PURBALINGGA, DINKOMINFO – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purbalingga Masa Bakti 2017-2022, Tasdi mengatakan di kepengurusan yang baru akan membuat beberapa gerakan baru yakni Program 1000 Palang Merah Remaja (PMR) Kabupaten Purbalingga dan Tersedianya dua mobil PMI yang siap tempur. Dengan berbagai macam kesibukan yang dimiliki kepengurusan PMI tidak menyusutkan kepedulian di bidang kemanusiaan.

“Saya ingin kepengurusan di kabupaten ini dapat memberikan manfaat walaupun dengan berbagai kesibukan,” ungkap Tasdi saat memberikan sambutan pada Pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Purbalingga Masa Bakti 2017-2022 di Pendopo Dipokusumo, Sabtu (12/6).

Menurutnya, hampir semua pengurus berkecimpung sebagai pimpinan atau pekerjaan di bidangnya dengan usia yang makin bertambah tidak menyulutkan semangat mereka untuk terus berkontribusi di PMI. Oleh karena itu, Tasdi menginginkan adanya generasi penerus yang mampu melanjutkan estafet kepemimpinan di kemudian hari, hal ini dilakukan dengan membuat program 1000 PMR Kabupaten Purbalingga.

“Saya ingin bersama-sama membuat kepengurusan sampai ke tingkat kecamatan dengan clear, bilamana perlu PMR generasi penerus kita tidak hanya 102 orang , kita bersepakat ada Program 1000 PMR untuk Kabupaten Purbalingga,” ujarnya.

Hal tersebut digagas agar PMI dan PMR siap siaga dalam menghadapi situasi atau bencana yang terjadi di Kabupaten Purbalingga. Untuk itu dibutuhkan sinergitas semua piak dengan tidak adanya ego sentralis untuk bersama melayani masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

“Kita akan berdisiplin, tidak ada ego sentralis, kita akan bersinergi ngurusi masyarakat dan saudara-saudara kita yang butuh pertolongan,” jelas Tasdi.

Selain program 1000 PMR, Tasdi menambahkan akan menambahkan dua mobil PMI yang siap tempur dan lebih siap melayani masyarakat. Untuk itu Tasdi menambahkan pentingnya aspek sarana dan prasarana demi keberlangsungan PMI ke depannya agar lebih paripurna dalam menjalankan tugas dan mengabdikan diri untuk masyarakat.

“Saya tidak mau mobil PMI terlalu bobrok, saya ingin mobil PMI harus bagus supaya bisa memberikan pelayanan yang makasimal,” harapnya.

Di sisi lain, Tasdi juga menginginkan dari segi Sumber Daya Manusianya (SDM) pengurus tidak hanya sekedar kepengurusan saja melainkan harus berkontribusi nyata. Ia menuturkan pengurus terlantik harus siap bekerja, mengabdikan diri dengan sukarela tanpa imbalan apapun demi kesejahteraan rakyat Purbalingga.

“Kita harus siap bekerja, mengabdikan diri tanpa bayaran, tanpa apapun, sukarela demi kesejahteraan Kabupaten Purbalingga,” kata Tasdi.

Selanjutnya, ia juga menyampaikan dari segi manajemennya, pengurus baru harus memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing dan melakukannya dengan sebaik mungkin. Untuk aspek sumber daya anggaran, dirinya menghimbau agar para pengurus saling bergotong royong tidak hanya masalah dana ataupun bulan dana PMI melainkan bagaimana cara berpikir, bertindak agar dapat mengefektifkan anggaran.

“Oleh karenanya aspek sumber daya anggaran harus kita gali dengan segiat-giatnya supaya dapat mengefektifkan anggaran organisasi,” imbuh Tasdi.

Terakhir Tasdi menyampaikan ada gerakan baru yakni Gerakan PMI Berbasis Rakyat, gerakan ini ditujukan tidak hanya untuk pemilik PMI, pengurus PMI atau bahkan pemerintah melainkan milik masyarakat Purbalingga. Ia menambahkan gerakan tersebut akan menunjukan bahwa PMI dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

“Tidak hanya demokrasi, PMI juga bergerak dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat,” pungkas Tasdi. (Lil)