Lomba MenuDalam rangka untuk mendukung percepatan penganekaragaman konsumsi pangan (P2KP), Badan Pelaksana Penyuluh Ketahanan Pangan (BPPKP) Kabupaten Purbalingga, mengadakan Lomba Cipta Menu yang diselenggrakan di Pendapa Dipokusumo, Rabu (29/10). Peserta lomba sebanyak 33 kelompok terdiri  wakil Tim Pembina (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan se Kabupaten Purbalingga, gerakan organisasi wanita (GOW) Kabupaten Purbalingga, Perwakilan Dharma Wanita Paersatuan Kabupaten Purbalingga.

Materi lomba adalah berupa cipta menu pangan beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA), yang berbasis sumebr daya local. Sedangka aspek penilaian lomba adalah keragaman berdasarkan kesimbangan antar kelompok pangan, atau sumber karbohidrat, protein, dan vitamin, serta keragaman berdasarkan nilai gizinya. Juri lomba Cipta Menu dari unsure DWP Purbalingga, dosen Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, TP PKK Kabupaten Purbalingga, dan praktisi kuliner.

Kepala BBKP Kabupaten Purbalingga, Lily Purwati dalam laporanya mengatakan, lomba tersebut, selain sebagai upaya mendudkung program P2KP, juga untuk memfasilitasi terwujudnya pola konsumsi pangan beragam, bergizi, berimbang dan aman, yang diindikasikan oleh nilai pola pangan harapan (PPH) pada tahun 2015 sebesar 95. Sedangkan PPH Purbalingga sudah cukup  baik, serta  terjadi peningkatan yang pada tahun 2013 sebesar 87,2, dan pada tahun 2014 nilainya 87,9.

“Sedangka tujuan khususnya adalah untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, serta perubahan sikap masyarakat, khusunya kelompok wanita, dalam pengembangan menu pangan local, sebagai penyedia sumber pangan keluarga. Disamping itu juga untuk meningkatkan pemanfaatan pangan local dan produk olahannya, melalui pengembangan usaha pengolahan pangan local berbasis tepung-tepungan,”tuturnya.

Lily juga menambahkan, kegiatn tersebut juga untuk meningkatkan motivasi, partisipasi, dan aktifitas masyarakat dalam penganekaragaman konsumsi pangan, melalui pengembangan budaya makan yang beragam, bergizi, berimabng, serta aman.

Bupati Purbalingga, Sukento Rido Marhaendrianto dalam sambutannya meminta agar pencanangan satu hari tanpa nasi (one day, no rice), jangan hanya menjadi slogan saja, tetapi harus direalisasikan, bahkan pihaknya meminta agar melakukan gerakan seminggu sekali  tanpa mengkonsumsi beras.

“Dengan seminggu tanpa konsumsi beras, tapi diganti dengan konsumsi aneka pangan non beras,. diharapkan akan menghemat subsidi beras bagi masyarakat miskin. Sedangkan Pemkab Purbalingga memberikan subsidi raskin setiap tahun sebesar sekitar 84 miliar rupiah, atau setara dengan anggaran  APBD untuk membangun infrastruktur di Purbalingga,”tuturnya.

Menurutnya, anggaran subsidi pangan, khusunya raskin di Purbalingga sebesar 84 miliar setiap tahunnya, dan apabila seluruh masyarakat  Purbalingga tidak mengkosumsi beras sebanyak empat kali selama sebulan, maka akan menghemat subsidi beras sebesar Rp 11,52 miliar.

“Penghematan tersebut, bisa dialihkan untuk membangun berbagai infrastruktur lainya, seperti pembangunan bendungan, jalan, dan lain sebagainya,”tandasnya.