bupati kento menghadiri tauziah
Purbalingg, NABI Muhammad SAW merupakan satu-satunya manusia
paling terkasih oleh Sang Pencipta, Allah SWT. Begitu tingginya
kedudukan beliau, namanya disandingkan dengan Allah SWT.

Hal itu disampaikan oleh KH Mustofa Aqil Siraj dari Cirebon dalam
tausiahnya pada acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar
oleh Majelis Taklim Riyadus Sholihin dan Jamah Maulid Rutin
Simthudduror Lintas Daerah (Jamrud Lider) di lapangan Desa Kedungjati,
Kecamatan Bukateja, Purbalingga, Sabtu (4/1) malam.

“Muhammad, nek jeneng-Ku disebut, jenengmu ugo disebut. Jeneng
Muhammad gandengan karo jenenge Gusti Allah. Begitu kata Allah SWT,”
kata Katib Syuriyah PBNU ini.

Nabi merupakan orang yang paling disayang oleh Allah. Dalam salat,
kita harus menyebut nama Kanjeng Nabi. Manusia yang salat tidak
menyebut nama Nabi Ibrahim masih sah, tetapi jika tidak menyebut nama
Muhammad, sudah pasti salatnya tidak sah. Begitu tingginya kedudukan
nabi akhir zaman ini di mata Sang Pencipta.

“Nah, kedudukan yang sangat tinggi kekasih Allah itu, apa manfaatnya
bagi kita? Ambil manfaat dekatnya Kanjeng Nabi dengan Allah jika kita
semua ingin dekat dengan Allah,” kata adik Ketua Umum PBNU, KH Said
Aqil Siraj itu.

Allah Maha Luhur dan Maha Tinggi, lanjutnya, untuk mendekatinya, maka
cara paling tepat adalah mendekati orang yang paling dekat dengan
Allah, siapa lagi jika bukan Nabi Muhammad SAW. Lalu bagaimana agar
kita lebih dekat? Tentu saja harus mengenalnya. Cara mengenalnya pie?
Caranya dengan bersalawat.

Ia menegaskan, Nabi Muhammad sejatinya tidak membutuhkan salawat dari
kita semua, sebab Nabi sudah disalawati oleh Allah dan para malaikat.
Tapi kenapa manusia diperintah untuk salawat kepada Nabi Muhammad?

“Supaya kita kenal dengan Nabi, supaya ibadah kita diterima Allah.
Jadi siapa yang butuh? Kita yang butuh salawat supaya dekat dengan
Nabi dan dekat pula dengan Allah,” katanya.

Sementara itu, pada kesempatan itu, Bupati Purbalingga, Sukento Rido
Marhaendrianto meminta kepada masyarakat untuk bersemangat datang jika
diundang pada acara-acara pengajian seperti itu. Sebab acara pengajian
dibutuhkan oleh masyarakat Purbalingga agar menjadi masyarakat yang
berakhlak baik.

“Selain itu, saya mohon doa restu agar menjalankan tugas bupati dengan
baik dan sukses dan Allah memudahkan, dicintai dan mencintai
masyarakat Purbalingga. Semua baik dalam bekerja dan Purbalingga Emas
dapat terwujud. Ekonomi maju, manjemen pemerintahan baik, wilayah yang
aman serta masyarkat sejahtera dan berakhlak mulia,” katanya.

Acara malam itu dihadiri oleh sekitar empat ribu jamaah dari wilayah
Purbalingga dan Banjarnegara. Acara diawali dengan salawatan dari
Jamah Maulid Rutin Simthudduror Lintas Daerah (Jamrud Lider) pimpinan
Habib Ali bin Umar Al Qutban.

“Alhamdulillah, ini kegiatan yang terbesar selama kami adakan. Kami
menggandeng beberapa pondok pesantren dalam kegiatan tersebut,”
katanya (Rr/dy)