Bupati Purbalingga, Sukento Rido Marhaendrianto bersama jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Purbalingga, menyaksikan Film Pendek produksi Papringan Picture yang berjudul Penderes dan Pengidep, karya sutradara Achmad Ulfi, salah satu siswa SMAN 1 Kutasari Purbalingga Yang dirangkai dengan Kesenian Uyon-uyon di Pendapa Dipokusumo Selasa malam (23/9). Film yang berkisah tentang keluarga dengan hidup pas-pasan dengan suami bekerja sebaagi penderes, serta istrinya , di sela waktu luangnya membantu suami memasak air nira menjadi gula jawa, serta membuat bulu mata palsu (idep).

Film pendek tersebut, meraih penghargaan khusus Piala Dewantara, dengan kategori Apresiasi Film Independen Pelajar Terbaik, di ajangApresiasi Film Indonesia (AFI) 2014 yang diselenggarakan Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan, di Istana Maimun Medan Sabtu (13/9) lalu.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Purbalingga, saya memberikan apresiasi yang luar biasa, mudah-mudahan dengan film-film yang diproduksi oleh anak muda Purbalingga, khususnya para pelajar, akan menambah motivasi pelajar yang lain guna meraih prestasi yang lebih baik lagi. Film pendek karya anak-anak Purbalingga sekarang sudah sangat banyak, ini merupakan prestasi yang luar biasa. Untuk itu, pemkab akan mengupayakan agar kegiatan ini menghasilkan uang,”ungkapnya.

Menurutnya kegiatan pemutaran film tersebut sebagai apresiasi atas apa yang telah mereka raih, selain itu,  agar masyarakat peduli dengan kegiatan semacam ini. Film karya anak-anak ini merupakan prestasi tersendiri, kedepan pihaknya ingin menjadikan kegiatan tersebut, menjadi profit center. Dirinya baru-baru ini, sudah menghubungi putra Purbalingga, yang menjadi direksi di perusahaan penerbangan nasional Garuda Indonesia, agar film-film pendek karya anak-anak Purbalingga, dapat di putar sebagai suguhan para penumpang pesawat tersebut.

“Kedepan para anak-anak berprestasi mau menjadi apa, kalau hanya sekedar menjadi juara, atau menang tok, buat apa juara kalau tidak menghasilkan. Tapi harapan saya bukan buat apa, tapi harapanya para anak berprestasi tersebut, selain mendapatkan juara, juga harus mendapatkan sisi yang bagus, baik dari sisi pendapatan/pengahasilan, maupun sisi kesempatan untuk meraih kesempatan yang lain,”tuturnya.

Pada bagian lain, Bupati Kento mengatakan, bahwa pemkab akan menindaklanjuti, dan memfasilitasi para anak berprestasi yang ada di Kabupaten Purbalingga. Rencana kegiatan tersebut sudah dirancang dari tahun sebelumnya, yaitu pada hari jadi, atau pada ulang tahun Hari Jadi Kabupaten Purbalingga tahun ini, pemkab akan mengumpulkan siswa berprestasi di Pendapa Dipokusumo.

“Setelah para siswa berprestasi dikumpulkan, kepala sekolah (kepsek) melalui Dindik diminta  melihat perkembangan dari anak pintar ini. Karena anak yang lulusnya paling bagus, SMPN 1 misalnya, sekolah tersebut, merupakan sekolah menengah, setelah lulus kita tidak bisa memantau lagi kemana anak itu meneruskan sekolahnya. Mungkin dari mereka ada yang meneruskan sekolah  di daerah Semarang, serta daerah lainya, sehingga keberadaannya tidak terpantau,”tuturnya.

Kento meminta, agar para siswa yang berprestasi untuk dicatat, dan dijadikan percontohan,  kepsek SMPN 1 diminta mencatat, kondisi pendidikan anak didiknya,  kalau sampai strata satu (S1), keadaannya bagaimana. Selain itu Kepsek SMAN 1 juga diminta agar para lulusan terbaik dipantau, keadaan lima tahun kedepan akan seperti apa.

Bupati menandaskan, bahwa sampai saat ini, terkait dengan keberadaan para anak yang mempunyai prestasi, pemkab belum menuangkan dalam suatu Peraturan Bupati (Perbup), himbauan, atau semacamnya. Dia juga berkomitmen, akan menyuarakan film-film terbaik karya putra daerah, yang sudah mendapatkan apresiasi/award dari lembaga yang berkompeten.

Acara pemutaran film diawali dengan pemberian uang pembinaan dari Bupati Purbalingga, untuk kru film Paringan Picture SMAN 1 Kutasari, yang diwakili oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Kutasari  Joko Suryanto.