Tim Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD), memberikan progress baik  atas Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) kabupaten Purbalingga tahun 2013. Hal itu disampaikan ketua tim Endang Tjatur Apriyanti saat berpamitan kepada Bupati Sukento Rido Marhaendrianto di Ruang Rapat Gedung B Setda Purbalingga, Jumat (28/11).

“Setelah mengadakan kroscek ke sejumlah lokasi, dapat disimpulkan bahwa yang dilaporkan Bupati dalam LPPD 2013 sesuai dan akuntabel atau bisa dipertangungjawabkan. Tidak terlalu banyak beda antara LPPD dengan kondisi riil di lapangan,” kata Tjatur, Kasubdit Wilayah IV Dir PKEKD Ditjen OTDA, Kementerian Dalam Negeri.

Tim berada di Purbalingga sejak Rabu(26/11) petang dan melakukan kunjungan lapangan pada Kamis (27/11) kemarin. Mereka mengunjungi Puskesmas Serayu Larangan Kecamatan Mrebet, RSUD dr R Goeteng Tarunadibrata, SMK Negeri 3 Purbalingga, SMP Negeri 3 Purbalingga dan Kantor Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (KPMPT).

Menurut Tjatur, meski di Purbalingga telah membuat inovasi yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, seperti pendirian SMK N 3, PSPR Gakin, JPKM, dan lainnya. Namun masih banyak potensi lain yang perlu digali seperti pemanfaatan solar cell atau listrik tenaga matahari pada fasilitas lampu penerangan jalan dan lampu pengatur lalu lintas.

“TPA yang ada di Purbalingga perlu dikelola lebih baik agar bermanfaat bagi masyarakat. Ini juga butuh inovasi dalam pengelolaanya,” katanya.

Bupati Sukento mengaku beruntung mendapat kunjungan lapangan tim EKPPD, karena bukan hanya yang baik-baik yang disampaikan, namun juga diketahui aspek penyelenggraan pemerintahan yang masih membutuhkan penanganan lebih.

“Purbalingga berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan tagline Purbalingga Emas. Maksudnya, kita ingin ekonomi Purbalingga baik, menejemen pemerintahanya baik, wilayah yang aman dan masyrakat yang sejahtera,” tandas Bupati.

Diakui Sukento, masih banyak PR yang harus dilakukan diantranya memberikan perhatian bagi 9000 penyandang cacat miskin, membangun infrastruktur jalan dan tentu membangun tata kelola persampahan yang lebih baik.

“Soal penggunaan solarcell, sudah dimanfaatkan pada sejumlah taman hutan kota. Rencananya pada 2015 nanti secara bertahap akan diterapkan untuk lampu pengatur lalu lintas,” jelasnya.

Dari penilaian awal LPPD 2013, Purbalingga menjadi satu-satunya kabupaten di Jawa Tengah yang dikunjungi oleh tim nasional EPPD. Bila pada penilaian akhir berhasil masuk 10 besar nasional, maka Bupati Purbalingga berhak menerima penghargaan Samkarya Nugraha Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden RI.

Penghargaan ini diberikan kepada kepala daerah yang penyelenggaraan pemerintahan daerahnya masuk 10 besar nasional tiga kaki berturut-turut. Sebelumnya, Purbalingga telah menjadi 10 besar nasional pada LPPD 2011 dan 2012.