Karang Taruna sebagai wadah organisasi sosial juga  menjadi wadah pembinaan serta pengembangan generasi muda, diibaratkan wong legan golet momongan. Karena dalam mengabdikan tugasnya kepada masyarakat pekerjaannya banyak, tetapi tidak ada gajinya.

“ Ibaratnya tugas Karang Taruna itu wong legan golet momongan, ora digajih tapi pegaweane akeh (tidak mendapatkan gaji, tetapi pekerjaannya banyak). Selain itu organisasi yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran tanggung tanggung jawab  dari dan oleh masyarakat terutama di wilayah pedesaan dan bergerak di bidang usaha kesejahteraan social menghadapi 27 permasalah sosial,”tutur Ketua Karang Taruna Propinsi Jawa Tengah Badrusalam, saat memberikan sambutan pada acara Pengukuhan Pengurus Karang Taruna Kabupaten Purbalingga Masa Bhakti Tahun 2014-2019 yang dikukuhkan oleh Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto di Pendapa Dipokusumo, Senin (19/1).

Menurutnya, Karang Taruna selain sebagai wadah penampung aspirasi masyarakat juga menanangani 27 permasalah social yang dihadapi oleh Kementrian Sosial (Kemensos) RI ataupun Dinas Sosial, karena hal tersebut tidak dapat terpisahkan dari tugas pokok dan fungsinya.

“Dari mulai permasalahan gelandangan, pengemis, wanita tuna susila (WTS) serta 27 penyandang masalah kesejahteraaan social (PMKS), itu juga menjadi tanggung jawab organisasinya. Untuk itu saya ucapkan selamat kepada pengurus yang baru, semoga dapat membangun komitmen bersama dan membangkitkan semangat untuk tetap berkarya, ”ujarnya.

Dalam sambutanya bupati Purbalingga meminta agar Karang Taruna yang baru saja dilantik dapat berkarya sesuai denga tujuan pemerintah RI serta Pemda Purbalingga dapat terwujud. Selain itu, Kento juga menitik beratkan agar memberikan sinyal perubahan organisasinya.

“Karang Taruna kedepan harus memberikan tanda perubahan, agar menjadi hebat. Untuk menjadi hebat, itu tergantung pada pemimpinya. Kalau mau menjadi hebat atau menjadi tidak hebat, tergantung pemimpinya juga. Karena untuk menjadi hebat ada prosesnya, proses tersebut diawali dari tingkat yang yang diatas hingga ketingkat desa,”tuturnya.

Kento menambahkan agar Karang Taruna dapat memberikan pencitraan yang positif dalam membangun Purbalingga. Selain ituagar meningkatkan sumber daya yang ada.

“Salah satunya dengan mengajak masyarakat untuk cinta produk Purbalingga, mulai dari makanan, kerajinan dan lain-lain.Mudah-mudaha apa yang diharapkan kita semua ke depan Karang Taruna Purbalingga dapat maju dan membuahkan hasil yang bermanfaat, walaupun tanpa honor dalam bekerja,”tandasnya.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Purbalingga yang baru saja dikukuhkan Ato Susanto meminta,  agar dalam menjalankan organisasinya mendapatkan dukungan dan bimbingan dari Bupati Purbalingga. Sehingga kepengurusan organisasi tersebut bisa berkiprah membantu Pemerintah Daerah untuk bersama-sama komponen masyarakat yang ada membangun Purbalingga.

“Karang Taruna merupakan organisasi masyarakat (ormas),  tanpa adanya dukungan atau sengkuyung dari masyarakat dan pimpinan SKPD yang ada, tidak akan mampu memberikan sesuatu bagi pembangunan di Purbalingga,

Menurutnya, Karang Taruna dalam memnjalankan tugasnya dan kewajiban berdasarkan payung hukum berupa Permensos nomor 77 tahun 2007 dan Permendagri no 10 tahun 2007. Oleh karena itu, organisasi  yang besar pada hakekatnya keanggotaaanya memiliki prinsip dimana semua warga masyarakat usia  13-45 secara otomatis adalah warga Karang Taruna.

“Karena memiliki nilai startegis dalam pembangunan, serta dalam rangka ikut membangun Purbalingga, dengan jumlah yang sangat besar  dan semua komponen masyarakat khusunya Karang Taruna dapat bekerjasama program pembangunan yang sedang dicanangkan bupati,”tuturnya.

Ato menambahkan di tahun pertama kepemimpinanya meminta dukungan agar organisasinya dapat bergerak secara sistematis serta membantu dan mendukung Bupati dalam menjalankan program-progarmnya.Untuk itu, pihaknya akan mengadakan konsolidasi dari tingkat kabupaten kecamatan hingga desa.

“Karena ruh yang sebenarnya pada organisasi Karang Taruna ada di tingkat desa, sedangka ditingkat Kabupaten dan kecamatan hanya sebagaio fasilitator saj. Selain itu permasalah pemuda seperti narkoba , kemajuan teknologi juga menjadi tanggung jawa agar hal tersebut jangan sampai merusak generasi  muda kita,”ujarnya.

Susunan kepengurusan Karang Taruna Kabupaten Purbalingga yang dikukuhkan periode tahun 2014-2015 adalah, Pembina Bupati Purbalingga, Pembina Fungsional Kepala Dinsosnakertrans, Pembina Teknis Kepala Dinas/Instansi terkait tingkat kabupaten

Untuk posisi Ketua Umum (Ketum) Ato Susanto, Wakil Ketua (Waket) I Jendro, Waket II Imam Yahdi, Sekretaris  Umum Sri Wahyuni, Sekretaris I Aris Yudirianto, Sekretaris II Isro Abdilah serta Bendahara Andri Supriyanto dan Bendahar I Anin Ervaningrum.