OBITDinas Pertanian Perkebunan Dan Kehutanan (Dintanbunhut) Kabupaten Purbalingga pada tahun 2014 menargetkan program penanaman satu miliar pohon atau “One Billion Indonesian Tree” (OBIT) sebanyak 1.866.434 pohon. Hal tersebut sebagai langkah untuk merehabilitasi hutan yang ada di sepanjang pegunungan Slamet hingga ke timur wilayah Rembang.

“Selain untuk  merehabilitasi hutan dan lahan. Dengan program tanam satu miliar pohon, juga  merupakan untuk konservasi daerah aliran sungai (DAS) hulu, serta sebagai resapan air di daerah hulu sungai di sepanjang pegunungan Slamet hingga ke wilayah Kecamatan Rembang,”tutur Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Dan Kehutanan, Zainal Abidin usai mendampingi Bupati Purbalingga pada Pencanangan Penanaman satu miliar pohon “One Billion Indonesia Trees “ (OBIT) Tingkat Kabupaten Purbalingga Tahun 2014 di Lapangan Desa Candiwulan Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga, Jumat (5/12).

Dalam laporannya Zainal mengatakan, bahwa  pencanangan OBIT sekaligus memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), serta Bulan Menanam Nasional (BMN) yang dilaksanakan setiap tahun pada tanggal 28 Nopember di seluruh Indonesia di tingkat propinsi dan kabupaten/kota.

“Dengan tema “Hutan Lestari Untuk mendukung Kedaulatan Pangan, Air Dan Energi Terbarukan” hal itu dimaksudkan untuk mendorong masyarakat ikut membangun ekosistem hutan. Selain itu,  OBIT juga untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang lebih baik, sekaligus menyediakan bahan baku bagi industri kehutanan,”tuturnya.

Menurutnya, selain sebagai bahan baku industry, dengan OBIT karbondioksida di udara dapat di serap , juga sebagai kontribusi dalam mitigasi perubahan iklim. Dengan OBIT dampak pemanasan global dapat dikurangi, dan meningkatkan absorsi (penyerapan gas) CO2, SO2, serta polutan lainya. Disamping itu juga mencegah banjir, kekeringan, serta tanah longsor, dan untuk meningkatkan upaya konservasi sumber daya genetik  tanaman hutan.

Adapun pohon yang ditanam dalam program OBIT adalah jenis bibit albasia, jabon, jati, mahoni, glodogan, trembesi, damar, dan acacia mangium. Selain itu juga jenis bibit buah seperti rambutan, jambu citra, durian mangga. Dan bibit jenis s pohon sukun, petai, gempol, mundu, kemundung, pucung kesemek dan lain sebagainya.

Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto, saat membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan RI Siti Nurabaya mengatakan, dengan terbitnya Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014  Tentang Pemerintah Daerah, maka urusan pemerintah adalah pada perencanaan hutan dan pengawasan.

”Sedangkan urusan yang diselenggarkan oleh pemerintah dan dilaksanakan oleh pemerintah propinsi, adalah pengelolaan hutan, konservasi sumber daya alam hutan, pendidikan dan pelatihan, penyuluhan serta pemberdayaan masyarakat di bidang kehutanan dan pengelolaan DAS,”tegasnya.

Siti Nurbaya menambahkan,sedangkan urusan yang berada di bupati/walikota adalah pengelolaan taman hutan raya di kabupaten/kota.

“Dengan demikian, dimohon bantuannya agar para gubernur dengan urusan yang telah ditetapkan dalam UU tersebut dapat dilaksanakan dengan baik. Disamping itu agar selalu berkoordinasi dengan pemerintah, baik antar gubernur maupun dengan bupati/walikota,”ujarnya.