Desa Tertinggal Akan Jadi Prioritas Utama Layanan Perputakaan Keliling

PURBALINGGA, INFO- Sejumlah 45 Desa di Kabupaten Purbalingga yang masuk kategori Desa tertinggal atau masih dalam zona merah, harus menjadi prioritas pelayanan perpustakaan keliling dari Dinas Arsip dan Perpustakaan (Dinarpus)  Kabupaten Purbalingga. Selain untuk mengetahui respon masyarakat pada minat membaca, hal  itu juga ditujukan membiasakan budaya membaca bagi  masyarakat di desa tertinggal sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan dan juga berbagai referensi positif yang didapat dengan membaca buku.

Pesan itu disampaikan Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH. MM. saat menyerahkan bantuan berupa 1 unit mobil untuk operasional perpustakaan keliling dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI. Bantuan lain yang diterima langsung oleh Kepala Dinarpus Drs. Suparso juga berupa 1 unit sepeda motor yang diserahkan oleh Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi, SE. B.Econ.

“Dengan bertambahnya kendaraan operasional ini, saya berharap, intensitas pelayanan perpustakaan keliling di desa tertinggal semakin ditingkatkan,” kata Bupati Tasdi.

Bupati Tasdi juga mengingatkan, berbagai bacaan yang akan didistribusikan ke berbagai wilayah di Purbalingga sebelumnya diteliti dahulu untuk menghindari bacaan-bacaan yang bermuatan buruk yang dapat mengandung paham-paham radikalisme dan berbagai hal negatif lainnya.

“Semoga nantinya masyarakat di desa-desa tertinggal akan tergugah semangat hidupnya untuk berubah lebih maju karena terinspirasi dari bacaan-bacaan yang diperoleh dari layanan perpustakaan keliling,” kata Bupati Tasdi.

Terkait penanganan desa tertinggal, sebelumnya dalam apel pagi gabungan dari  beberapa OPD di sekitar Setda Purbalingga, Bupati Tasdi menyampaikan akan membentuk tim pemberantasan kemiskinan dari pejabat-pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga yang akan diberikan surat penugaan di desa –desa tertinggal.

“Saya tugasi sebagai tenaga ahli yang nantinya akan menjadi pembina penyelenggaran pemerintahan di desa, menularkan ilmunya untuk memotivasi pemerintahan desa,” kata Bupati Tasdi.

Bupati Tasdi berharap, pejabat yang ditugasi akan membawa pencerahan , menggali potensi-potensi yang masih terpendam, dan menularkan inovasi-inovasi baru sehingga desa-desa tersebut dapat mengejar ketertinggalan.

“Dengan tenaga ahli dari pejabat Pemkab, semoga dari 45 desa tertinggal, sedikit demi sedikit angkanya dapat diturunkan, bahkan dapat mewujudkan Purbalingga yang zero desa tertinggal,” kta Bupati Tasdi. (PI-5 /PI-4)