Bupati Sukento Hadiri Tasyakuran Hari Lahir Bung Karno

PURBALINGGA, Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto menghadiri kegiatan Tasyakur Hari Lahir Bung Karno yang di gelar oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purbalingga. Acara yang dirangkai dengan peringatan Hari Lahir Bung Karno ke 113, dilaksanakan di Sekretariat DPC PDI Perjuangan, di Jl S Parman, Kamis (5/6) malam.

“Perjuangan Bung Karno dengan memunculkan gagasan Pancasila perlu menjadi suri teladan, terutama bagi generasi penerus,” ungkap Bupati saat diberi kesempatan menyampaikan sambutan.

Selain dihadiri Bupati Sukento, acara itu juga dihadiri Ketua DPC PDI Perjuangan Tasdi yang juga Wakil Bupati Purbalingga, beserta pengurus DPC, PAC serta caleg dan para kader.

Dalam kesempatan itu juga dihadirkan dua orang pembicara masing-masing Ketua Dewan Pertimbangan Cabang (Depercab) DPC PDI Perjuangan Trisnanto Srihutomo dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Purbalingga, Rohiman.

Trisnanto menyampaikan materi mengenai sejarah Pancasila yang digali oleh Bung Karno. Menurutnya Pancasila merupakan jati diri bangsa yang diperoleh Bung Karno setelah melakukan perenungan. Menurutnya cita-cita Bung Karno untuk menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat, adil dan makmur bisa terlaksana jika memang Pancasila benar-benar diamalkan.

“Marilah kita gelorakan terus ajaran Bung Karno tentang Pancasila. Demokrasi Pancasila adalah identitas bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Sedangkan Rohiman menyampaikan mengenai masalah Pancasila dan Pluralisme Beragama. Disampaikan, Piagam Madinah tidak identik dengan Negara Islam. Menurutnya Nabi Muhammad SAW juga merupakan nabi yang menjunjung tinggi pluralisme.

“Pluralisme juga termaktub dalam Pancasila. Dengan Pancasila bangsa Indonesia menjadi bangsa yang memiliki toleransi termasuk dengan pemeluk agama yang berbeda-beda,” lanjutnya.

Ketua DPC PDIP  Tasdi mengatakan pihaknya memang rutin menggelar malam tasyakuran memperingati Hari Lahir Pancasila dan Hari Lahir Bung Karno. Dengan kegiatan tersebut diharapkan kader dan jajaran fungsionaris partai bisa lebih memahami makna Pancasila dan visi besar seorang Bung Karno. (Hardiyanto)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *