Bupati Tutup TMMD Sengkuyung II Tahun 2014

TMMD 2014Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) sengkuyung II tahun anggaran 2014 yang dilaksankaan selama 20 hari di Desa Pandansari Kecamatan Kejobong secara resmi ditutup oleh Bupati Purbalingga, Rabu (29/10). Penutupan dilaksanakan dengan upacara dan peninjauan lokasi TMMD.

Menurut perwira proyek TMMD Sengkuyung II Tahun 2014, Kapten Arm Herlan Supriyanto dalam laporannya pelaksanaan TMMD telah menyelesaikan dua sasaran, yakni sasaran fisik dan non fisik. Sasaran fisik telah menyelesaiakan rabat beton dengan panjang 1.091 meter dan panjang 2,5 meter. Pembangunan talud dengan panjang 340 meter, lebar 0,4 meter, tinggi 0,7 meter.

“Pembangunan gorong-gorong panjang 0.4 meter, lebar 4 meter sebanyak 3 buah dan jembatan panjang 8 meter, lebar 4 meter dan 5 meter,”kata Herlan

Sasaran fisik telah dilaksanakan dengan hasil 100 persen sedangkan sasaran non fisik lanjut Herlan ada 6 sasaran penyuluhan. Sasaran penyuluhan meliputi penyuluhan mental idelologi, kesadaran berbangsa dan bernegara, kamtibmas, kesejahteraan masyarakat, pertanian dan bhakti sosial.

Terpisah Bupati Purbalingga, Sukento Rido Marhaendrianto saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah mengatakan proses perencanaan TMMD harus melibatkan berbagai instansi baik TNI, Kementrian dan lembaga Non Kementrian.

Perencanaan harus disusun dengan sistem bottom up planning yang melibatkan dan mewadahi aspirasi dan kepentingan masyarakat sebagai pelaku dan pengguna hasil TMMD. Pembangunan fisik diarahkan pada pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana fasilitas umum.

Pembangunan di Jawa Tengah didorong untuk menerapkaan spirit Trisakti Bungkarno, berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Kunci dari kemandirian dengan mendorong penguatan ekonomi kawasan perdesaan dalam rangka mewujudkan kemandirian petani dan nelayan.

Gubernur menyadari kehadiran TNI/POLRI tidak semata-mata membangun desa tetapi sebagai sumber inspirasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kepekaan dan kepedulian sosial. Pelaksanaan TMMD diharapkan menjadi daya ungkit bagi perwujudan masyarakat Jawa tengah yang Sejahtera dan berdikari.

Akhir sambutan Gubernur berpesan agar seluruh masyarakat Jawa tengah untuk ikut menjaga, memelihara dan mengembangkan hasil pembangunan yang telah direalisasikan melalui kegiatan TMMD guna mendukung aktivitas ekonomi ndan sosial masyarakat.

Penutupan TMMD juga dimeriahkan oleh kesenian Kuda Kepang dari anak sekolah desa Pandansari, juga dilakukan penanaman pohon peneduh di sekitar lapangan desa. Hadir pada acara tersebut anggota forum koordinasi pimpinan daerah, para kepala SKPD di lingkungan pemkab Purbalingga, Camat dan Muspika Kejobong serta para tokoh masyarakat.

Dari data Bapermasdes Purbalingga angaran TMMD sengkuyung II menelan anggaran sebesar Rp. 265 juta dengan rincian dari APBD Propinsi sebesar Rp.130 juta, dana stimulan Rp. 35 juta dan APBD Purbalingga sebesar Rp 100 juta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *