Bupati Tasdi : Gerakan Santri Menulis Bisa Membentuk “PR” di Pondok Pesantren

PURBALINGGA – Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH, MM memberikan apresiasi terhadap kegiatan Gerakan Santri Menulis dan Sarasehan Jurnalistik Ramadhan tahun 2018 yang digelar oleh Harian Suara Merdeka. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan satri-santri yang memiliki keterampilan menulis sehingga kelak dapat menjadi Public Relation bagi Pondok Pesantrennya.

“Acara ini harus diikuti dan dipahami dengan baik. Kemudian nanti dipraktekan untuk mengembangkan “PR” di Ponpes Nurul barokah ini. Bisa saja pada suatu saat nanti, Nurul Barokah bisa membuat majalah sendiri yang dibuat oleh para santri,” ujar Bupati Tasdi saat membuka Gerakan Santri Menulis dan Sarasehan Jurnalistik Ramadhan 2018 di Pondok Pesantren Nurul Barokah Desa Beji Kecamatan Bojongsari, Sabtu (2/6).

Santri Zaman Now, begitu kata Bupati, harus cerdas menangkap dinamika perkembangan jaman sehingga akan menjadi santriwan dan santriwati yang cerdas tidak hanya secara intelektual namun juga cerdas secara sosial dan spiritual. “Adanya kegiatan Gerakan Santri Menulis akan mendorong santri gemar menulis dan membaca, sehingga menghasilkan santri-santri yang kreatif. Itulah santri-santri jaman now,” katanya.

Redaktur senior Suara Merdeka, Agus Fachrudin menuturkan kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat menulis dikalangan pelajar khususnya para santri di kabupaten Purbalingga. Purbalingga sendiri menjadi salah satu pilihan lokasi program Gerakan Santri Menulis yang rutin diadakan oleh Suara Merdeka setiap bulan ramadhan. Tahun ini sudah memasuki tahun ke-24.

“Lewat kegiatan ini, keluarga besar suara merdeka ingin berbagi ilmu tentang teori-teori menulis kepada kalangan santri dan pelajar agar semangat dalam menulis,” katanya.

Kegiatan Gerakan Santri Menulis ini, lanjut Agus, menyambangi 15 lokasi pondok pesantren dan sejumlah kampus di Jawa Tengah. “Karena minat pondok pesantren untuk menjadi shohibul bait maka harus bergilir. Jadi kalau tahun ini ada di Purbalingga, Purwokerto dan Cilacap, pasti tahun depan akan diadakan di tempat lain seperti di Banjarnegara atau lokasi lainnya,” jelasnya.

Selain untuk bersilaturahmi selama bulan ramadhan, Gerakan Santri Menulis ini menurut  Agus menjadi komitmen Suara Merdeka dalam mencerdaskan para santri utamanya dalam bidang kemampuan menulis.

Sementara, pengasuh Pondok Pesantren Nurul barokah mengaku beruntung pondok pesantren yang diasuhnya menjadi lokasi program Gerakan Santri Menulis. Dia menyakini, kegiatan tersebut mampu mengantarkan Nurul Barokah menjadi pondok pesantren yang lebih maju.

Pada kesempatan tersbut, bupati Tasdi berkenan memberikan bantuan pembangunan masjid Nurul barokah yang akan dibangun untuk menggantikan masjid lama yang posisinya lebih rendah dari jalan sehingga saat hujan lebat masjid tersebut selalu kebanjiran. Bantuan senilai Rp 200 juta diserahkan langsung kepada pengasuh pondok pesantren Nurul barokah, KH Safi’i Abror. (Hr/Humas)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *