PURBALINGGA INFO, Bupati Purbalingga, Tasdi melantik 268 orang pejabat, yang terdiri dari jabatan administrator sebanyak 73 orang dan jabatan pengawas sebanyak 165 orang. Pelantikan tersebut untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggal oleh pejabat tinggi pratama pada pelantikan Maret kemarin.

Bupati Tasdi dalam sambutannya mengatakan pengisian kekosongan jabatan diharapkan dapat meningkatkan kelancaran pelaksanaan pemerintahan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu juga diharapkan dapat meningkatkan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) kedepannya. ” Penilaian LAKIP Purbalingga masih CC plus, tahun depan kita harapkan bisa menjadi B,” tambahnya.
Dalam pelantikan tersebut juga Bupati menyampaikan 5 hal penting yang perlu dicermati dan pedomani bersama, pertama  aspek filosofis yakni kita wajib bersyukur karena jabatan adalah amanah, sehingga dengan mendapatkan jabatan harus bisa meningkatkan dan mendekatkan diri dengan sang pencipta. Kedua aspek sosial yakni pejabat harus mampu merubah situasi sosial biaik diri sendiri, lingkungan kantor dan masyarakat pada umumnya.
“Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya,” katanya saat pada 268 pejabat terlantik di Pendopo Dipokusumo, Selasa (3/3).
Aspek yang ke tiga menurut Bupati Tasdi   yakni Aspek Kultural yaitu seorang pimpinan hadir untul merubah pola pikir, pola sikap dan pola tindak aparatur dan masyarakat agar bergerak mencapai visi misinya. Yang keempat aspek perundang undangan yakni
Pimpinan harus bisa hadir melaksanakan fungsi ASN yakni sbg pelaksanaan kebijakan publik, pelayan  masyarakat, dan pemersatu bangsa, membangun karakter mau, mampu dan manut sesuai amanat UU dan kebijakan pimpinan.
” AspekAspek keempat sosiologis dan politis.
Pejabat harus paham, tentang pergerakan dalam masyarakat yang sangat dinamis.pada era global yang terbuka  serta pergerakan dalam dunia politik ( infrastruktur dan suprastruktur politik)  pahami dan laksanakan Ipoleksosbudhankam,” katanya.
Bupati Tasdi menerangkan seorang pemimpin harus mempunyai, memahami dan melaksanakan ideologi Pancasila. Sekalipun ASN netral, secara undang-undang ASN harus memahami dinamika politik yang berkembang. Kemudian ASN harus paham kondisi ekonomi masyarakat Purbalingga.
Selanjutnya ASN harus peka terhadap persoalan 2 sosial, meningkatkan nilai IPM serta mengarahkan seluruh kegiatan OPD utk peningkatan IPM, pemberantasan kemiskinan dan pemberantasan  pengangguran.
” Seorang pimpinan harus bisa merubah hal2 positif menjadi nilai2 budaya bangsa. Bekerja tulus untuk kemajuan pemerintahan,” tambahnya.
Pada tahun politik, Bupati juga menegaskan agar ASN dapat berkontribusi mensukseskan berbagai agenda politik berupa pemilihan pejabat politik  yakni pemilihan Gubernur dan wakilnya. Plikada tersebut harus sukses dan bermanfaat, yakni sukses filosofis, yuridis, partisipatif, sekuriti. “ASN harus bisa cerdas memahami situasi dan aktif bergerak menggelinding kan roda pemerintahan utk mencapai visi dan misi negara,” tambahnya (PI-2)