Bupati Purbalingga Lepas Mahasiswa PKN Poltekkes Kemenkes

PURBALINGGA, INFO – Bupati Purbalingga, Tasdi menyerahkan kembali 32 mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Jakarta II yang telah menyelesaikan Praktek Kerja Nyata (PKN) di Kabupaten Purbalingga. Bupati mengapresiasi kinerja mahasiswa PKN yang telah berkontribusi membantu menangani permasalahan kesehatan lingkungan di Kabupaten Purbalingga.

“Kami berterima kasih sekali kepada teman-teman mahasiswa yang sudah melaksanakan PKN di sini, tidak sekadar teori saja yang diberikan tetapi ada aaction dan hasil yang didapatkan,” kata Bupati Tasdi saat menyerahkan kembali mahasiswa PKN Poltekkes Kemenkes Jakarta II Program Studi Kesehatan Lingkungan Diploma IV di Operation Room Graha Adiguna, Rabu (11/4).

Bupati Tasdi mengungkapkan mahasiswa PKN Poltekkes Kemenkes telah membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga mengentaskan persoalan-persoalan yang ada di Purbalingga. Terutama persoalan yang menyangkut tentang kesehatan lingkungan.

“Persoalan-persoalan di Purbalingga ini masih banyak, dengan adanya bantuan dari mahasiswa-mahasiswa PKN bisa mengurangi beberapa persoalan yang ada butuh transfer pengetahuan dan pemikiran untuk Purbalingga sendiri,” ujar Bupati.

Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta II, Joko Sulistyo menyampaikan dalam waktu yang singkat mahasiswa PKN Poltekkes Kemenkes Jakarta II memang tidak dapat memberikan sumbangsih yang banyak. Waktu 1 bulan yang terhitung dari 12 Maret hingga 12 April 2018 menurutnya kurang untuk mengaplikasikan ilmu yang didapatkan selama perkuliahan  kepada masyarakat.

“Ini sudah menjadi kebijakan dari kampus, untuk pelaksanaan PKN hanya 1 bulan karena mahasiswa-mahasiswa ini harus segera menyelesaikan skripsinya,” ujar Joko.

Menurut Joko, ini merupakan tahun ketiga Poltekkes Kemenkes menjajaki kerjasama dengan Pemkab Purbalingga menerjunkan mahasiswa PKN di Kabupaten Purbalingga. Ia menuturkan tahun ini Joko menempatkan mahasiswanya di empat Desa di Kabupaten purbalingga.

“Mahasiswa, kami tempatkan di Desa Bokol, Toyareja, Kembangan dan Desa Kutawis. Kami sampaikan terima kasih kepada pihak terkait atas izin dan bantuannya mengizinkan mahasiswa kami untuk melaksanakan PKN,” imbuhnya.

Ermas Putri Saraswati salah satu perwakilan mahasiswa jurusan Kesehatan Lingkungan D IV memaparkan hasil dari PKN di Kabupaten Purbalingga. Ia bersama rekan-rekannya telah melakukan berbagai intervensi program kesehatan lingkungan  di empat desa yang menjadi binaannya.

“Adapun intervensi yang kami lakukan yakni intervensi sosial, fisik, dan administrasi,” jelas Ermas.

Intervensi sosial yang telah dilaksanakan berupa penyuluhan TBC, penyuluhan dan praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), penyuluhan pemanfaatan sampah, penyuluhan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan penyuluhan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kemudian melakukan intervensi fisik diantaranya pembuatan jamban, pembuatan kompos, ekobrik dan briket dari sekam padi.

“Adapun intervensi administrasi yang kami lakukan untuk masyarakat yakni penyuluhan bank sampah yang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purbalingga,” paparnya.

Setelah mengamati dan mengaplikasikan ilmunya secara langsung, Ermas berharap nantinya pemberdayaan masyarakat dapat meningkat dengan bekerja sama dengan lintas sektor. Masyarakat, lanjutnya menyediakan sarana dan prasarana sanitasi di rumahnya masing-masing.

“Terakhir, Pemkab memberikan bantuan stimulan kepada masyarakat yang kurang mampu untuk menjadi prioritas dalam pembuatan jamban sehat,” harap Ermas.

Di akhir acara Bupati Purbalingga memberikan bulu mata kepada 32 mahasiswa PKN Poltekkes Kemenkes Jakarta II sebagaimana janjinya pada saat serah terima yang dilaksanakan 14 Maret yang lalu. Hal tersebut sebagai ungkapan terima kasih dan kenang-kenangan dari Pemkab Purbalingga kepada mahasiswa yang telah menyelesaikan PKN di Kabupaten Purbalingga. (PI-7)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *