Bupati Resmikan Proyek KSBM

Gunting Pita

Bupati Purbalingga, Sukento Rido Marhaendrianto meresmikan proyek Keserasian Sosial Berbasis Masyarakat (KSBM) yang menelan anggaran dari APBN sebesar 381 juta dan swadaya masyarakat sebesar 33 juta rupiah. Proyek ini digunakan untuk membangun jalan rabat beton sepanjang 400 m x 3 m di desa Penaruban dan Irigasi sepanjang 600 m x 1 m x 0,4 m di desa Karanggedang Kecamatan Bukateja.

Kepala Dinas Sosial Tenaga kerja dan Trasnmigrasi (Dinsosnakertrans), Ngudiarto mengatakan kegiatan KSBM merupakan bantuan APBN dari Kementrian Sosial guna menanggulangi konflik social di masyarakat. Proyek irigasi di desa penaruban untuk menaggulangi konflik social akibat sering terjadinya perebutan aliran air irigasi jika musim kemarau.
“Sedangkan proyek rabat beton di desa Karanggenang disebabkan karena keterisolasian antar dusun I dan dusun II. Keterisolasian ini membuat kedua warga dusun saling tidak mengenal padahal masih dalam satu desa” kata Ngudiarto. Kamis, (29/1)
Penerimaan program KSBM ini lanjut Ngudiarto berdasarkan aturan dari Kemensos hanya untuk satu wilayah kecamatan, dan pada tahun 2013 diberikan kepada Kecamatan Bukateja. Dana KSBM dibagi di bagi untuk dua desa masing-masing desa mendapatkan 109 juta yang nantinya digunakan untuk pembangunan fisik 97 juta, aksi bersama 2 jt, pembuatan tuga keserasian 5 jt dan operasional forum 5 juta.
“Pemberian angaran langsung lewat rekening Forum KSBM, Dinas hanya memfasilitasi” kata Ngudiarto
Bupati Purbalingga, Sukento Rido Marhaendrianto pada saat melakukan peninjauan merasa sangat puas tehadap pelaksanaan kegiatan proyek KSBM. Dan sangat berterimakasih kepada masyarakat atas partisipasinya untuk bersama-sama membangun desanya.
“Pelaksanaan KSBM ini sangat efektif dan efesien, jika dilihat dari segi kualitas bangunan sangat baik. Dan ini seharusnya bisa di contoh oleh para rekanan (kontraktor red). “ kata Sukento
Sukento sangat menyayangkan dengan pelaksanan perbaikan jalan di wilayah Kecamatan Bukateja yang dilakukan oleh para rekanan yang baru 3 bulan sudah mulai berlubang. Padahal anggaran untuk perbaikan jalan hampir menelan anggaran 3,5 milyar.
“Coba bayangkan 3,5 milyar cuma bisa bertahan 3 bulan. Kalau ini adalah ulah pengangkut galian C yang ada di  sini, maka saya perintahkan kepada Pak Sus (Asisten II Sekda) untuk berembung dengan pengusaha galian C. Untuk membantu dalam perawatan jalan. Apabila satu rit saja kita kenai iuran seratus ribu, maka kalau kita kumpulkan selama setahun sudah bisa untuk perawatan jalan.  Sehingga jalan-jalan di Purbalingga tetap mulus” pungkas Sukento. (dy)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *