PURBALINGGA, INFO – Program Santunan Anak Yatim dan Fakir Miskin (Prosa Ayfam) yang dibentuk pertama kali pada 2014 di Desa Sirandu Kecamatan Karangjambu, Purbalingga, kini melebarkan pelayanannya di tingkat kabupaten Purbalingga. Sabtu (7/4), kepengurusan Prosa Ayfam Kabupaten Purbalingga dikukuhkan oleh Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH, MM di Operation Room Graha Adiguna.

“Ini adalah mutiara baru yang lahir dari pinggiran (Karangjambu-red). Mereka sudah merealisasikan programnya dari desa hingga berkembang di tingkat kecamatan. Dan sekarang saya tarik untuk menjadi kepengurusan di tingkat kabupaten Purbalingga,” ujar Bupati Tasdi saat mengukuhkan Kepengurusan Prosa Ayfam kabupaten Purbalingga.

Prosa Ayfam yang didirikan oleh Furqon Aji Purnomo merupakan organisasi yang bergerak dibidang sosial. Pada tahun pertama pendiriannya, mereka mampu menggerakan masyarakat di desa Sirandu Kecamatan Karangjambu untuk bergotong royong menghimpun dana guna memberikan santunan bagi anak yatim dan fakir miskin di desa itu. Pada awal beroperasinya, Prosa Ayfam telah mampu merealisasikan program penyaluran santunan seperti  santunan dhuafa dan anak yatim, santunan perlengkapan sekolah anak yatim, santunan produktif, santunan kesehatan, rehab rumah dhuafa dan santunan jambanisasi rumah dhuafa.

Terkesan dengan kiprahnya, saat kegiatan penyaluran santunan Prosa Ayfam pada 2016 lalu, Bupati Tasdi meminta kelembagaan Prosa Ayfam diboyong ke tingkat kabupaten Purbalingga. “Di Purbalingga sudah ada Baznas, LazisMU, LazisNU dan lembaga sosial lainnya, namun Prosa Ayfam perlu kita dorong khusus sebagai gerakan anak-anak muda pinggiran untuk ikut mengubah nasib Purbalingga. Dan Alhamdulillah hari ini dapat kita wujudkan,” jelasnya.

Untuk sementara, sekretariat Prosa Ayfam Kabupaten Purbalingga bakal menempati kediaman pribadi bupati di Jalan Serma Jumiran Purbalingga Kulon. Sebelumnya, pemkab telah mengalokasikan bantuan hibah untuk Prosa Ayfam sebanyak Rp 20 juta dan akan ditingkatkan pada perubahan APBD 2018 mendatang menjadi Rp 50 juta.

Dengan hadirnya Prosa Ayfam, diharapkan persoalan sosial dan kemiskinan di kabupaten Purbalingga dapat semakin cepat tertangani atas kolaborasi pemerintah, masyarakat dan lembaga sosial yang ada di kabupaten Purbalingga.

Ketua Prosa Ayfam Furqon Aji Purnomo menuturkan setelah adanya permintaan membentuk kelembagaan di tingkat kabupaten, dirinya langsung melangkah untuk mengurus badan hukum sehingga pada akhir 2017 Prosa Ayfam telah menjadi lembaga legal dengan diterimanya status badan hukum dari Kementerian Hukum dan HAM.

Dikatakan Aji, selama tiga tahun menghimpun dana di Desa Sirandu, pihaknya sudah diamanati dana santunan senilai Rp 130 juta.  Dana tersebut telah disalurkan melalui program santunan yang dikembangkan. Saat menunggu proses pengukuhan pengurus kabupaten, pihaknya juga terus melakukan upaya menghimpun dana khusus untuk merealisasikan program ambulan dhuafa. Selama tiga bulan (November/Januari-red) mendapat titipan donasi Rp 47 juta. Dana itu kemudian diwujudkan menjadi Mobil Dhuafa Prosa Ayfam yang dapat dimanfaatkan oleh kaum dhuafa secara gratis.

“Mobil ini untuk pelayanan sosial, kegawatdaruratan, pelayanan orang sakit namun tidak mampu transportasinya. Ini pelayanan ambulan gratis setara dengan Baznas, LazisMU, LazisNU, Dompet Dhuafa dan lainnya,” jelasnya.

Mobil Dhuafa tersebut, lanjut Aji, nantinya akan dikhususkan untuk pelayanan sosial diwilayah pinggiran, sehingga ada pemerataan pelayanan bagi masyarakat kurang mampu. Masyarakat yang membutuhkan layanan mobil dhuafa dapat menghubungi pengurus Prosa Ayfam atau menghubungi nomor telephone Mobil Dhuafa CP 081325700042 atau 085600008392.

Kedepan, untuk memperluas pelayanan Prosa Ayfam, pengurus akan mencoba menghimpun dana dari masyarakat melalui kupon donasi yang akan disebar di seluruh wilayah kabupaten Purbalingga.

Pada kesempatan tersebut, Prosa Ayfam menerima penyaluran CSR (Corporate Social Responsibility) dari Bank Mandiri Syariah Purbalingga sebesar Rp 20 juta. Bantuan langsung diserahkan oleh Pimpinan Cabang Bank Mandiri Syariah Purbalingga Ari Kristiyanto Merenda kepada Bupati yang kemudian diserahkan kepada Ketua Prosa Ayfam Furqon Ahi Purnomo. Bupati Tasdi juga meluncurkan pengoperasian Mobil Dhuafa Prosa Ayfam ditandai pemecahan kendi. (PI-4)