Empat Produk Inovatif Purbalingga Ikuti Festival Jamu dan Kuliner

Festival Jamu9Empat produk inovatif dari para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah  (UMKM) Purbalingga siap bersaing dalam gelaran Festval Jamu dan Kuliner Jawa Tengah yang dipusatkan di GOR Satria Purwokerto, 10 – 12 Oktober 2014.

Keempat produk itu memanfaatkan keunggulan kasiat aneka rempah yang ada di Purbalingga menjadi sebuah produk yang inovatif. Yakni Gula Rempah Wedangkoe, Wedang Kupat, Coklat Jejamuan Radenta dan Minuman Tradisional Marsari.

“Kami manfaatkan event ini untuk lebih mengenalkan produk asli Purbalingga ini ditingkat lokal. Kebetulan penyelenggaraanya di Purwokerto,” ungkap Hari Suyatno, pemilik Wedang Kupat, salah satu produk unggulan Kedai Pak Day yang berpusat di Kingsan (Wingking Kejaksaan-red) Purbalingga Wetan, Kamis (9/10).

Menurut Pak Day panggilan tenar Hari, Wedang KUPAT merupakan inovasi lanjutan dari Wedang Uwuh yang berisi berbagai jenis herbal  seperti  jahe, serutan kayu secang, serutan kayu manis, cengkih, batang gingseng, purwaceng atau daun jeruk. “Inovasinya pada kemasan yang dibuat dari janur berbentuk kupat kecil yang siap dicelup menjadi wedang yang berkasiat kesehatan,” terangnya.

Produk lainnya, gula rempah Wedangkoe juga memanfaatkan aneka rempah sebagai bahan dasarnya. Memanfaatkan potensi nira kelapa yang melimpah didaerah asalnya Adiarsa Kecamatan Karanganyar, produk Gula Rempah Wedangkoe diproses dengan 100 persen alami. Proses pembuatannya, nira direbus, kemudian masukkan air rebusan rempah-rempah, sambil terus diaduk, setelah kental dan mengeras ditumbuk hingga mengkristal.

“Gula rempah ini tidak dapat mengkristal apa bila ada bahan gula biang atau gula buatan,” jelas Wahyuni.

Yang lebih unik terdapat pada produk Coklat Jejamuan Radenta. Produk  yang dirilis 2013 lalu, menjadi produk coklat pertama dan satu-satunya di Indonesia, yang memadukan jejamuan asli herbal.  Sensasi enaknya rasa rosella, beras kencur, kunyit asem, jahe, temulawak, dan kayu manis, menyatu dalam produk Coklat Jejamuan Radenta.

“Yang belum merasakan sensasinya, silhkan datang di festival jamu dan kuliner di GOR Satria. Kami ada disana. Jangan ngaku penggila coklat kalau belum merasakan coklat jejamuan Radenta,” ucap dara ayu asal Gemuruh, Padamara, Mareta Ramadani sambil berpromosi.

Bersaing dengan produk rempah lainnya, adalah minuman instan tradisional Marsari. Produk rumah tangga dari Dagan, Bobotsari ini menyuguhkan bubuk minuman instant tradisional dalam kemasan seperti jahe merah instan, kunir putih instan, temulawak instant, kunir asem instant, wortel instant, sirih instant, cabe puyang instant, beraskencur instant.

Gencarkan Promosi

Saat melakukan pemotretan dengan keempat produk itu, Selasa lalu (7/10), Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto sangat mengapresiasi semangat para pelaku UMKM Purbalingga terutama dalam berinovasi dan memasarkan produknya.

“Saya ingin masyarakat lebih mengenal produk-produk lokal Purbalingga yang sebenarnya tidak kalah dengan produk lainnya. Setelah mengenal, kemudian memanfaatkan produk itu dalam keseharian,” katanya.

Dalam berbagai kesempatan, Bupati Sukento bahkan tak bosan mempromosikan produk-produk yang dihasilkan warganya. Berbagai kebijakan juga dijalankan untuk mendukung tagline Purbalingga Emas yang salah satunya adalah mengembangkan produk lokal Purbalingga.

“Silahkan perbanyak promosi, baik melalui radio atau baliho-baliho. Branding tanpa Bupati juga tidak apa-apa. Tapi pelaku UMKM juga harus terus meningkatkan kualitas produksinya,” tandasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *