Bupati Tegaskan Sinergitas Ulama-Umara

PURBALINGGA, INFO– Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH., MM menegaskan diperlukannya sinergitas antara ulama dan umara(pemimpin). Hal tersebut disampaikan Bupati Tasdi pada acara Musyawarah Daerah Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Pendopo Dipokusumo Kabupaten Purbalingga Ahad (26/11). Bupati meyampaikan hal itu karena Bupati berpandangan ulama memegang peranan penting dalam pembangunan bangsa khususnya di Kabupaten Purbalingga.

“Saya sangat berterima kasih kepada ulama khususnya di Kabupaten Purbalingga yang telah menjaga kesejukan antar umat beragama. Sehingga pembangunan yang  ada di Kabupaten Purbalingga bisa bejalan dengan baik dan aman,” kata Tasdi.

Hal itu disampaikan Tasdi mengingat banyak daerah di Indonesia yang memunculkan friksi antar umat beragama yang mencederai semangat bhineka tungggal ika yang dicetuskan founding father yang di dalamnya temasuk para ulama. Bupati juga bekomitmen untuk menciptakan Purbalingga yang beakhlaqul karimah(akhlak yang baik) dengan membangun mental relijius yang baik.

Dalam membangun Purbalingga yang berakhlaqul karimah, Bupati mencanangkan progam relijius khususnya kepada para penyelenggara pemerintahan di Kabupaten Purbalingga. Sebagi contoh sedang dibangunnya Purbalingga Islamic Center yang menurut rencana siap digunakan pada akhir 2019. Proyek senilai 77 miliar upiah tersebut dimaksudkan agar seluruh kegiatan agama yang ada di Kabupaten Purbalingga bisa berjalan terpadu pada satu tempat.

Musyawarah Daerah yang mengagendakan pemilihan ketua MUI Purbalingga tersebut juga menelurkan sebuah keputusan ulama di Kabupaten Purbalingga menolak paham radikal yang sekarang sedang menggerogoti bangsa. Hal itu dirasa penting karena benih-benih radikalisme di Indonesia sudah mulai tampak dan itu mulai membahayakan bangsa.

Sambutan ketua MUI Jawa Tengah DR. Ahmad Daroji menyebutkan islamnya orang Indonesia adalah Islam yang mau bekompromi dengan budaya setempat. Daroji melanjutkan, Islam yang masuk ke nusantara adalah akulturasi budaya dan sikap saling menghormati antar pemeluk agama. Hal itulah yang menurut Daroji Islam mampu berkembang pesat di nusantara hingga sekarang.

“Islam yang masuk ke nusantara bukanlah Islam yang disebar dengan paksaan. Justru sikap saling menghormatilah yang membuat Islam cepat berkembang seperti dakwah Sunan Kudus yang melarang sapi untuk disembelih karena sapi adalah hewan bagi umat Hindu,” ungkap Daroji.

Daroji meminta kepada Bupati Tasdi agar mengadakan deklarasi anti radikalisme seperti yang telah dilakukan Gubenur Jawa Tengah. Dia menambahkan ulama haruslah berdiri di tengah sebagai panutan dan kedamaian. Bukan sebagai provokator yang merusak harmoni kehidupan beragama di Indonesia. Apa yang disampaikan Daroji mendapat respon tepuk tangan dari 140 undangan yang hadir di Pendopo Dipokusumo.

Musyawarah Daerah MUI itu sendiri mengantarkan KH. Roghib Abdurahman sebagai ketua. Sedangkan incumbent yaitu KH. Abror Musadiq terpilih menjadi ketua dewan Pembina MUI Kabupaten Pubalingga. Lewat sambutannya setelah terpilih, kyai Roghib mengatakan akan bersinergi dengan pemerintah untuk mensukseskan pembangunan yang dicanangkan pemerintah dan mensosialisasikan bahaya radikalisme.

“Radikal yang berarti ingin mencabut ideology sampai akar-akarnya akan kita lawan karena tidak sesuai dengan ideologi bangsa,” katanya.  (LL)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *