seleksi SMART Ekselensia Indonesia.

Bupati Purbalingga H Tasdi SH MM menyatakan apresiasi atas program dari Dompet Dhuafa ini. Bupati juga mengucapkan selamat kepada Awi yang akan mendapatkan kesempatan pendidikan yang bergengsi ini.

“Selamat buat Nur Islami yang telah lolos seleksi. Prinsip kami dari pemerintah sangat mendukung program ini. Turut bahagia. Terimakasih pada Yayasan Dompet Dhuafa atas programnya yang telah merambah ke Barlingmascakeb. Ke depan agar bisa lebih berkiprah lagi dan lebih sering lagi menyalurkan program ini,” tuturnya.

Bupati juga berpesan kepada Awi agar bisa mengikuti program-program pendidikan di SMART Ekselensia Indonesia dengan baik. Menggunakan kesempatan mendapatkan ilmu ini sebaik-baiknya.

“Jangan sampai drop out, Yah. Nanti kembali ke Purbalingga membangun Purbalingga. Dapet ilmu dari sana dibawa kesini. Desa Sumilir itu membutuhkan orang orang yang cerdas dan berkarakter,” pesan Bupati Tasdi.

Pada cara pelepasan ini, Bupati Tasdi juga memberikan bantuan uang saku kepada Awi sebesar Rp 5.000.000. Ia berharap bantuan ini bisa memberi manfaat baik sebelum atau saat menjalani pendidikan di SMART Ekselensia Indonesia nanti.

Seperti yang diketahui, sekolah yang memiliki nama lengkap SMART Ekselensia Indonesia Islamic Leadership boarding School itu merupakan sekolah berjenjang SMP hingga SMA, dengan masa studi yang dirancang selama 5 tahun dengan program Sistem Semester (SKS). SMART Ekselensia Indonesia sebagai salah satu program di bawah Dompet Dhuafa Pendidikan, memiliki visi menjadi sekolah model yang melahirkan generasi berkepribadian Islami dan berjiwa pemimpin. Sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak pilihan yang kurang beruntung seara ekonomi di seluruh provinsi di Indonesia.(Gn/Humas)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *