PURBALINGGA – invitasi pertolongan pertama pada kecelakaan kembali digelar oleh Bhakti Remaja Ganesa (Barega) Palang Merah Remaja SMA Negeri 1 Purbalingga. Kegiatan bertajuk Barega First Aid Invitation yang diselenggarakan untuk kali keenam, dibuka resmi oleh Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH, MM, Sabtu (5/5).

“Saya mengapresiasi PMR SMAN 1 Purbalingga yang setiap dua tahun sekali menyelenggarakan invitasi First Aid. Paling tidak bisa meningkatkan kemampuan diri bagi anak-anak remaja yang tergabung dalam PMR Madya,” ujar Bupati pada Pembukaan Barega First Aid Invitation di Aula SMA Negeri 1 Purbalingga.

Dikatakan Bupati Tasdi, BFAI yang digelar rutin diharapkan mampu menjembatani para PMR Madya memiliki jiwa kompetisi. Dengan bakat-bakat pertolongan pertama yang dimiliki mereka diharapkan dapat menunjukan diri dalam sebuah kompetisi, mengibarkan prestasi dan meninggikan solidaritas.

“Meski SMA/SMK saat ini menjadi kewenangan provinsi, namun karena SMA N 1 Purbalingga berada di Purbalingga dan mengurusi masyarakat Purbalingga, maka pemkab Purbalingga wajib membantu dan bekerjasama,” katanya.

Ketua Panitia BFAI Mega Putri Yustiantika Dewantari menuturkan, BFAI diselenggarakan sebagai komitmen PMR Barega dalam mengembangkan keterampilan dan kemampuan anggota PMR Madya. Selain itu juga untuk melihat bibit-bibit yang berpotensi untuk mengikuti lomba di ranah Palang Merah Indonesia (PMI) seperti Jumbara Tingkat Kabupaten hingga Nasional.

“BFAI diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kemanusiaan peserta BFAI agar menjadi generasi muda palang merah yang mengamalkan Tri Bhakti PMR,” kata putri Bupati Purbalingga yang biasa dipanggil Yosi.

Ajang BFAI kali ini, lanjut Yosi, diikuti peserta dari 33 pangkalan PMR madya yang berpangkalan di SMP/MTs se kabupaten Purbalingga. Mereka akan merenitkan juara 1,2 dan 3 tiap cabang invitasi. Sedangkan untuk regu dengan akumulasi nilai tertinggi berkesempatan memboyong piala bergilir Bupati Purbalingga.

“Ada tiga macam perlombaan yakni Pertolongan Pertama (PP), Perawatan Keluarga (PK), dan Pendidikan Remaja Sebaya (PRS). Untuk lomba PP, materinya mengenai kasus-kasus medis. Tiap regu mengirimkan 3 orang peserta,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati memberikan bantuan Rp 8,5 juta untuk menambah penggalangan dana yang dilakukan panitia. Sebelumnya, panitia telah menghimpun dana Rp 20 juta dari dukungan kerjasama berbagai pihak. “Nanti yang Rp 3,5 juta untuk nambahi biaya penyelenggaraan dan yang Rp 5 juta untuk panitia,” katanya.

Selain bantuan dana, Bupati juga membawa tiga unit sepeda bantuan Presiden RI untuk tiga peserta BFAI yang beruntung. Ditambah lagi tiga hadiah uang tunai bagi peserta yang mampu menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Bupati. (Hr/humas)