Peningkatan erupsi Gunung Slamet yang terjadi selama 1 minggu ini membuat Pemerintah Daerah Purbalingga kembali melalukan beragai persiapan salah satunya adalah dengan mendirikan posko tanggap erupsi Gunung Slamet  di Dukuh Liru Desa Binangun Kecamatan Mrebet.

Pedirian posko ini menurut Bupati Purbalingga, Sukento Rido Marhaendrianto agar apabila terjadi erupasi yang meluas ke wilayah pemukiman sekitar sekitar Gunung Slamet dapat segera di lakukan penanganan dengan segera.

“Sehingga kalau terjadi bencana erupsi korban bisa di minimalisir,” kata Sukento saat meninjau lokasi posko, Jum’at (12/9)

Selain pendirian posko penanganan erupsi, Pemda Purbalingga juga telah melakukan sosialisai tanggap darurat di desa desa sekitar wilagah terkena dampak erupsi.

Bupati Purbalingga lewat Kepala Bagian Humas, Rusmo Purnomo mengatakan dalam mengantisipasi dampak erupsi yang lebih luas Pemda telah membentuk satgas penanganan erupsi Gunung Slamet. Dengan adanya satgas maka tugas dan tanggungjawab menjadi semakin jelas.

“Penanganan sebelum, saat terjadi dan sesudah erupsi menjadi tangungjawab satgas yang nantinya terbagi menjadi beberapa tim atau seksi,” kata Rusmo.

Rusmo juga menjelaskan adanya berbagai perbagai pemberitaan  beredar di beberapa sosial media yang keliru dan di besar-besarkan.

“Saya berharap apabila masyarakat mendapatkan informasi, dapat segera melaporkan ke BPBD atau instansi terkait. Masyarakat diharapkan harus selalu waspada tapi jangan terlalu resah,”ujar Rusmo

Dari pemantauan di lapangan desa Mrebet juga telah di pasang tenda untuk pengungsian sebanyak 3 tenda yaitu dari dinas sosial, kepolisian dan BNPB.