CPNSSebagai seorang abdi masyarakat dan abdi negara, seorang pegawai khusunya para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) harus menunjukkan displin serta berkinerja bagus saat  menjalankan tugasnya. Tetapi sebalinya, jika seorang CPNS tidak mampu menunjukan displin serta kinerja yang baik, pemkab tidak akan segan memberhentikan mereka dari status yang disandangya.

“Saya ucapkan selamat atas perubahan status, yang sebelumnya merupakan tenaga honorer, sekarang mejadi CPNS. Saya ingatkan bahwa sebagai CPNS akan diberikan masa percobaan  satu tahun, serta belum ada jaminan pasti akan diangkat menjadi PNS,”terang Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto, usai menyerahkan Surat Keputusan (SK) CPNS Formasi Honorer Kategori II Tahun 2013 dan Formasi Khusus Dokter Tahun 2014 Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga di Pendapa Dipokusumo, Senin (5/1, yang  dihadiri Wakil Bupati Purbalingga (Wabup )Tasdi, Sekretaris Daerah Purbalingga (Sekda) Imam Subijakto Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Purbalingga,Kodadiyanto, dan Asisten Adminstrasi Sekda Purbalingga Gunarto.

Apabila dalam menjalani masa percobaan, sambung Kento, serta CPNS tidak mampu menunjukkan kedisiplinan serta kinerja yang baik, pemkab tidak akan segan-segan memberhentikan dari CPNS.

“Untuk itu, tunjukkanlah integritas, serta dedikasi yang tinggi, tunjukkan prestasi dan tingkatkan kedisiplinan juga  kinerja yang bagus. Baik sebelum maupun sesudah diangkat menjadi CPNS,”pintanya.

Sukento menambahkan bahwa dalam perkrutan/pengangkatan CPNS, Pemkab sama sekali tidak memungut biaya apapun. Baik untuk untuk proses pemberkasan, maupun pengurusan terkait prosese penagangakatan CPNS.

“Sehingga apabila ada seorang yang mengaku dapat membantu pengangkatan CPNS, maka orang tersebut merupakan oknum yang tidak bertanggung jawab, dan dapat diindikasikan orang tersebut adalah penipu,”tuturnya.

Kento juga mengharapkan, agar CPNS untuk bersyukur, dengan menjalankan tugas dan tanggung jawanya secara professional, baik dalam mengabdikan diri kepada Negara maupun melayani masyarakat.

PLt Kepala BKD Kabupaten Purbalingga, Kodadiyanto mengatakan, bahwa penyerahan SK CPNS tersebut merupakan 199 tenaga honorer kategori II (K2) dan delapan tenaga khusus formasi dokter. Sedangkan proses pengangkatan honorer K 2 BKD Purbalingga mengusulkan 202 honorer K2, dan yang memenuhi syarat 199 orang.

“Sisanya sebanyak tiga orang masih menunggu keputusan dari BKN karena masih terdapat kekurangan persyaratan,”terangya.

Untuk pengangkatan CPNS formasi khusu dokter, tambah Koda, didasarkan pada pasal 5 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor  56 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi CPNS.

“Dimana pada ayat 1 menyebutkan, bahwa seorang dokter yang telah selesai atau sedang melaksanakan tugas sebagai pegawai tidak tetap (PTT)/honorer pada fasilitas kesehatan milik Pemerintah dapat diangkat menjadi CPNS setelah melalui pemeriksaan kelengkapan adminsistrasi,”tuturnya.

Menurut Koda, untuk formasi khusus dokter Pemkab Purbalingga mengusulkan 16 formasi yang dilaksanakan  dalam dua tahap. Tahap pertama sejumlah delapan dokter yang SK CPNS-nya diserahkan pada 20 Oktober 2014 lalu.

“Sedangkan tahap kedua sebanyak delapan dokter yang terdiri satu dokter spesialis bedah, spesialis anak, satu dokter gigi dan enam dokter umum. Sehingga CPNS yang menerima SK CPNS jumlahnya 207 orang. Dan berdasarkan rincian golongan CPNS dari formasi honorer K2 yang menerima SK, golongan III sebanyak 59 orang , golongan II 111 orang dan golongan I 29 orang di tambah delapan orang formasi khusus dokter yang masuk dalam golongan III,”pungkasnya