Bupati Mendukung Investasi Dunia Perhotelan

PURBALINGGA – Bupati Purbalingga H Tasdi SH MM menyatakan welcome terhadap pengembangan investasi dan dunia pariwisata khususnya perhotelan. Hal itu disampaikan dalam kegiatan peresmian Wisma Mulia milik sdr Deni Sutanto di Jl. Letnan Ahmad Nur No. 7 Purbalingga, Jumat (1/6).

Pengembangan dunia perhotelan, menurut bupati sesuai dengan misi Kabupaten Purbalingga yakni meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi rakyat melalui pengembangan invenstasi dan pariwisata. “Ini menjadi upaya menangkap peluang dinamika yang ada. Sebab Purbalingga di sektor pendapatan pariwisata saat ini terbesar keempat di Jawa Tengah setelah Magelang, Surakarta dan Semarang, dimana tahun 2017 berhasil mendapatkan Rp 32 miliar,” katanya.

Selain pariwisata, pengembangan dunia perhotelan juga relevan dengan akan dibangunnya Bandara Jenderal Besar Soedirman. Meskipun bandara masih dalam tahap pembangunan, namun telah dipastikan telah masuk tiga investor besar di bidang perhotelan ke Purbalingga. Diantaranya akan dibangun resort di Serang Kecamatan Karangreja, di Jl Letjend. S Parman Purbalingga dan di Desa Panican Kemangkon.

“Bahkan untuk rencana pembangunan resort di Serang sudah kami buatkan akses jalan cor kesana,” katanya.

Pada sektor pariwisata di Purbalingga, Bupati Tasdi juga terobsesi untuk mencuri hati wisatawan dari ibu kota Jakarta untuk ke Purbalingga. Dimana saat ini kawasan wisata puncak Bogor masih menjadi trend untuk melepas kepenatan wisatawan ibu kota.

“Jadi ternyata dinginnya puncak Bogor dengan Serang itu sama, suasanannya juga sama. Hanya saja untuk ke puncak Bogor saat ini seringkali macet sehingga butuh waktu yang lama. Saya terobsesi agar wisatawan dari Jakarta bisa ke Purbalingga sebagai alternatif puncak Bogor ketika bandara sudah jadi nanti dengan waktu tempuh yang lebih singkat,” ujarnya.

Berbagai upaya telah dilakukan Pemkab untuk mempromosikan wisata di Purbalingga ini. Salah satunya dengan mengundang biro wisata tour and travel dari Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat untuk berkeliling wisata di Purbalingga untuk bertestimoni. Dari sisi kelembagaan Purbalingga juga akan membentuk Badan Usaha Milik daerah (BUMD) Perumda Wisatatama sebagai pihak yang mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor wisata.

“Prinisp pemda sangat berharap dunia usaha tidak hanya perhotelan, kami sangat welcome dengan kehadiran swata di Purbalingga, bersama-sama menajukan. Sebab Pemkab tidak bisa berjalan sendirian, kami hanya punya APBD Rp 2 triliun, itu belum cukup. Butuh kebersamaan simbiosis mutualisme antara investor, masyarakat dan Forkopimda,” katanya.(Gn/Humas)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *