Bupati Tinjau Puting Beliung 10

Penanganan bencana puting beliung di desa Meri kecamatan Kutasari, Purbalingga, hingga hari ke tiga, Selasa (1/4) masih terus berlangsung. Upaya tanggap bencana yang dilakukan Pemerintah kabupaten (Pemkab) Purbalingga bersama unsur TNI, Polri, relawan SAR Perwira, SAR Purbalingga, Tagana  dan masyarakat setempat telah berhasil menangani 60 persen kerusakan rumah warga.

“Penanganan rehab rumah korban angin puting beliung hingga hari ini sudah 60 persen selesai. Tinggal rumah yang rusak berat yang belum tertangani karena material belum tersedia. Yang rusak ringan sudah tertangani semua,” kata Danramil 04 Kutasari Kapten Inf D.S Cahyadi (Bukan Pasi Intel Kodim seperti diberitakan kemarin-red), disela-sela peninjauan Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto di lokasi bencana puting beliung dukuh Bandingan Desa Meri Kecamatan Kutasari, Selasa (1/4).

Menurut Cahyadi, penanganan 10 rumah rusak berat termasuk empat rumah ryang mengalami roboh masih harus menunggu tersedianya material. Untuk menangani rumah roboh diperkirakan membutuhkan biaya hingga puluhan juta rupiah.

“Kalau yang rusak ringan cukup dengan bantuan seng dan bambu. Tapi yang rusak berat bahkan untuk yang roboh butuh lebih banyak material. Seperti kayu, bambu, tiang/saka, triplek dan lainnya,” jelasnya.

Ditambahkan Cahyadi, pada hari pertama, Minggu (30/3) pihaknya mengerahkan 150 personil terdiri dari personil Kodim dan Batalyon. Kemudian pada hari kedua, Senin (31/3) sebanyak 250 personil dan hari ketiga, Selasa (1/4) sebanyak 200 personil. Rinciannya 150 personil Kodim 0702 Purbalingga dan 50 anggota Batalyon 406 Chandra Kusuma Bojong.

Tanggap Bencana

Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto, pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh jajaran yang telah bergerak cepat dalam menangani bencana angin puting beliung di wilayah Kutasari dan Bojongsari.

“Saya berterima kasih atas kesigapan seluruh aparat dan kebersamaan masyarakat di lokasi bencana. Begitu kejadian langsung berkordinasi dan turun membantu masyarakat,” katanya.

Pemkab, lanjut Bupati, juga telah memberikan bantuan baik berupa bahan makanan untuk keperluan dapur umum maupun material untuk perbaikan rumah warga. Bupati menyadari, bantuan yang diberikan Pemkab tidak mungkin memenuhi semua kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat. Karena menurut Dia, bantuan yang diberikan hanya sebagai stimulan.

“Sifatnya sebagai stimulan, jadi tidak sepenuhnya. Mengenai bantuan berupa uang, hari ini saya memerintahkan BPBD untuk mempercepat pendataan. Sehingga kalau hari ini pendataan selesai, langsung saya teken dan besok (2/4) sudah bisa dicairkan dan diserahkan kepada masyarakat,” jelasnya.

Rencananya bantuan berupa uang akan diberikan kepada korban yang rumahnya  roboh masing-masing sebesar Rp 2,5 juta, rusak berat Rp 1,5 juta dan rusak sedang Rp 500 ribu. “Kami juga akan mengusasahakan bantuan dari Provinsi Jawa Tengah,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga Priyo Satmoko menuturkan, bencana angin puting beliung yang terjadi Sabtu (29/3) sore, memporakporandakan sedikitnya 280 rumah warga Desa Meri dan Sumingkir, Kecamatan Kutasari, Banjaran dan Galuh Kecamatan Bojongsari serta Wirasana Kecamatan Purbalingga.

“Dari pendataan yang dilakukan Muspika dan tim BPBD, tercatat ada 280 rumah rusak. 3 rumah roboh, 27 rusak berat, 87 rusak sedang dan 162 rusak ringan,” jelasnya.

Priyo merinci, kerugian yang dialami warga Desa Meri meliputi 3 rumah roboh, 23 rusak berat, 81 rusak sedang dan 96 rusak ringan. Sedangkan untuk Desa Sumingkir terdiri dari 4 rumah rusak berat, 5 rusak sedang dan 46 rusak ringan.

Puting beliung juga terjadi di desa Banjaran Kecamatan Bojongsari dengan korban 3 rumah rusak ringan, Desa Galuh 1 rumah rusak berat, 1 rusak sedang dan 13 rumah rusak ringan. “Di Wirasana juga ada 4 rumah rusak ringan,” jelasnya.

Untuk membantu korban, pihaknya telah menyalurkan bantuan berupa Seng sebanyak 684 lembar, Triplek 50 lembar, paku payung 115 kg, paku usuk 25 kg, dan paku reng 25 kg. Bantuan yang disalurkan ke Posko Bencana berupa beras 100 kg, mie instan 15 dus, minyak goring 15 liter, telor 20 kg, serta kecap dan saos masing-masing 15 botol.

Selain dari BPBD, Pemkab juga menyalurkan bantuan dari Dinsosnakertran, dan PMI. Bupati Sukento juga akan mengkordinasikan bantuan dari perbankan dan pengusaha. “Bantuan juga mengalir dari masyarakat dan pihak swasta,” tambahnya. (Hr)