PURBALINGGA – Pemkab Purbalingga tahun ini akan meningkatkan infrastruktur di Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari untuk pengembangan wisata. Selain itu, desa tersebut juga dikucuri program bantuan keuangan khusus (BKK) Rp 100 juta.

“Bumisari merupakan salah satu desa wisata binaan Pemkab. Kami terus mendorong agar bisa semakin berkembang. Kalau sudah berkembang, pastinya akan meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan. Sebab desa ini menjadi salah satu desa miskin di Purbalingga,” kata Bupati Purbalingga Tasdi usai tarawih keliling di Masjid Baitul Muttaqin Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari, Rabu (30/5) malam.

Pemkab segera melakukan pemeliharaan jalan utama Pagutan-Bumisari dengan anggaran Rp 2,3 miliar. Proyek itu sudah terlelang dan tinggal pelaksanaan pengerjaan. Dia meminta agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Purbalingga segera mengerjakannya. Diharapkan sebelum lebaran bisa selesai mengingat kondisi jalan itu saat ini rusak cukup parah.

“Jalannya nanti diperlebar jadi tujuh meter dan dioverlay. Nanti akses menuju lokasi wisata Bumisari lebih mudah,” katanya didampingi Ketua DPRD Kabupaten Purbalingga, Tongat.

Selain itu, pembangunan jembatan Watu Cungur di atas Sungai Lembarang yang menghubungkan Desa Bumisari dengan Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, saat ini juga tengah masuk lelang. Pemkab menganggarkan Rp 1,2 miliar untuk proyek tersebut.

Jembatan itu sangat penting karena selama ini masyarakat harus menyeberang sungai tanpa jembatan. Kondisi itu sangat membahayakan jika sungai Lembarang meluap. Saat ini jalur penyeberangan itu hanya bisa dilalui oleh satu kendaraan roda empat saja. Dengan dibangunnya jembatan baru, nantinya akan bisa dilewati oleh dua kendaraan roda empat berpapasan.

“Ini untuk memudahkan akses wisata juga. Sebab, kedua desa ini (Bumisari dan Cipaku) merupakan desa wisata yang sedang berkembang. Jadi terintegerasi dan menyatu dengan desa wisata lereng Gunung Slamet seperti Serang, Kutabawa dan Siwarak,” terangnya.

Lebih lanjut, khusus Desa Bumisari, kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di desa itu akan diberi dukungan dana melalui program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp 100 juta untuk pengembangan fasilitas objek wisata Curug Dhuwur. Tahun lalu sudah dibantu untuk tahap awal pembangunan objek wisata.

Selain proyek kegiatan itu, Bupati juga menyebut nilai anggaran APBD 2018 yang dikucurkan untuk penanganan infrastruktur di wilayah kecamatan Bojongsari mencapai Rp 11,9 miliar. Termasuk untuk infrastruktur jalan Patemon – Galuh – Wirasana Rp 865 juta, peningkatan jalan Bojongsari – Kutasari Rp 2 miliar, peningkatan jalan Bojongsari – Kajongan Rp 682 juta dan peningkatan jalan Kutasari – Beji – Karangbanjar Rp 2,9 miliar. Lainnya, pekerjaan rehabilitasi bangunan dan saluran irigasi Jambean II Kecamatan Bojongsari Rp 350 juta, penataan Bumi Perkemahan Munjuluhur Rp 1,4 miliar dan pembangunan Puskesmas Pembantu Banjaran Rp 95, 7 juta.

Khusus untuk Masjid Baitul Muttakin, lanjut Bupati, kembali dibantu Rp 50 juta untuk penyelesaian pembangunan masjid itu. Sebelumnya pada tahap awal pembangunan tahun 2016 lalu, Bupati juga membantu Rp 50 juta. “Dua tahun lalu kita bantu Rp 50 juta sampai sekarang belum sempurna. Kita bantu lagi Rp 50 juta agar segera diselesaikan. Dananya dibagi-bagi, untuk finishing dinding, tempat wudhu dan mengganti karpet,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga memberikan bantuan Genset dan berbagai bingkisan dari Pemkab, Tim Penggerak PKK, Ketua DPRD, Baznas, Prosa Ayfam dan sejumlah pimpinan OPD yang mendampingi tim tarling Bupati Purbalingga. (Hr/humas)