No RiceSejak dicanangkannnya gerakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan tahun 2010 oleh pemerintah. Dengan harapan masyarakat semakin menyadari dan tergerak  untuk mengkonsumsi pangan yang lebih beragam, bergizi, seimbang juga aman,  terutama yang diporoduksi di tingkat lokal.

“Dengan pencanangan gerakan “One Day No Rice/sehari tanpa mengkonsumsi beras, hal itu akan mengurangi impor ditingkat nasional serta meningkatkan surplus beras di tingkat kabupaten,”jelas Bupati Purbalingga pada acara Pencanangan Gerakan “One Day No Rice” (ODNR) Kabupaten Purbalingga Tahun 2014, yang diikuti Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, para kepala dinas / instansi , organisasi wanita, dan perwakilan siswa SD,SMP,SMA  di Pendapa Dipokusumo, Sabtu (13/12).

Sukento berharap, agar terwujudnya diversifikasi pangan yang ditujukkan oleh budaya masyarakat di Purbalingga dapat dipercepat. Mulai dari tahap diversifikasi produksi, diversifikasi olahan yang kemudian menjadi diversifikasi konsumsi serta  didukung oleh pengembangan teknologi pengolahan.

“Terkait dengan ini, saya minta SKPD terkait, terutama Dinperindagkop, serta BPPKP selalu berkoordinasi, guna mempercepat  pemakaian produk local/pangan local,”pintanya.

Harapanya, tambah Sukento, perputaran roda ekonomi masyarakat Purbalingga akan semakin cepat.Menurutnya, banyak pilihan pangan alternatif yang bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai pengganti beras seperti jagung, intil, singkong, ubi jalar serta komoditas dengan peran sama seperti beras, terutama kandungan karbohidratnya.

“Saya tidak mengajak untuk tidak mengkonsumsi nasi seharian. Tapi dalam seminggu, atau setiap hari Rabu dengan tujuan penganekaragaman pengan dan mengurangi konsumsi beras mengganti karbohidrat lain yang berbasis komoditas pangan local,”ujarnya.

Menurut bupati,  gerakan ODNR akan mampu memberdayakan ekonomi desa. Karena pengan local bukan padi tidak perlu impor, serta lahan yang dapat ditanami pangan  sumber karbohidrat dan padi masih tersedia luas, termasuk lahan pekarangan.

Dibagian lain sambutannya, Sukento meminta kepada semua jajaran SKPD, agar setiap minggunya pada hari Rabu dalam menjamu tamu, maupun kegaiatan kantor lainya untuk tidak menyediakan makanan yang terbuat dari beras.

“Semua kegiatan rapat atau pertemuan serta dalam menjamu tamu untuk tidak menyajikan hidangan yang terbuat dari beras. Semua acara pada hari itu, saya minta menggunakan produk local bukan beras, seperti bahan pangan dari ubi jalar, ganyong, talas dan lain sebagainya,”pintanya.

Selain itu, dinas pendidikan juga diminta ikut mendukung gerakan ODNR di sekolah sekolah serta meminta kantin kantin tidak menyediakan menu/jajan berbahan baku dari beras. Dan saat ini hanya SMKN 3 Purbalingga sudah menerapkan ODNR setiap hari minggunya, karena dengan sehari tanpa beras serta mengganti makanan pengganti tidak akan mengganggu kesehatan.

Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Ketahanan Pangan (BPPKP) Kabupaten Purbalingga Lily Purwati, bahwa manfaat ONDR adalah, dengan mengurangi konsumsi beras sehari satu kali, dan berganti ke non beras. Di Purbalingga dengan penduduk mendekati 1 juta jiwa, 70 persen  yang makan nasi dengan konsumsi  sebanyak 0,3 kilogram per kapita per hari. Hal tersebut bisa menghemat 210.000 kilogram. Sehingga bisa menjaga harga beras tetap stabil serta mengurangi ketergantungan bahan konsumsi import dan meningkatkan surplus beras di Purbalingga.