Bupati di depan para dai (1)
PURBALINGGA – Menanggapi isu miring tentang giatnya kegiatan relijius yang dilakoninya, Bupati Sukento Rido Marhaendrianto hanya menanggapinya dengan tersenyum. Menurutnya, keaktifannya hadir dalam setiap kegiatan pengajian, semata-mata karena dirinya merasa masih belum cukup ilmu.

“Mungkin ada yang mengira saya aktif pengajian karena ingin mencari massa. Bukanlah. Itu masih jauh. Saya suka pengajian sejak lama, karena saya masih merasa bodoh. Kalau sudah pintar, buat apa saya belajar?” ungkapnya di depan seratusan da’i dan takmir masjid Mushola di Operation Room Graha Adiguna, Jumat (18/7).

Bupati Sukento mengisahkan perjalanan relijius dan pencarian ilmu agama yang dilaluinya selama ini. Berawal dari kegalauan saat dia masih aktif menjadi salah satu pejabat penting di perbankan. Diapun mendatangi ustadzah dan meminta nasehatnya.

“Saat itu, Bunda (sang ustadzah-red) menyarankan agar saya menjauhi segala larangan Allah dan menjalani segala perintahNya. Lalu saya katakana, saya belum tentu mampu Bunda. Lalu bunda tersenyum sambil berkata, ya sudah, kamu dekati saja para ulama. Nah, kalau yang begitu saya bisa,” kisahnya.

Sejak saat itu, Sukento mengaku berupaya sering mengikuti berbagai kegiatan yang mendekatkannya pada para ulama. Seperti pengajian-pengajian, silaturahim ke rumah ulama dan sebagainya. Lama-kelamaan dia memahami apa yang dimaksud oleh sang ustadzah tadi.

“Dengan saya dekat dnegan ulama, maka saya termotivasi untuk selalu beramal sholih. Saya juga menjadi selalu haus ilmu agama,” terangnya.

Sukento tidak membatasi dia harus belajar agama darimana. Dia belajar agama dari semua organisasi massa Islam, segala harakah maupun seluruh mazhab. Tak heran jika Ketua IPHI Kabupaten Purbalingga ini juga hampir mengenal akrab dan mesra dengan semua ulama dari berbagai aliran.

“Saya menuai banyak hikmah selama saya masih bersama-sama dengan para ulama. Ada yang selalu mengingatkan saya. Ada yang sellau memberikan nasehatnya kepada saya. Saya menjadi lebih tenang. Dan jarang galau lagi,” ujarnya disambut riuh tawa hadirin yang berkumpul sore itu. (Estining Pamungkas)