Mencoba peruntungan lewat budidaya ternak kambing, sekelompok warga di Dusun Katel Klawu Desa Pengalusan Kecamatan Mrebet, membentuk kelompok peternak kambing Karya Giri. Pendirian kelompok ini berawal saat mereka mendapatkan bantuan sosial dari PNPM MP Kecamatan Mrebet pada 2013 lalu.

“Saat itu kami mendapat bantuan Rp 10 juta untuk membeli  10 ekor kambing yang dikelola oleh 10 anggota kelompok. Pada perguliran tahap kedua ini kelompok membudidayakan 11 ekor kambing. Saat ini sudah ditawar  seharga Rp 20 juta untuk keperluan idul adha,” ujar Sekretaris Kelompok Ternak Karya Giri, Rudiat, saat kegiatan Safari Pembangunan Pedesaan di Desa Pengalusan, Kamis malam (18/9).

Menurut Rudiat, pada tahap pertama, kelompoknya berhasil menjual 10 kambing yang diternak selama tiga bulan seharga Rp 13 juta. Keuntungan dari hasil itu, lanjutnya, 60 persennya untuk anggota, 30 persen untuk  pengembangan, 5 persen operasional  dan 5 persen untuk jaminan kesehatan kambing. Dana perguliran sebesar Rp 10 juta kembali dibelikan 11 ekor kambing.

Berkat bantuan tersebut, kata Rudiat, telah mampu membantu peningkatan ekonomi anggota. Sehingga kelompoknya berkeinginan mengembangkan budidaya ternak kambing menjadi lebih besar lagi. Sayangnya, kelompok ternak yang berada disalah satu wilayah terdampak erupsi Gunung Slamet ini, masih kesulitan dalam permodalan.

“Ketika kami mendapat bantuan Rp 10 juta bisa mendapat keuntungan hampir Rp 10 juta. Kami membayangkan jika kami mendapat kucuran modal Rp 100 juta tentu akan lebih berkembang dan mendukung peningkatan perekonomian warga,” katanya sembari mengungkapkan keinginanya untuk mengelola ternak dalam satu kawasan.

Selain persoalan modal pengembangan ternak kambing, acara Safari Pembangunan Pedesaan juga menyerap aspirasi warga lainnya. Kebanyakan dari dialog yang berkembang, mengharapkan perbaikan sejumlah ifrastruktur jalan, termasuk pembuatan prototype kantor Kepala Desa dan jaminan keselamatan bagi para penderes.

Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto yang didampingi Wakil Bupati Tasdi mendengar dan mencatat aspirasi yang disampaikan warga. Menyangkut kebutuhan tambahan modal oleh klomtan Karya Giri, Bupati memerintahkan Kepala Bappeda dan Dinnakan untuk mengecek aktivitas kelompok untuk kemudian dicarikan solusi permodalan yang memungkinkan.

Diakui Bupati, saat ini memang belum ada desain yang pasti untuk kantor desa. Purbalingga baru memiliki desain acuan pembangunan kantor Kecamatan. “Tolong Ketua Bappeda buatdesain seperti apa yang cocok. Dan menjadi gedung serba guna. Yang bisa untuk pertemuan, rapat-rapat di desa, dan untuk kegiatan kesenian. Syukur – syukur bisa untuk mantu (Resepsi Pengantin-red),” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati menuturkan bahwa Pemkab Purbalingga akan terus berupaya menyelesaikan perbaikan infrastruktur jalan sehingga dapat lebih nyaman digunakan untuk transportasi perekonomian warga. Perbaikan jalan, lanjut Bupati terutama dilaksanakan pada jalur yang akan mendukung upaya evakuasi warga bila terjadi erupsi Gunung Slamet.

Selain menyerap aspirasi warga, rombongan Safari Pembagunan Pedesaan juga memberikan hadiah untuk kantor Desa dan Kantor Camat Mrebet dari Bank Jateng dan BPR BKK. Bupati juga menyerahkan akta kelahiran  sebanyak 166 akta hasil pelayanan langsung di desa Pengalusan. Pelayanan akta kelahiran jemput bola yang dilakukan Dindukcapil berhasil menjaring 744 pemohon. 500 lebih permohonan yang masih dalam proses akan diselesaikan dalam bulan September ini.

Bupati juga memberikan penghargaan kepada Atmo Wiredjo, salah satu warga yang secara iklas menghibahkan tanah miliknya untuk lokasi pembangunan SD Negeri 2 Pengalusan.